Tingkatkan Literasi Generasi Muda, BI dan GenBI Sulut Gelar Bedah Buku "Manguni Vol. 5"

Bank Indonesia bersama Generasi Baru Indonesia (GenBI) Sulawesi Utara berkolaborasi meningkatkan literasi generasi muda melalui bedah buku "Manguni Vol. 5" dalam rangka memperingati World Book Day 2026.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Tingkatkan Literasi Generasi Muda, BI dan GenBI Sulut Gelar Bedah Buku "Manguni Vol. 5"
Bank Indonesia bersama Generasi Baru Indonesia (GenBI) Sulawesi Utara berkolaborasi meningkatkan literasi generasi muda melalui bedah buku "Manguni Vol. 5" dalam rangka memperingati World Book Day 2026. (AntaraNews)

Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulawesi Utara berkolaborasi dengan Generasi Baru Indonesia (GenBI) Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado. Mereka bersama-sama menggelar kegiatan bedah buku untuk meningkatkan literasi generasi muda di wilayah tersebut. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen BI dalam pengembangan sumber daya manusia.

Acara bedah buku "Manguni Vol. 5" diselenggarakan di Perpustakaan "Wale Sitaro" BI Manado pada Rabu, 30 April. Inisiatif ini merupakan bagian dari peringatan World Book Day 2026 yang jatuh setiap tanggal 23 April, sebagaimana disampaikan oleh Deputi Kepala Perwakilan BI Provinsi Sulut, Renold Asri.

Melalui tema “Connected by Literacy: Building Future-Ready Communities” dan sub tema “Tantangan Hidup Gen Z: Bertahan, Bangkit dan Bertumbuh,” kegiatan ini bertujuan mendorong minat baca. Selain itu, inisiatif ini juga memperkuat budaya literasi serta menghargai karya para penulis di seluruh dunia.

Deputi Kepala Perwakilan BI Provinsi Sulut, Renold Asri, menegaskan bahwa kegiatan bedah buku ini merupakan wujud nyata komitmen Bank Indonesia. Komitmen tersebut berfokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui penguatan literasi. Inisiatif ini selaras dengan tujuan nasional untuk menciptakan masyarakat yang berpengetahuan luas.

World Book Day 2026, yang diinisiasi oleh UNESCO, menjadi momentum strategis bagi Perpustakaan Wale Sitaro BI Sulut. Peringatan global ini mendorong minat baca dan memperkuat budaya literasi di kalangan masyarakat. Kegiatan ini juga menjadi ajang untuk menghargai kontribusi para penulis di seluruh dunia.

Bedah buku "Manguni Vol. 5" dipilih sebagai sarana efektif untuk mencapai tujuan tersebut. Buku ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda. Sinergi antara BI dan GenBI menunjukkan upaya kolaboratif dalam membangun komunitas yang siap menghadapi masa depan.

Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Unsrat Manado, Ralfie Pinasang, menyoroti tantangan yang dihadapi Generasi Z di era digital. Generasi ini menghadapi berbagai tekanan, mulai dari tuntutan akademik hingga ketidakpastian ekonomi yang kompleks. Kondisi ini memerlukan adaptasi dan ketahanan mental yang kuat.

Pinasang menekankan bahwa Generasi Z bukanlah kelompok yang lemah, melainkan generasi yang adaptif, kreatif, dan memiliki potensi besar. Mereka mampu berinovasi dan menemukan solusi di tengah berbagai kesulitan. Oleh karena itu, penguatan literasi menjadi sangat krusial bagi mereka.

Literasi membentuk cara berpikir kritis dan mendorong keberanian untuk terus belajar serta bangkit kembali dari setiap kegagalan. Sinergi Bank Indonesia dan GenBI dalam penguatan literasi mahasiswa sangat layak diapresiasi. Upaya ini penting untuk menyiapkan generasi muda yang tangguh, produktif, dan siap bersaing.

Istilah "Manguni" sendiri dalam budaya Minahasa melambangkan kebijaksanaan, perantara pesan, dan pertanda alam. Burung hantu nokturnal ini dihormati dan dianggap memiliki makna mendalam. Pemilihan nama "Manguni" untuk buku tersebut mungkin mencerminkan harapan akan kebijaksanaan dan pencerahan bagi pembacanya.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi