Pemkab Rejang Lebong Targetkan Kenaikan Signifikan PAD Pariwisata Hingga Rp600 Juta di 2026

Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong menargetkan peningkatan PAD Pariwisata sebesar 150% menjadi Rp600 juta pada 2026, mendorong inovasi destinasi wisata demi menarik lebih banyak pengunjung.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Pemkab Rejang Lebong Targetkan Kenaikan Signifikan PAD Pariwisata Hingga Rp600 Juta di 2026
Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong menargetkan peningkatan PAD Pariwisata sebesar 150% menjadi Rp600 juta pada 2026, mendorong inovasi destinasi wisata demi menarik lebih banyak pengunjung. (AntaraNews)

Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, telah menetapkan target ambisius untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata pada tahun 2026. Target ini mencapai Rp600 juta, menunjukkan peningkatan signifikan dari tahun sebelumnya. Kenaikan ini merefleksikan komitmen pemerintah daerah dalam mengoptimalkan potensi wisata.

Angka target PAD Pariwisata ini melonjak sekitar 150 persen dibandingkan dengan realisasi tahun sebelumnya yang hanya Rp240 juta. Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Rejang Lebong, Riki Irawan, menyatakan bahwa peningkatan ini adalah bagian dari upaya menyeluruh untuk mendukung program optimalisasi PAD. Pihaknya akan berupaya keras untuk mencapai target tersebut.

Untuk mencapai target tersebut, Dispar Rejang Lebong akan fokus pada pengelolaan dua objek wisata utama milik Pemkab. Objek tersebut meliputi Pemandian Suban Air Panas di Kecamatan Curup Timur dan Danau Mas Harun Bastari (DMHB) di Kecamatan Selupu Rejang. Inovasi dan peningkatan fasilitas menjadi kunci utama strategi ini.

Optimalisasi Pendapatan Asli Daerah Melalui Sektor Pariwisata

Peningkatan target PAD Pariwisata sebesar 150 persen ini bukan tanpa alasan, melainkan didasari oleh potensi besar yang dimiliki Rejang Lebong. Dinas Pariwisata Rejang Lebong bertekad untuk memaksimalkan pendapatan dari dua aset wisata unggulan daerah. Ini merupakan langkah strategis dalam mendukung kemandirian finansial daerah.

Riki Irawan menegaskan pentingnya inovasi bagi para pengelola objek wisata. Mereka diminta untuk terus mempercantik kawasan wisata serta menambah berbagai fasilitas pendukung. Tujuannya adalah agar daya tarik wisata meningkat dan mampu memikat lebih banyak pengunjung.

Pemandian Suban Air Panas dan Danau Mas Harun Bastari (DMHB) diharapkan menjadi lokomotif penggerak PAD pariwisata. Dengan sentuhan inovasi dan pengelolaan yang profesional, kedua destinasi ini diyakini mampu menarik kunjungan wisatawan. Peningkatan kualitas layanan menjadi prioritas utama.

Upaya optimalisasi ini juga mencakup promosi yang lebih gencar dan terarah. Dispar Rejang Lebong akan bekerja sama dengan berbagai pihak untuk memperkenalkan keindahan alam dan budaya daerah. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara.

Strategi Menghadapi Persaingan dan Pengembangan Destinasi Baru

Riki Irawan mengakui bahwa saat ini terjadi persaingan ketat antar tempat wisata di Kabupaten Rejang Lebong. Banyaknya destinasi yang dikelola oleh pihak swasta maupun perorangan menuntut pemerintah daerah untuk lebih kreatif. Kondisi ini menjadi tantangan sekaligus pemicu untuk berinovasi.

Selain memaksimalkan objek wisata yang sudah ada, Dinas Pariwisata Rejang Lebong juga memiliki rencana ambisius untuk menambah objek wisata baru. Penambahan ini akan fokus pada destinasi yang dimiliki oleh pemerintah daerah. Ini adalah upaya diversifikasi untuk memberikan lebih banyak pilihan kepada wisatawan.

Beberapa lokasi yang sedang dipertimbangkan untuk pengembangan meliputi kawasan hutan kota di Kecamatan Curup Timur. Selain itu, Air Terjun Curup Lekat di Kecamatan Curup Tengah juga masuk dalam daftar rencana pengembangan. Penambahan ini diharapkan dapat memperkaya khazanah pariwisata Rejang Lebong.

Dengan adanya destinasi baru dan peningkatan kualitas objek wisata yang sudah ada, Rejang Lebong berupaya menjadi tujuan wisata yang lebih kompetitif. Strategi ini diharapkan tidak hanya meningkatkan PAD, tetapi juga menciptakan lapangan kerja. Pengembangan pariwisata berkelanjutan menjadi visi jangka panjang daerah.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi