Perum Bulog Kantor Wilayah Papua menyerukan kepada seluruh mitra Rumah Pangan Kita (RPK) dan distributor di wilayah setempat untuk tidak melakukan praktik penentuan harga sepihak terhadap bahan pangan. Permintaan tegas ini disampaikan menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H guna memastikan ketersediaan dan keterjangkauan komoditas pokok bagi masyarakat Jayapura dan sekitarnya.
Pimpinan Perum Bulog Kanwil Papua, Ahmad Mustari, di Jayapura pada Minggu (8/3), menegaskan bahwa RPK merupakan garda terdepan dalam penyaluran bahan pangan strategis. Oleh karena itu, mereka diharapkan mematuhi harga yang telah ditetapkan oleh Bulog sebagai bagian dari upaya menjaga stabilisasi harga pangan Papua di pasaran.
Langkah ini diambil menyusul perhatian serius dari Gubernur Papua, Matius D Fakhiri, terkait fluktuasi harga pangan. Bulog berkomitmen untuk terus memantau penjualan komoditas seperti beras, gula pasir, dan minyak goreng agar tetap sesuai ketentuan dan tidak membebani daya beli masyarakat.
Advertisement
Advertisement
Ahmad Mustari menekankan pentingnya peran RPK dan distributor sebagai perpanjangan tangan Bulog dalam mendistribusikan kebutuhan pokok. Tujuannya adalah untuk memastikan masyarakat dapat memperoleh bahan pangan dengan harga yang wajar dan terjangkau, terutama saat permintaan meningkat menjelang hari besar keagamaan.
Bulog secara aktif mengajak seluruh pegawainya untuk melakukan pemantauan ketat terhadap proses pembelian bahan pangan dari distributor hingga ke RPK. Ini merupakan respons langsung terhadap arahan Gubernur Papua yang menyoroti isu harga pangan di wilayah tersebut.
Komoditas vital seperti beras, gula pasir, dan minyak goreng menjadi fokus utama dalam upaya menjaga stabilisasi harga pangan Papua. Dengan pengawasan yang ketat, diharapkan tidak ada pihak yang mengambil keuntungan berlebihan di tengah kebutuhan masyarakat.
Advertisement
Advertisement
Pimpinan Bulog Kanwil Papua menegaskan bahwa pihaknya tidak akan segan-segan melakukan evaluasi terhadap kerja sama dengan mitra RPK yang terbukti menjual komoditas di atas harga yang telah ditetapkan. Evaluasi ini bisa berujung pada penghentian kemitraan jika pelanggaran terus terjadi.
Kebijakan ini merupakan bentuk komitmen Bulog untuk melindungi konsumen dari praktik penimbunan atau penjualan dengan harga tidak wajar. RPK yang menjadi bagian dari jaringan distribusi Bulog memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga kepercayaan publik.
Mustari menambahkan, “Dan jika ada yang menjual di atas harga yang ditentukan akan kami evaluasi karena RPK ini merupakan perpanjangan tangan Bulog dalam menyalurkan bahan pangan kepada masyarakat.” Pernyataan ini menggarisbawahi keseriusan Bulog dalam menegakkan aturan demi stabilisasi harga pangan Papua.
Advertisement
Advertisement
Masyarakat Papua tidak perlu khawatir mengenai ketersediaan stok bahan pangan pokok. Bulog Kanwil Papua memastikan bahwa stok beras saat ini aman untuk kebutuhan hingga tiga bulan ke depan.
Selain stok yang sudah tersedia di gudang, terdapat sekitar 10.036 ton beras yang masih dalam proses bongkar di pelabuhan. Penambahan cadangan ini akan semakin memperkuat ketahanan pangan di wilayah Papua.
Untuk komoditas minyak goreng, Bulog memiliki stok sebanyak 73 ribu liter yang dijadwalkan akan didistribusikan kepada seluruh RPK dan distributor pada Senin (9/3). Ketersediaan stok yang memadai ini diharapkan dapat mendukung upaya stabilisasi harga pangan Papua dan mencegah lonjakan harga.
Advertisement
Sumber: AntaraNews