Dekranasda Kota Sorong Berdayakan 50 Pelaku Usaha OAP Melalui Pelatihan Manik-Manik

Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Sorong berupaya meningkatkan kemandirian ekonomi Orang Asli Papua (OAP) dengan melatih 50 pelaku usaha dalam pembuatan aksesoris manik-manik, membuka peluang baru bagi kerajinan lokal.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Dekranasda Kota Sorong Berdayakan 50 Pelaku Usaha OAP Melalui Pelatihan Manik-Manik
Dekranasda Kota Sorong giatkan pemberdayaan OAP Sorong dengan melatih 50 pelaku usaha dalam pembuatan aksesoris manik-manik. Program ini bertujuan meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat lokal. (AntaraNews)

Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Sorong mengambil langkah konkret dalam memberdayakan masyarakat Orang Asli Papua (OAP). Sebanyak 50 pelaku usaha OAP mendapatkan pelatihan intensif dalam pembuatan kerajinan tangan aksesoris manik-manik. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan keterampilan serta mendorong kemandirian ekonomi di kalangan perajin lokal.

Pelatihan ini diselenggarakan langsung di Kota Sorong, melibatkan para perajin mandiri dari berbagai Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang tersebar di wilayah tersebut. Ketua Dekranasda Kota Sorong, Jemima Elisabeth, menjelaskan bahwa inisiatif ini merupakan bagian penting dari program pembinaan berkelanjutan yang telah dipersiapkan sejak 25 Maret 2026.

Fokus utama dari pelatihan ini tidak hanya pada penyampaian materi teoritis, tetapi juga pada peningkatan keterampilan praktis peserta. Mereka diajarkan cara mengolah bahan lokal menjadi produk bernilai ekonomi tinggi. Harapannya, para peserta dapat terus berkreasi dan mengembangkan usaha mereka secara mandiri setelah pelatihan selesai.

Pelatihan yang diberikan Dekranasda Kota Sorong ini menekankan pada aspek praktis, memastikan setiap peserta mendapatkan pengalaman langsung dalam membuat aksesoris manik-manik. Jemima Elisabeth menyatakan bahwa manik-manik adalah salah satu potensi bahan lokal khas Papua yang memiliki nilai budaya tinggi sekaligus peluang ekonomi yang menjanjikan.

Melalui kegiatan ini, perajin didorong untuk memanfaatkan bahan-bahan tersebut menjadi produk kreatif dengan daya saing kuat di pasar. Peserta tidak hanya menerima teori, tetapi juga langsung mempraktikkan cara pembuatan aksesoris, sehingga mereka memiliki bekal yang cukup untuk berinovasi.

Pendekatan ini diharapkan dapat memicu kreativitas para pelaku usaha OAP, memungkinkan mereka menciptakan produk kerajinan yang unik dan menarik. Dengan demikian, produk-produk tersebut tidak hanya melestarikan warisan budaya, tetapi juga mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

Komitmen Dekranasda Kota Sorong tidak berhenti pada tahap pelatihan saja, melainkan berlanjut pada pembinaan dan penampungan hasil karya para peserta. Para perajin akan dikelompokkan dalam binaan Dekranasda untuk mendapatkan pendampingan lebih lanjut.

Pendampingan ini mencakup berbagai aspek, mulai dari peningkatan kualitas produksi hingga strategi pemasaran yang efektif. Program ini dirancang untuk memastikan bahwa perajin dapat 'naik kelas', menghasilkan produk berkualitas tinggi, dan memiliki nilai jual yang lebih baik di pasaran.

Ke depan, Dekranasda Kota Sorong juga berencana memperluas akses pemasaran produk kerajinan OAP. Upaya ini akan dilakukan melalui berbagai cara, termasuk partisipasi dalam pameran, menjalin kerja sama dengan pelaku usaha lain, dan memanfaatkan platform digital. Langkah-langkah ini diharapkan dapat memperkuat posisi produk kerajinan lokal di pasar regional maupun nasional.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi