Pembangunan Gudang Bulog: Perkuat Ketahanan Pangan Nasional dengan 100 Infrastruktur Baru

Perum Bulog akan membangun 100 gudang baru dan infrastruktur pascapanen untuk memperkuat ketahanan pangan nasional. Proyek Pembangunan Gudang Bulog ini melibatkan investasi Rp5 triliun guna menjamin ketersediaan pangan merata.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Pembangunan Gudang Bulog: Perkuat Ketahanan Pangan Nasional dengan 100 Infrastruktur Baru
Perum Bulog akan membangun 100 gudang baru dan infrastruktur pascapanen untuk memperkuat ketahanan pangan nasional. Proyek Pembangunan Gudang Bulog ini melibatkan investasi Rp5 triliun guna menjamin ketersediaan pangan merata. (AntaraNews)

Direktur Utama Perum Bulog, Agmad Rizal Ramdhani, menyatakan komitmen lembaganya dalam pembangunan 100 gudang baru sebagai langkah strategis. Pembangunan ini bertujuan untuk memperkuat ketahanan pangan nasional melalui peningkatan signifikan kapasitas penyimpanan pascapanen. Bulog menegaskan kesiapan untuk menjalankan amanat pemerintah dengan pendekatan yang terukur, profesional, dan akuntabel.

Penugasan ini bukan hanya sekadar pembangunan fisik, melainkan upaya fundamental dalam memperkuat sistem logistik dan ketahanan pangan di seluruh Indonesia. Bulog memastikan setiap tahapan dipersiapkan secara matang, guna menjamin infrastruktur tersebut tepat lokasi, tepat fungsi, dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.

Dengan total anggaran sekitar Rp5 triliun, proyek Pembangunan Gudang Bulog ini diharapkan mampu mengatasi tantangan distribusi dan stabilitas pasokan pangan. Inisiatif ini menjadi bagian integral dari strategi pemerintah untuk mencapai ketersediaan pangan yang merata dan berkelanjutan dari Sabang hingga Merauke.

Strategi Peningkatan Kapasitas Penyimpanan

Sebagai tindak lanjut rencana pembangunan infrastruktur pascapanen, Bulog telah menyiapkan tiga langkah utama yang komprehensif. Langkah pertama adalah penyusunan studi kelayakan yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk akademisi dan para ahli. Kajian ini mencakup aspek teknis, operasional, serta finansial untuk memastikan pembangunan berjalan efektif dan berkelanjutan.

Kedua, Bulog menyusun pertimbangan teknis bersama Kementerian Pertanian, khususnya Direktorat Jenderal Tanaman Pangan. Hal ini penting agar pembangunan gudang dan infrastruktur pascapanen disesuaikan dengan tipologi serta karakteristik wilayah masing-masing. Pendekatan ini menjamin relevansi dan efektivitas fasilitas yang dibangun.

Langkah ketiga adalah evaluasi kelayakan finansial dan rekomendasi penggunaan dana investasi pemerintah nonpermanen. Setelah ketiga unsur tersebut terpenuhi, hasilnya akan dilaporkan kepada Menteri Koordinator Bidang Pangan (Menko Pangan) Zulkifli Hasan untuk memperoleh persetujuan tertulis sebelum pembangunan dimulai.

Rencana Investasi dan Jenis Infrastruktur

Program pembangunan gudang Bulog direncanakan tersebar di 92 kabupaten dengan total anggaran sekitar Rp5 triliun. Anggaran ini dialokasikan secara cermat, dengan sekitar Rp4,4 triliun untuk pembangunan infrastruktur utama. Sementara itu, sekitar Rp560 miliar akan digunakan untuk mekanisasi, otomatisasi, serta sistem teknologi informasi guna mendukung operasional yang modern dan efisien.

Rencana pembangunan infrastruktur pascapanen ini meliputi beragam jenis fasilitas untuk mendukung seluruh rantai nilai pangan. Bulog akan membangun 94 unit gudang penyimpanan, enam unit silo gabah, dan delapan unit silo jagung. Selain itu, akan dibangun 17 unit dryer beras, 17 unit Rice Milling Unit (RMU), delapan unit dryer jagung, serta sembilan unit sentra pengolahan dan fasilitas packaging beras.

Setiap lokasi pembangunan akan melalui uji kelayakan teknis yang ketat. Uji ini mencakup soil test, analisis kemiringan lahan, serta kajian akses jalan. Hal ini penting untuk mendukung mobilisasi angkutan logistik secara optimal.

Fokus Lokasi dan Implementasi Proyek

Pembangunan fisik infrastruktur ini akan dilaksanakan oleh BUMN karya, sesuai ketentuan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 14 Tahun 2026. Perpres ini mengatur pembangunan 100 titik infrastruktur pascapanen di seluruh Indonesia.

Infrastruktur ini akan diprioritaskan di sentra produksi pangan utama, seperti Lampung, Jawa, dan Sulawesi Selatan. Di wilayah-wilayah ini, fasilitas akan dilengkapi secara komprehensif dengan dryer, RMU, silo, hingga sistem mekanisasi dan otomatisasi modern.

Sementara itu, di wilayah kepulauan seperti Natuna, Rote, dan Tidore, pembangunan akan difokuskan pada gudang penyimpanan. Hal ini bertujuan untuk menjaga stabilitas pasokan pangan, khususnya saat kondisi cuaca ekstrem. Melalui langkah-langkah ini, Bulog menegaskan komitmennya dalam memperkuat sistem logistik pangan nasional.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi