Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kementerian Keuangan Nusa Tenggara Timur (NTT) mencatat realisasi pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) Lebaran 2026 telah mencapai Rp255,41 miliar. Angka ini menunjukkan progres signifikan dalam penyaluran dana penting bagi aparatur negara di seluruh wilayah NTT. Data monitoring per 16 Maret 2026 menjadi dasar pencatatan ini, merefleksikan upaya pemerintah dalam memenuhi kewajiban kepada pegawainya.
Kepala Kantor Wilayah DJPb Kemenkeu NTT, Adi Setiawan, mengungkapkan bahwa jumlah tersebut setara dengan 93,21 persen dari total target pagu sebesar Rp274 miliar. Keberhasilan akselerasi penyaluran ini didukung oleh kinerja solid enam Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) di NTT. Dana THR Lebaran 2026 NTT ini disalurkan kepada berbagai kategori penerima, termasuk PNS, TNI, Polri, PPPK, dan PPNPN.
Pencairan dana sebesar lebih dari seperempat triliun rupiah ini diharapkan dapat menjadi stimulus ekonomi yang signifikan bagi masyarakat NTT secara luas. Peningkatan daya beli pegawai di bulan Ramadhan dan menjelang hari raya keagamaan akan mendorong perputaran uang di pasar lokal dan sektor UMKM. Hal ini memberikan dampak multiplier positif bagi kesejahteraan masyarakat di NTT.
Advertisement
Advertisement
Detail Penyaluran THR per Kategori Penerima
Penyaluran THR Lebaran 2026 di NTT telah terdistribusi kepada berbagai golongan aparatur negara dengan persentase yang bervariasi. Untuk Pegawai Negeri Sipil (PNS), Tentara Nasional Indonesia (TNI), dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri), dana yang telah disalurkan mencapai Rp145,34 miliar. Jumlah ini merupakan 87 persen dari target yang ditetapkan, mencakup 33.756 penerima di seluruh NTT.
Sementara itu, bagi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), realisasi pembayaran THR tercatat sebesar Rp22,56 miliar. Angka ini mencapai 72 persen dari target yang ditujukan untuk 8.471 penerima PPPK. Adapun untuk pegawai pemerintah nonpegawai negeri (PPNPN), realisasi pembayaran THR telah melampaui target awal dengan mencapai 100 persen atau senilai Rp5,7 miliar.
Selain THR, Tunjangan Kinerja (Tunkin) juga mencatatkan persentase tertinggi sesuai target, dengan total nominal mencapai sekitar Rp80 miliar. Data ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam memenuhi hak finansial para aparatur negara. Rincian penyaluran ini memastikan bahwa setiap kategori penerima mendapatkan haknya sesuai ketentuan yang berlaku.
Advertisement
Advertisement
Peran KPPN dalam Akselerasi Pencairan Dana
Keberhasilan akselerasi penyaluran THR Lebaran 2026 di NTT tidak lepas dari peran aktif enam Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) yang beroperasi di wilayah tersebut. KPPN-KPPN ini secara solid mengawal proses pencairan dana, memastikan kelancaran distribusi kepada para penerima. Koordinasi yang responsif menjadi kunci utama dalam efisiensi penyaluran ini.
KPPN Atambua mencatat persentase realisasi Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) tertinggi sesuai target, menunjukkan kinerja yang sangat baik. Diikuti oleh KPPN Larantuka dengan realisasi 97,67 persen, dan KPPN Waingapu dengan 96,97 persen. KPPN Ende juga menunjukkan performa yang kuat dengan realisasi 93,96 persen.
KPPN Kupang, yang merupakan wilayah dengan pagu terbesar, mencatat realisasi 91,45 persen, sementara KPPN Ruteng mencapai 91,20 persen. Adi Setiawan mendorong koordinasi yang responsif dalam penyampaian Surat Perintah Membayar (SPM) secara akurat. Hal ini bertujuan untuk meminimalisir retur SP2D dan mempercepat distribusi dana ke rekening penerima.
Advertisement
Advertisement
Dampak Ekonomi dan Komitmen Pemerintah
Pencairan dana THR Lebaran 2026 sebesar lebih dari seperempat triliun rupiah ini diharapkan memberikan dorongan signifikan bagi perekonomian NTT. Peningkatan daya beli pegawai di bulan Ramadhan dan menjelang hari raya keagamaan akan memicu perputaran uang di pasar lokal. Ini secara langsung akan menguntungkan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang menjadi tulang punggung ekonomi daerah.
Dampak multiplier positif dari penyaluran THR ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat di NTT secara keseluruhan. Pemerintah, melalui seluruh KPPN di lingkup Provinsi NTT, terus berkomitmen untuk mempercepat target penyaluran yang tersisa. Tujuannya adalah memastikan seluruh hak penerima dapat tersalurkan tepat waktu sebelum hari raya.
Komitmen ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam mendukung stabilitas ekonomi regional dan kesejahteraan aparatur negara. Upaya maksimal terus dilakukan untuk menyelesaikan proses penyaluran. Dengan demikian, diharapkan seluruh penerima dapat merasakan manfaat THR Lebaran 2026 ini secara optimal.
Advertisement
Sumber: AntaraNews