Dinas Perhubungan Provinsi Lampung telah mengambil langkah proaktif dalam persiapan arus balik Lebaran 2026. Sebanyak 235 unit bus cadangan pariwisata disiapkan untuk operasional. Ini bertujuan mendukung kelancaran mobilitas masyarakat.
Persiapan ini difokuskan pada rute penting dari Terminal Rajabasa menuju Pelabuhan Bakauheni. Operasional bus cadangan akan dimulai pada periode arus balik Lebaran. Pemantauan telah dilakukan sejak 18 Maret.
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Lampung, Bambang Sumbogo, menyatakan kesiapan ini. Tujuannya untuk mengantisipasi lonjakan penumpang dan memastikan perjalanan tetap lancar. Pola “tiba bongkar berangkat” akan diterapkan untuk menghindari antrean.
Advertisement
Advertisement
Dinas Perhubungan Provinsi Lampung memastikan ketersediaan armada transportasi untuk arus balik Lebaran 2026. Sebanyak 235 unit bus cadangan pariwisata telah disiapkan secara khusus. Selain itu, 30 hingga 50 unit bus cadangan reguler juga akan beroperasi.
Bambang Sumbogo, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Lampung, menjelaskan bahwa persiapan ini telah matang. Seluruh bus cadangan siap dioperasionalkan. Ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk memberikan pelayanan terbaik.
Kesiapan armada ini diharapkan dapat mengurai kepadatan penumpang. Terutama di titik-titik krusial seperti Terminal Rajabasa. Serta di Pelabuhan Bakauheni yang menjadi gerbang utama penyeberangan dari dan ke Pulau Jawa.
Advertisement
Advertisement
Untuk mengatasi potensi antrean panjang, Dinas Perhubungan Provinsi Lampung menerapkan strategi khusus. Pola “tiba bongkar berangkat” akan diaplikasikan. Ini meniru sistem penyeberangan kapal laut yang sudah terbukti efektif.
Bambang Sumbogo merinci, bus yang tiba di Terminal Rajabasa akan segera mengangkut penumpang menuju Pelabuhan Bakauheni. Setibanya di pelabuhan, bus tersebut langsung mengangkut penumpang kembali ke terminal. Pola ini memastikan pergerakan bus tidak terhenti dan mengurangi waktu tunggu.
Penerapan pola ini diharapkan dapat meminimalisir waktu tunggu penumpang. Dengan demikian, antrean di pagi hari dapat segera terurai. Kelancaran perjalanan menjadi prioritas utama bagi seluruh pemudik.
Advertisement
Advertisement
Pemantauan intensif telah dilakukan oleh Dinas Perhubungan Provinsi Lampung sejak 18 Maret. Fokus pemantauan adalah di Pelabuhan Bakauheni. Hal ini karena banyak armada telah digunakan pada arus mudik Lebaran sebelumnya.
Sejauh ini, operasional berjalan lancar tanpa kendala berarti. Meskipun terkadang terjadi sedikit antrean, penanganannya telah disiapkan. Koordinasi antarpihak terus dilakukan untuk memastikan kelancaran.
Diharapkan kelancaran yang sama juga terjadi selama periode arus balik Lebaran 2026. Keselamatan dan kenyamanan penumpang adalah prioritas utama. Semua pihak berupaya menjaga kondisi kondusif dan aman selama perjalanan.
Advertisement
Sumber: AntaraNews