Penyelenggaraan ajang balap motor bergengsi MotoGP di Sirkuit Mandalika, Nusa Tenggara Barat (NTB), telah menghasilkan dampak ekonomi yang sangat signifikan bagi Indonesia. Laporan terbaru menunjukkan bahwa perhelatan ini mampu menggerakkan roda perekonomian hingga triliunan rupiah.
Menurut InJourney Tourism Development Corporation (ITDC), Pertamina Grand Prix of Indonesia 2025 di Kawasan The Mandalika diperkirakan menghasilkan dampak ekonomi nasional sebesar Rp4,96 triliun. Angka fantastis ini didasarkan pada studi komprehensif yang disusun oleh Lembaga Teknologi Manajemen Industri Institut Teknologi Bandung (LETMI ITB).
Capaian ini secara tegas membuktikan bahwa MotoGP di Pertamina Mandalika International Circuit bukan sekadar event olahraga internasional semata, melainkan juga menjadi katalisator kuat. Perhelatan ini memberikan kontribusi nyata terhadap pergerakan ekonomi nasional dan daerah, sekaligus memposisikan Indonesia di mata dunia.
Advertisement
Advertisement
Studi yang dilakukan oleh LETMI ITB secara jelas menunjukkan besarnya kontribusi MotoGP Mandalika terhadap perekonomian nasional. Estimasi dampak ekonomi sebesar Rp4,96 triliun ini mencakup berbagai aspek penting. Ini termasuk peningkatan aktivitas pariwisata, perputaran ekonomi lokal yang masif, serta penciptaan ribuan lapangan kerja baru.
Angka triliunan rupiah tersebut juga mencerminkan efek pengganda (multiplier effect) yang jauh melampaui biaya penyelenggaraan acara. Hal ini mengindikasikan bahwa setiap rupiah yang diinvestasikan dalam MotoGP mampu menghasilkan keuntungan berlipat ganda bagi ekonomi Indonesia. Keberhasilan ini memperkuat posisi Indonesia sebagai tuan rumah event olahraga internasional yang strategis.
Dampak positif ini tidak hanya terasa di tingkat nasional, tetapi juga meresap hingga ke pelosok daerah. Peningkatan pendapatan masyarakat lokal, pertumbuhan UMKM, dan perbaikan infrastruktur menjadi bukti nyata dari perputaran ekonomi yang dihasilkan. Ini menunjukkan bahwa event berskala global dapat menjadi motor penggerak pembangunan yang inklusif.
Advertisement
Advertisement
Kehadiran MotoGP di Mandalika berhasil menarik perhatian lebih dari 140.324 penonton. Angka ini secara langsung berdampak pada sektor perhotelan dan akomodasi di sekitar lokasi. Tingkat okupansi hotel di kawasan Mandalika mencapai 100 persen selama periode balapan.
Tidak hanya di Mandalika, dampak positif juga meluas ke wilayah lain di Nusa Tenggara Barat. Rata-rata okupansi hotel di Pulau Lombok tercatat sebesar 93 persen, sementara di Kota Mataram mencapai 90 persen. Fenomena ini menunjukkan bahwa MotoGP mampu mendistribusikan manfaat ekonomi ke seluruh penjuru daerah.
Selain itu, perhelatan ini juga menjadi berkah bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal. Lebih dari 600 UMKM terlibat aktif dalam acara tersebut, menjual produk dan jasa mereka kepada para pengunjung. Lebih dari 3.000 tenaga kerja juga terserap, dengan 67 persen di antaranya berasal dari Kabupaten Lombok Tengah. Ini menegaskan komitmen untuk memberdayakan masyarakat sekitar.
Advertisement
Menurut Troy Reza Warokka, Direktur Operasi ITDC, pengembangan The Mandalika merupakan investasi jangka panjang untuk mewujudkan ekosistem sport tourism di Indonesia. Ekosistem ini mampu mengintegrasikan sektor olahraga, sektor pariwisata, dan pengembangan ekonomi lokal, termasuk UMKM. Ini adalah visi besar untuk masa depan pariwisata Indonesia.
Advertisement
InJourney Tourism Development Corporation, sebagai bagian dari InJourney Group, memiliki komitmen kuat terhadap pengembangan Kawasan The Mandalika. Mereka bertekad menjadikan Pertamina Mandalika International Circuit, beserta seluruh agenda yang digelar di dalamnya, sebagai bagian integral dari pengembangan destinasi sport tourism di Indonesia.
Melihat manfaat ekonomi yang signifikan, Perseroan terus menjalin koordinasi erat dengan berbagai pemangku kepentingan. Tujuannya adalah untuk memastikan keberlanjutan penyelenggaraan agenda internasional tersebut dengan skema yang semakin optimal dan berkelanjutan. Hal ini menunjukkan pendekatan strategis untuk menjaga momentum positif.
Sebagai agen pembangunan dan pencipta nilai (agent of development and value creator), InJourney Group dan ITDC berkomitmen untuk terus memperkuat tata kelola dan meningkatkan transparansi. Mereka memastikan setiap langkah bisnis memberikan nilai tambah yang berkelanjutan, baik bagi Perseroan, negara, maupun masyarakat luas.
Advertisement
Dengan metode pengembangan yang terencana, ITDC optimistis The Mandalika akan mampu menjadi destinasi sport tourism unggulan di Indonesia. Hal ini juga akan memperkuat daya saing Indonesia di kancah pariwisata global. Visi ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk memajukan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
Sumber: AntaraNews