Pemkab Mukomuko Gencarkan Pembinaan Petani Cegah Alih Fungsi Lahan Sawah Jadi Sawit

Pemerintah Kabupaten Mukomuko terus berupaya mencegah Alih Fungsi Lahan Sawah Mukomuko menjadi kebun sawit melalui pembinaan petani dan perbaikan irigasi demi ketahanan pangan.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Pemkab Mukomuko Gencarkan Pembinaan Petani Cegah Alih Fungsi Lahan Sawah Jadi Sawit
Pemerintah Kabupaten Mukomuko terus berupaya mencegah Alih Fungsi Lahan Sawah Mukomuko menjadi kebun sawit melalui pembinaan petani dan perbaikan irigasi demi ketahanan pangan. (AntaraNews)

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mukomuko, Provinsi Bengkulu, secara aktif membina para petani untuk mengatasi ancaman alih fungsi lahan sawah menjadi perkebunan kelapa sawit. Langkah ini diambil guna memperkuat ketahanan pangan di wilayah tersebut.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Mukomuko, Hari Mastaman, menyatakan bahwa pembinaan optimal dan dorongan perbaikan infrastruktur irigasi menjadi kunci utama dalam upaya ini. Menurutnya, pemenuhan infrastruktur irigasi yang memadai sangat krusial untuk menjaga keberlanjutan lahan pertanian.

Alih fungsi lahan sawah menjadi kebun sawit selama ini sering terjadi akibat infrastruktur irigasi yang tidak memadai, menyebabkan beberapa area persawahan kekurangan pasokan air. Dengan irigasi yang baik, potensi perubahan fungsi lahan dapat ditekan secara signifikan.

Peran Krusial Irigasi dalam Mencegah Alih Fungsi Lahan Sawah Mukomuko

Infrastruktur irigasi yang memadai menjadi faktor penentu utama dalam mencegah Alih Fungsi Lahan Sawah Mukomuko. Ketika pasokan air ke persawahan terjamin, petani cenderung mempertahankan lahannya untuk menanam padi. Kondisi irigasi yang buruk seringkali menjadi pemicu utama bagi petani untuk beralih ke komoditas lain yang tidak terlalu bergantung pada air, seperti kelapa sawit.

Hari Mastaman menegaskan bahwa ketersediaan air yang optimal melalui sistem irigasi yang baik dapat menekan laju konversi lahan. Hal ini karena petani akan merasakan manfaat ekonomi yang lebih stabil dari hasil panen padi yang teratur. Oleh karena itu, perbaikan dan pembangunan irigasi menjadi prioritas utama.

Upaya pencegahan Alih Fungsi Lahan Sawah Mukomuko ini tidak hanya berfokus pada pembinaan, tetapi juga pada penyediaan sarana prasarana penunjang. Dengan demikian, produktivitas lahan sawah dapat ditingkatkan dan minat petani untuk mempertahankan komoditas padi tetap tinggi.

Dukungan Anggaran Pusat untuk Infrastruktur Irigasi Mukomuko

Pemerintah daerah Mukomuko menghadapi tantangan keterbatasan anggaran dalam memenuhi kebutuhan infrastruktur irigasi di berbagai wilayah. Untuk mengatasi hal ini, Dinas Pertanian Kabupaten Mukomuko secara proaktif mengajukan proposal perbaikan dan pembangunan sarana prasarana irigasi kepada pemerintah pusat dan pemerintah provinsi.

Pada tahun 2025, meskipun terjadi efisiensi anggaran di tingkat kabupaten, Mukomuko mendapatkan alokasi dana signifikan melalui Instruksi Presiden (Inpres) tentang infrastruktur irigasi. Dana ini berasal dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR) melalui Balai Wilayah Sungai (BWS), yang difokuskan untuk pembangunan di Kabupaten Mukomuko.

Anggaran besar untuk pembangunan sarana irigasi pada tahun 2025 ini diharapkan dapat mempercepat perbaikan dan pembangunan jaringan irigasi yang vital. Meskipun pelaksana teknisnya berada di instansi pekerjaan umum, lokasi kegiatan diprioritaskan di Kabupaten Mukomuko untuk mendukung program ketahanan pangan.

Luas Lahan Sawah dan Target Ketahanan Pangan Nasional

Saat ini, luas keseluruhan lahan sawah di Kabupaten Mukomuko mencapai 3.400 hektare. Lahan ini tersebar di dua daerah irigasi utama, yaitu Daerah Irigasi Air Manjuto dan Selagan. Pemeliharaan dan peningkatan produktivitas lahan ini menjadi sangat penting untuk menjaga stabilitas pasokan pangan.

Dengan fokus pada pembinaan petani dan peningkatan infrastruktur irigasi, Pemkab Mukomuko berharap dapat mempertahankan luas lahan sawah yang ada. Ini merupakan bagian integral dari upaya pemerintah daerah untuk mendukung program ketahanan pangan nasional.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi