Tensi Geopolitik Sedang Panas, Para Pelaku Usaha di Indonesia Optimistis Bisnis Tetap Berjalan

Ketua Umum Apindo Shinta Widjaja Kamdani mengatakan para pelaku usaha tetap menjalankan busines to business meski geopolitik sedang tegang.

Pandasurya Wijaya
Oleh Pandasurya Wijaya - Reporter
Tensi Geopolitik Sedang Panas, Para Pelaku Usaha di Indonesia Optimistis Bisnis Tetap Berjalan
Tensi Geopolitik Sedang Panas, Para Pelaku Usaha di Indonesia Optimistis Bisnis Tetap Berjalan (Merdeka.com)

Situasi geopolitik di dunia saat ini sedang memanas di tengah kebijakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menerapkan tarif bea masuk impor dinaikkan untuk banyak negara, termasuk Indonesia. Di sisi lain AS juga masih bergulat dengan perang dagang melawan China.

Para pelaku usaha, khususnya di Indonesia, menilai di tengah kondisi seperti itu masih ada kesempatan cukup terbuka untuk meningkatkan kerja sama perdagangan dengan negara lain seperti China dan Hong Kong.

"Mereka (China) adalah negara yang sangat penting untuk kita bisa meningkatkan investasi kita," ujar Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Widjaja Kamdani dalam acara China Conference: Southeast Asia 2026 “Indonesia’s Growing Leadership in Southeast Asia’s Green Economy” di Jakarta, Selasa (10/02).

"Hong Kong juga masih menjadi salah satu destinasi ekspor tertinggi untuk Indonesia," kata Shinta.

Indonesia Diminati Investor

Dalam acara konferensi Belt and Road Initiative di Hong Kong dan China, kata dia, pelaku usaha melihat ada kesempatan untuk meningkatkan kerja sama di bidang infrastruktur dan bagaimana Indonesia bisa menjadi bagian dari rantai pasok regional maupun global.

"Ketegangan geopolitik itu secara tidak langsung terasa di dalam bisnis tapi kita selalu memfokuskan dalam bisnis ini B2 B (Business to Business)," jelas Shinta.

"Jadi dari sisi pelaku usaha kita mencoba mencapai suatu pemahaman yang sama supaya kita bisa menyampaikan output kepada para leader kita," lanjut Shinta.

Menurut dia, Indonesia punya posisi yang menarik untuk semua pihak karena memiliki banyak kesempatan untuk proyek pembangunan.

Sementara untuk energi keberlanjutan, Indonesia juga banyak sekali kesempatan yang diminati para investor.

"PR kita adalah bagaimana kita agar punya iklim investasi yang kondusif dan kompetitif," ujar Shinta.

"Walaupun di luar sana dinamika geopolitik sangat tegang, kalau di dalam bisnis, bisnis adalah bisnis. Cuma memang ketidakpastian itu ada dan terkadang masalahnya adalah apakah kita bisa meminimalisir risikonya," kata Shinta.

Rekomendasi