PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Pelabuhan Kolaka, Sulawesi Tenggara (Sultra), telah menyiapkan enam kapal penyeberangan. Persiapan ini dilakukan guna memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik Lebaran 2026.
Supervisor ASDP Kolaka, Hanafi M, menjelaskan bahwa jumlah armada yang dioperasikan telah disesuaikan. Penyesuaian ini berdasarkan perkiraan peningkatan jumlah penumpang dan kendaraan yang akan mudik dari Pelabuhan Kolaka menuju Bajoe, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan.
Puncak arus mudik diprediksi terjadi pada 14-15 Maret 2026, dipengaruhi oleh keinginan masyarakat untuk pulang lebih awal serta adanya libur sekolah. ASDP Kolaka berkomitmen untuk memastikan keselamatan dan kelancaran arus penumpang selama periode krusial ini.
Advertisement
Advertisement
Kesiapan Armada dan Antisipasi Puncak Arus Mudik Lebaran 2026
ASDP Kolaka telah mengalokasikan enam kapal untuk melayani masyarakat selama periode mudik Lebaran 2026. Kapal-kapal tersebut meliputi KM Fais, KM Perdana Nusantara, KM Raja Dilaut, KM Mishima, KM Masagena, dan KM Kota Bumi.
Hanafi M menambahkan, jika terjadi kepadatan penumpang dan kendaraan, pihak ASDP siap menambah ekstra trip. Langkah ini diambil untuk memastikan seluruh masyarakat dapat terlayani dengan lancar dan tidak terjadi penumpukan di pelabuhan.
Prediksi puncak arus mudik pada 14-15 Maret 2026 menjadi fokus utama dalam perencanaan operasional. Faktor-faktor seperti masyarakat yang ingin menghindari kepadatan dan jadwal libur sekolah turut berkontribusi pada perkiraan ini.
Advertisement
Advertisement
Prioritas Keselamatan dan Kelancaran Operasional Penyeberangan
Keselamatan penumpang menjadi prioritas utama bagi ASDP Kolaka selama arus mudik Lebaran 2026. Berbagai langkah telah disiapkan untuk memastikan keselamatan dan kelancaran perjalanan.
Langkah-langkah tersebut mencakup pengaturan arus kendaraan di area pelabuhan dan pengetatan pengawasan terhadap keselamatan serta keamanan penumpang. Proses pengecekan kapal sebelum keberangkatan juga telah dilakukan secara menyeluruh.
Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Kolaka telah melaksanakan pengecekan kelayakan seluruh kapal. Hasilnya menunjukkan bahwa semua kapal dinyatakan layak dan aman untuk beroperasi, memberikan jaminan bagi para pemudik.
Advertisement
Advertisement
Pengalihan Rute Sementara Lintasan Kolaka-Bajoe
Terkait layanan penyeberangan, akan ada pengalihan operasional rute sementara dari Pelabuhan Kolaka-Bajoe ke lintasan Kolaka-Siwa. Pengalihan ini berlaku mulai 1 April hingga Juni 2026.
Keputusan pengalihan rute sementara ini diambil seiring dengan dilaksanakannya perbaikan struktur movable bridge di dermaga 1 Pelabuhan Bajoe. Perbaikan ini krusial untuk menjamin kelancaran arus penumpang dan kendaraan.
Selain itu, perbaikan tersebut juga bertujuan untuk memastikan keselamatan operasional kapal saat proses sandar di dermaga. Pengalihan rute diharapkan dapat meminimalkan dampak gangguan terhadap jadwal penyeberangan.
Advertisement
Sumber: AntaraNews