Kota Batam, Kepulauan Riau, tengah diramaikan dengan peningkatan aktivitas jual beli ornamen Imlek menjelang perayaan Tahun Baru Kongzili 2577. Para pedagang di sejumlah pusat perbelanjaan melaporkan lonjakan penjualan hingga 50 persen, menunjukkan antusiasme tinggi masyarakat. Fenomena ini terjadi seiring dengan semakin dekatnya hari raya yang jatuh pada Selasa, 17 Februari 2026.
Pusat perbelanjaan di wilayah Batam Kota menjadi saksi keramaian pembeli yang sibuk memilih berbagai pernak-pernik khas Imlek. Mulai dari lampion, gantungan penghias ruangan, amplop atau angpau, hingga stiker dewa keberuntungan, semua menjadi incaran. Barang-barang ini dipercaya membawa keberkahan bagi umat Khonghucu yang akan merayakan.
Peningkatan penjualan ini tidak hanya mencerminkan semangat perayaan, tetapi juga menjadi indikator pemulihan ekonomi lokal. Pedagang telah membuka stan khusus ornamen Imlek sejak awal Februari 2026, menawarkan beragam pilihan dengan harga bervariasi. Diskon menarik juga diberikan untuk memeriahkan suasana belanja.
Advertisement
Advertisement
Peningkatan penjualan ornamen Imlek di Batam mencapai puncaknya di H-2 Imlek, dengan kenaikan hingga 50 persen. Menurut Flora (25), salah satu penjual di pusat perbelanjaan, keramaian sudah terasa sejak seminggu menjelang Imlek. Namun, intensitas pembeli semakin meningkat seiring mendekatnya hari H perayaan.
Stan ornamen Imlek yang dibuka sejak awal Februari 2026 menawarkan hampir 20 ragam pilihan. Harga yang ditawarkan pun bervariasi, mulai dari Rp9.000 hingga Rp1 juta, menjangkau berbagai segmen pembeli. Hal ini memudahkan masyarakat untuk menemukan ornamen yang sesuai dengan anggaran dan kebutuhan mereka.
Salah satu ornamen yang paling banyak dicari dan bahkan sudah habis terjual adalah lampion berlampu. Lampion berwarna merah menyala dengan tulisan 'Fu' yang berarti uang, berdiameter kurang dari satu meter, dibanderol seharga Rp1,1 juta sepasang. Sebanyak 20 kotak lampion serupa dilaporkan telah ludes terjual, menunjukkan tingginya permintaan.
Advertisement
Advertisement
Lampion berlampu menjadi primadona karena diyakini umat Khonghucu membawa keberkahan. Nyala lampu yang memancarkan warna merah menyala dianggap sebagai simbol kemakmuran. Flora menjelaskan, semakin merah rumah mereka, semakin besar pula keberkahan yang akan datang.
Selain lampion, gantungan berbentuk nanas dan bawang putih juga sangat diminati. Ornamen ini dipercaya oleh masyarakat Khonghucu sebagai simbol kedamaian dan doa-doa kebaikan. Meskipun tidak semua pedagang menyediakan ornamen ini karena tingginya persaingan, permintaannya tetap tinggi.
Duilian, stiker berwarna merah dengan tulisan emas yang ditempel di dinding atau pintu masuk, juga menjadi favorit. Stiker ini berfungsi sebagai kertas doa yang menjadi harapan masyarakat Tionghoa di Batam untuk diberkahi rezeki pada tahun mendatang. Ornamen Imlek ini sering dihiasi gambar kuda, yang merupakan shio tahun 2577, dan ikan koi sebagai lambang keberuntungan.
Advertisement
Advertisement
Pusat perbelanjaan besar di Batam seperti One Batam Mall, BCS, dan Nagoya Hill menjadi sentra utama penjualan ornamen Imlek. Yenni, pedagang lainnya, menyebutkan bahwa lokasi-lokasi ini selalu ramai didatangi pembeli. Keberadaan berbagai pilihan dan harga yang kompetitif menjadikan Batam destinasi menarik.
Pembeli ornamen Imlek di Batam tidak hanya berasal dari warga lokal, tetapi juga dari luar Batam, bahkan ada yang datang dari Singapura. Hal ini menunjukkan daya tarik Batam sebagai pusat perbelanjaan yang menawarkan beragam produk Imlek berkualitas. Kehadiran pembeli internasional turut mendongkrak penjualan.
Mendekati pergantian Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili, para penjual juga memberikan potongan harga menarik hingga 40 persen. Contohnya, Chaisan atau stiker doa rezeki, yang semula dijual Rp90 ribu, kini bisa didapatkan dengan harga Rp38 ribu. Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili jatuh pada Selasa, 17 Februari 2026, dengan tanggal 16 Februari ditetapkan sebagai cuti bersama.
Advertisement
Sumber: AntaraNews