Stok Beras RI Tembus 4,6 Juta Ton, Siap Hadapi El Nino Godzilla dan Krisis Global

Mentan Andi Amran Sulaiman menyatakan Indonesia siap menghadapi tantangan akibat krisis pangan global dan fenomena El Nino Godzilla.

Arief Rahman H
Oleh Arief Rahman H - Reporter
Stok Beras RI Tembus 4,6 Juta Ton, Siap Hadapi El Nino Godzilla dan Krisis Global
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman bertekad menjadikan Indonesia lumbung pangan dunia, menyerukan persatuan nasional untuk ketahanan pangan yang berkelanjutan dan mandiri. (AntaraNews)

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengakui adanya tantangan dalam sektor pangan pada tahun 2026, termasuk kemarau ekstrem yang dikenal sebagai El Nino Godzilla. Namun, ia memastikan bahwa stok beras nasional cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Amran juga menyadari adanya dampak dari konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Israel dengan Iran, yang dapat memicu kekhawatiran akan terjadinya krisis pangan global.

"Selain krisis pangan global, Indonesia dihadapkan pada ancaman kemarau yang akan terjadi pada sebagian besar wilayah Indonesia, yang kita beri nama El Nino Godzilla," ungkap Amran saat Rapat Kerja dengan Komisi IV DPR pada Selasa (7/4/2026).

Menurut data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kemarau ekstrem ini diperkirakan akan berlangsung dari April hingga Agustus 2026, dengan Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi wilayah pertama yang akan mengalami dampak tersebut.

Mengingat prediksi tentang penyebaran El Nino Godzilla, Amran menegaskan bahwa stok pangan di Indonesia cukup aman. Cadangan beras pemerintah (CBP) tercatat mencapai 4,6 juta ton per 7 April 2026, yang dipastikan cukup untuk memenuhi konsumsi selama satu tahun, termasuk dalam menghadapi kemarau ekstrem.

"Ini tertinggi sepanjang sejarah. Kondisi stok beras nasional di Indonesia dipastikan aman untuk 10-11 bulan ke depan. Di sisi lain, El Nino diperkirakan berlangsung selama 6 bulan. Jadi insya Allah pangan kita aman. Meski konflik di Timur Tengah mulai mengganggu rantai pasok global," tambah Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) ini.

El Nino Godzilla

Stok Beras 4,6 Juta Ton, Indonesia Siap Hadapi El Nino Godzilla hingga Gangguan Logistik Global
Jumlah stok beras selama masa Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman menjabat menjadi suatu kebanggan yang harus diakui dalam sejarah Indonesia. © 2026 Liputan6.com

Potensi kemarau yang sering kali dihubungkan dengan istilah "El Nino Godzilla" mendorong para pelaku industri perkebunan untuk lebih waspada. Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), klasifikasi El Nino secara resmi dibagi menjadi tiga kategori, yaitu lemah, moderat, dan kuat.

Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, menyatakan bahwa kemungkinan terjadinya El Nino dalam kategori lemah hingga moderat pada tahun ini mencapai 50-60 persen setelah semester kedua. Dalam rangka mengantisipasi potensi tersebut, PTPN IV PalmCo telah menetapkan status siaga dan melakukan langkah mitigasi sejak dini.

Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, menegaskan bahwa perusahaan mengambil pendekatan yang konservatif dengan menyiapkan berbagai skenario untuk mengendalikan risiko.

"Kami tidak ingin mengambil risiko. Kesiapsiagaan kami jalankan seolah menghadapi kondisi terburuk," ungkapnya dalam kutipan yang diambil dari Antara pada Rabu (1/4/2026).

Waspada Kebakaran Hutan

Pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjadi salah satu fokus utama, terutama saat musim kemarau yang sering terjadi di wilayah Sumatera dan Kalimantan. Dalam rangka pengendalian, perusahaan kini mengadopsi pendekatan preventif dengan memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI) melalui sistem ARFINA (Artificial Intelligence Fire Monitoring Integrated Ground Checking Nusantara).

"Melalui sistem ini, potensi titik panas dapat terdeteksi lebih dini sehingga penanganan bisa dilakukan sebelum api meluas," ungkap Jatmiko. Ia juga menekankan bahwa pemanfaatan teknologi ini didukung oleh kesiapan tim di lapangan, di mana setiap peringatan yang terdeteksi akan segera ditindaklanjuti oleh personel siaga di wilayah operasional.

Perusahaan juga memperkuat infrastruktur pengendalian karhutla, seperti pembangunan embung dan sekat kanal di area yang rawan kekeringan. Upaya ini didukung oleh kolaborasi dengan TNI dan Polri dalam melakukan patroli terpadu serta penanganan darurat. Di sisi lain, dampak kemarau tidak hanya berhubungan dengan kebakaran, tetapi juga secara langsung mempengaruhi produktivitas tanaman kelapa sawit.

Rekomendasi