Pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura bersama Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BBRMP) Papua dan para petani sukses melaksanakan panen padi perdana. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program cetak sawah yang berlokasi di Kelurahan Koya Timur, Distrik Muara Tami. Acara ini berlangsung pada Minggu, 24 Mei 2026, menandai sebuah langkah penting bagi daerah tersebut.
Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo, menyatakan bahwa inisiatif ini adalah wujud dukungan nyata daerah terhadap program ketahanan pangan nasional. Selain itu, upaya ini juga bertujuan untuk mengurangi ketergantungan Kota Jayapura terhadap pasokan beras yang datang dari luar daerah. Program ini diharapkan mampu menciptakan kemandirian pangan lokal.
Lahan cetak sawah rakyat yang telah disiapkan di wilayah ini mencapai 100 hektare. Pemkot Jayapura berencana untuk memperluas area tanam hingga 1.000 hektare melalui kerja sama erat dengan para petani setempat. Pengembangan lahan pertanian ini menjadi fokus utama untuk masa depan pangan Jayapura.
Advertisement
Advertisement
Upaya Pemkot Jayapura Perluas Lahan Pertanian
Wali Kota Abisai Rollo menegaskan bahwa pengembangan lahan pertanian hingga 1.000 hektare akan sangat mendukung program nasional. Inisiatif ini sekaligus membantu memenuhi kebutuhan beras di Kota Jayapura secara signifikan. Distrik Muara Tami, dengan potensi lahan pertaniannya, akan terus dikembangkan sebagai kawasan sentra pangan.
Saat ini, kebutuhan beras masyarakat Kota Jayapura masih banyak dipasok dari luar daerah. Oleh karena itu, program cetak sawah ini menjadi krusial untuk mencapai swasembada pangan. Target ambisius ini menunjukkan komitmen Pemkot Jayapura dalam menjaga stabilitas pasokan pangan.
Sinergi antara pemerintah daerah dan petani menjadi kunci keberhasilan program ini. Melalui kerja sama yang solid, diharapkan target perluasan lahan dapat tercapai. Hal ini akan membawa dampak positif bagi ekonomi lokal dan kesejahteraan petani.
Advertisement
Advertisement
Dukungan Pusat dan Potensi Pengurangan Ketergantungan Beras
Kepala Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BBRMP) Papua, Aser Rouw, memberikan apresiasi tinggi kepada Pemkot Jayapura. Apresiasi ini diberikan atas sinergi yang telah dibangun bersama Kementerian Pertanian dalam program cetak sawah rakyat. Komitmen Pemkot Jayapura dinilai sangat baik untuk mendukung ketahanan pangan.
Aser Rouw menambahkan bahwa program ini berpotensi besar mengurangi ketergantungan pasokan beras dari luar Papua. Jika pengembangan 1.000 hektare lahan dapat terealisasi, sekitar 10 persen ketergantungan pasokan beras dari luar daerah dapat berkurang. Ini adalah target yang realistis dan berdampak besar.
Pemerintah pusat juga akan memberikan dukungan secara bertahap berupa alat dan mesin pertanian. Selain itu, Kementerian Pertanian akan mendorong pembangunan infrastruktur jalan pertanian. BBRMP Papua berkomitmen mendukung data dan perencanaan program agar produksi pangan di wilayah ini dapat meningkat secara bertahap.
Advertisement
Advertisement
Realisasi Panen Perdana dan Strategi Pemasaran
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian Kota Jayapura, Gerardus Ikanubun, menjelaskan detail program cetak sawah. Total luas program cetak sawah rakyat di ibu kota Provinsi Papua ini mencapai 100 hektare. Namun, lahan yang telah siap untuk ditanami padi baru sekitar 25 hektare.
Dari lahan yang siap tanam, 18,5 hektare telah ditanami padi secara bertahap. Untuk panen perdana saat ini, kurang lebih mencapai lima hektare. Gerardus Ikanubun menambahkan bahwa panen selanjutnya akan dilakukan secara berturut-turut dalam satu hingga dua pekan ke depan.
Terkait pengelolaan hasil panen, petani saat ini masih menjual gabah kepada pedagang perantara. Dinas Pertanian Kota Jayapura terus berkoordinasi dengan Bulog Papua. Tujuannya agar ke depan hasil panen petani dapat diserap secara langsung, memastikan harga yang lebih stabil dan menguntungkan petani.
Advertisement
Sumber: AntaraNews