Pemerintah Provinsi Banten menunjukkan komitmennya dalam mendukung sektor pertanian dengan mengalokasikan anggaran signifikan. Dana sebesar Rp8,4 miliar digelontorkan untuk pembangunan saluran irigasi sekunder Cibinuangeun. Proyek ini berlokasi di Kecamatan Wanasalam, Kabupaten Lebak, Banten.
Inisiatif strategis ini bertujuan utama untuk memperkuat ketahanan pangan di wilayah tersebut. Saluran irigasi yang dibangun diharapkan mampu mengairi sekitar 2.400 hektare lahan persawahan. Area persawahan ini merupakan milik masyarakat setempat.
Wakil Gubernur Banten, Achmad Dimyati Natakusumah, menegaskan pentingnya proyek ini bagi kesejahteraan petani. Ia juga menekankan peran vital irigasi dalam menjaga pasokan air untuk pertanian. Pembangunan ini menjadi langkah nyata pemerintah dalam mewujudkan kedaulatan pangan.
Advertisement
Advertisement
Peran Vital Irigasi dalam Ketahanan Pangan
Pembangunan saluran irigasi sekunder Cibinuangeun merupakan investasi jangka panjang Pemprov Banten. Anggaran Rp8,4 miliar dialokasikan untuk memastikan ketersediaan air yang memadai bagi lahan pertanian. Ketersediaan air krusial untuk produktivitas padi.
Achmad Dimyati Natakusumah menjelaskan bahwa tanpa infrastruktur irigasi yang memadai, risiko kekeringan pada lahan pertanian sangat tinggi. Kondisi ini dapat mengancam hasil panen dan stabilitas pangan daerah. Oleh karena itu, proyek ini menjadi prioritas utama.
Proyek Irigasi Lebak ini tidak hanya meningkatkan kapasitas pengairan, tetapi juga memberikan jaminan keberlanjutan produksi pertanian. Dengan demikian, ketahanan pangan Provinsi Banten dapat terjaga. Ini juga akan berdampak positif pada ekonomi lokal.
Advertisement
Advertisement
Aspirasi Petani dan Komitmen Pemerintah
Dalam kunjungannya ke Lebak, Wakil Gubernur Dimyati berkesempatan menyerap aspirasi langsung dari para petani. Salah satu petani setempat, Sunarta (68), menyampaikan harapannya terkait kelanjutan pembangunan. Ia membutuhkan saluran irigasi tersier.
Saluran irigasi tersier sangat penting agar air dapat mengalir langsung ke area persawahan tanpa perlu pompa mandiri. Selama ini, banyak petani masih mengandalkan pompa pribadi. Hal ini tentu menambah beban operasional mereka.
Menanggapi permohonan tersebut, Dimyati menyatakan kesiapan pemerintah untuk menindaklanjuti aspirasi petani. Ia menegaskan bahwa kesejahteraan rakyat, khususnya petani, akan selalu menjadi prioritas. Pemerintah akan selalu hadir untuk masyarakat.
Advertisement
Pemerintah Provinsi Banten berkomitmen untuk tidak melihat kewenangan semata. Mereka akan memprioritaskan kebutuhan masyarakat sesuai skala prioritas yang ada. Ini menunjukkan responsifitas terhadap masalah di lapangan.
Advertisement
Harapan dan Imbauan untuk Pemeliharaan Bersama
Wakil Gubernur Dimyati berharap infrastruktur Irigasi Lebak yang telah dibangun dengan anggaran besar ini dapat dijaga bersama. Partisipasi aktif masyarakat sangat dibutuhkan dalam pemeliharaan. Hal ini penting untuk memastikan keberlanjutan manfaatnya.
Dimyati mengimbau masyarakat agar tidak merusak atau melubangi saluran irigasi yang telah ada. Tindakan tersebut dapat mengurangi efektivitas sistem pengairan. Selain itu, kerusakan dapat memperpendek usia pakai fasilitas.
Dengan terpeliharanya fasilitas irigasi ini, diharapkan usia pakainya akan panjang. Ketersediaan air yang stabil akan mendukung peningkatan kesejahteraan petani secara berkelanjutan. Ini adalah investasi yang harus dijaga bersama.
Advertisement
Sumber: AntaraNews