Indonesia Capital Market Student Studies atau ICMSS merupakan salah satu acara untuk memberikan edukasi kepada investor muda baik dari skala internal panitia hingga eksternal. ICMSS memiliki values yang selalu menjadi acuan panitia dalam melaksanakan acaranya yaitu PROFGAN (Professionalism, Family, and Elegance).
ICMSS memiliki 3 rangkaian acara utama yaitu Investment Training, International Capital Market Seminar, dan Equity Research Conference. The 25th ICMSS International Capital Market Seminar merupakan acara seminar yang dibalut dengan topik-topik khusus serta menarik seputar dunia pasar modal dengan tema besar 'The Diverged Trajectory: Reinstating Sovereignty Through Global Disparity'.
Dalam melaksanakan acara ini, ICMSS beberapa kali mengundang pembicara ternama seperti Pahala Mansury, Bambang Soesatyo, Fithra Faisal, dan masih banyak lainnya. The 25th ICMSS telah sukses menyelenggarakan rangkaian acara International Capital Market Seminar Day 1 yang terdiri dari 3 sesi.
The 25th ICMSS telah menyelenggarakan rangkaian acara International Capital Market Seminar Day 2 yang melanjutkan sesi ke-4 dari rangkaian 4 sesi, serta satu sesi spesial oleh Sim Invest.
Sesi ke-4 dari International Capital Market Seminar dilaksanakan dengan membawa tema 'Bullion Banks: A Strategic Initiative for Indonesia’s Economic Strengthening' yang dibawakan Sandra Sunanto (Chief Executive Officer PT Hartadinata Abadi Tbk), Samahari Gumawan (Head of PVML Development Directorate), dan Ferdian Timur Satyagraha (Chief Financial & Strategy Officer PT Pegadaian).
Sesi ini menjelaskan pengembangan ekosistem kegiatan usaha bulion di Indonesia melalui penguatan regulasi, optimalisasi peran emas dalam sistem keuangan, serta dukungannya terhadap hilirisasi dan pendalaman pasar keuangan nasional. Terakhir, untuk menutup kegiatan International Capital Market Seminar, Sim Invest memberikan sesi spesial dengan tujuan mengedukasi terkait fitur dan kelebihan berinvestasi menggunakan platform Sim Invest.
Advertisement
Bahas soal Emas Jadi Investasi Jangka Panjang
Selanjutnya, pada sesi doorstep interview bersama Samahari Gumawan, Head of PVML Development Directorate, menekankan bahwa emas tidak hanya berperan sebagai instrumen, tetapi juga alternatif investasi jangka panjang yang semakin relevan, khususnya bagi generasi muda.
Ia menegaskan pentingnya pemahaman menyeluruh terhadap produk emas, mulai dari proses perolehan, karakteristik, hingga kesesuaiannya dengan kebutuhan investor.
Seiring masuknya emas ke dalam sistem keuangan formal, emas dinilai semakin menarik sebagai pilihan investasi yang berkelanjutan di tengah kondisi global yang penuh ketidakpastian.
Samahari menyoroti peran penting digitalisasi dalam mendorong pertumbuhan investasi emas ritel di Indonesia, dengan tetap memperhatikan manajemen risiko dan keamanan siber. Ia juga mengingatkan agar investor, khususnya generasi muda, tidak terjebak FOMO, memilih penjual yang kredibel, serta menjadikan edukasi sebagai fondasi utama dalam berinvestasi.
Kehadiran bulion bank dinilai mampu meningkatkan likuiditas, transparansi harga, serta akses masyarakat terhadap investasi emas, sekaligus membuka peluang nilai tambah melalui penyimpanan emas yang lebih aman dan produktif.