Kementan Siapkan Irigasi Perpompaan Lamongan, Jaga Pasokan Air Saat Kemarau

Kementerian Pertanian (Kementan) bergerak cepat menyiapkan irigasi perpompaan di Lamongan untuk menjaga pasokan air pertanian. Langkah ini krusial demi mengantisipasi kekeringan dan memastikan produktivitas pangan tetap terjaga di tengah ancaman El Nino.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Kementan Siapkan Irigasi Perpompaan Lamongan, Jaga Pasokan Air Saat Kemarau
Kementerian Pertanian (Kementan) bergerak cepat menyiapkan irigasi perpompaan di Lamongan untuk menjaga pasokan air pertanian. Langkah ini krusial demi mengantisipasi kekeringan dan memastikan produktivitas pangan tetap terjaga di tengah ancaman El Nino. (AntaraNews)

Kementerian Pertanian (Kementan) mengambil langkah proaktif dengan menyiapkan irigasi perpompaan di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. Inisiatif ini bertujuan untuk memastikan ketersediaan air pertanian tetap optimal, khususnya saat menghadapi musim kemarau yang diperkirakan tiba. Pemasangan sarana irigasi ini diharapkan dapat segera terealisasi demi mendukung sektor pertanian di wilayah tersebut.

Direktur Jenderal Lahan dan Irigasi Kementan, Hermanto, menegaskan bahwa sarana irigasi perpompaan ini akan segera dipasang. Tujuannya adalah agar distribusi air ke lahan pertanian dapat berjalan secara optimal. Kementan berupaya keras agar air yang tersedia dapat dimanfaatkan sebaik mungkin oleh para petani di Lamongan.

Pemasangan irigasi perpompaan ditargetkan selesai paling lambat pekan depan. Langkah cepat ini diambil untuk mengantisipasi potensi risiko kekeringan yang mengancam tanaman padi. Tanaman padi di Lamongan saat ini telah berumur lebih dari satu bulan dan memerlukan pasokan air yang stabil.

Optimalisasi Air Pertanian dengan Irigasi Perpompaan

Irigasi perpompaan adalah sistem pengairan yang vital, menggunakan pompa untuk menarik air dari berbagai sumber. Sumber air tersebut bisa berupa sungai, sumur, atau embung, yang kemudian didistribusikan ke lahan pertanian. Air disalurkan melalui saluran terbuka maupun tertutup, memastikan setiap area mendapatkan suplai yang cukup.

Sistem ini sangat efektif digunakan pada lahan yang memiliki posisi lebih tinggi dari sumber air. Selain itu, irigasi perpompaan juga menjadi solusi di area yang tidak terjangkau oleh jaringan irigasi teknis konvensional. Penerapan metode ini dinilai mampu mencegah kekeringan pada lahan tadah hujan, memperluas areal tanam, serta meningkatkan frekuensi panen petani dalam setahun.

Menurut Hermanto, kondisi waduk di Lamongan saat ini masih cukup memadai dengan ketinggian air sekitar tiga meter. Oleh karena itu, fokus utama adalah bagaimana mengalirkan air tersebut secara efisien ke lahan pertanian. Dengan irigasi perpompaan, diharapkan tidak ada lagi kendala distribusi air yang menghambat pertumbuhan tanaman.

Lamongan Hadapi Ancaman Kekeringan Akibat El Nino

Data dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi bahwa awal musim kemarau di Jawa Timur akan terjadi pada Mei 2026. Puncak kekeringan diperkirakan berlangsung pada Agustus hingga September mendatang. Fenomena El Nino juga berpotensi menyebabkan penurunan curah hujan sebesar 20–40 persen.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lamongan, Joko Raharto, mengungkapkan bahwa 15 kecamatan dan 71 desa di wilayahnya diprediksi akan terdampak kekeringan. Data ini telah disampaikan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk keperluan langkah antisipasi dan mitigasi. Fokus utama adalah pengelolaan sumber daya air dan dukungan irigasi bagi sektor pertanian.

Menanggapi ancaman ini, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi sebelumnya telah melakukan koordinasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD). Koordinasi ini bertujuan untuk memetakan sumber-sumber air yang ada. Langkah ini krusial guna memastikan musim tanam kedua tidak mengalami gagal panen.

Komitmen Kementan dan Pemda Jaga Ketahanan Pangan

Langkah Kementan dalam menyiapkan irigasi perpompaan merupakan bagian dari upaya menjaga produktivitas pertanian. Tujuannya adalah agar tanaman tidak mengalami gagal panen menjelang masa panen pada Juni mendatang. Kementan berkomitmen penuh untuk mendukung petani dalam menghadapi tantangan iklim.

Selain upaya dari Kementan, Pemerintah Kabupaten Lamongan juga telah melakukan normalisasi waduk dan sungai. Normalisasi ini penting untuk mengoptimalkan pemanfaatan sumber air selama musim kemarau. Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci dalam menjaga ketahanan pangan nasional.

Kolaborasi antara Kementan dan Pemerintah Kabupaten Lamongan menunjukkan komitmen kuat dalam menjaga sektor pertanian. Dengan persiapan yang matang dan implementasi teknologi irigasi yang tepat, diharapkan petani Lamongan dapat terus berproduksi. Hal ini sekaligus memastikan pasokan pangan tetap aman bagi masyarakat.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi