Fantastis, Belanja Pakaian hingga Sepatu Masyarakat Indonesia Tembus Rp120 Triliun per Tahun

Merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS), pengeluaran masyarakat untuk komoditas tersebut mencapai Rp35.457 per kapita per bulan.

Maulandy Rizki Bayu Kencana
Fantastis, Belanja Pakaian hingga Sepatu Masyarakat Indonesia Tembus Rp120 Triliun per Tahun
Fantastis, Belanja Pakaian hingga Sepatu Masyarakat Indonesia Tembus Rp120 Triliun per Tahun (Merdeka.com)

Wakil Menteri Perindustrian (Wamenperin) Faisol Riza mengungkapkan masyarakat Indonesia mengeluarkan nyaris Rp120 triliun per tahun untuk membeli komoditas pakaian, alas kaki dan tutup kepala semisal baju dan sepatu. Merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS), Faisol mengatakan, pengeluaran masyarakat untuk komoditas tersebut mencapai Rp35.457 per kapita per bulan.

Jika dikalikan dengan total penduduk Indonesia yang sekitar 281,6 juta jiwa, maka secara tahunan warga Indonesia bisa menghabiskan hingga Rp119 triliun lebih untuk membeli baju hingga sepatu.

"Total belanja masyarakat untuk komoditas sandang diperkirakan mencapai Rp10 triliun per bulan, setara dengan Rp119,82 triliun per tahun," ujar Faisol dalam rapat kerja dan rapat dengar pendapat bersama Komisi VI DPR RI, Rabu (4/2).

"Angka ini menunjukan sangat besar peluang pasar domestik yang dapat terus dioptimalkan untuk memperkuat industri nasional, khususnya di sektor industri tekstil dan produk tekstil dalam negeri," ujar Faisol.

Bila dihitung rata-rata pengeluaran per kapita untuk pakaian, alas kaki dan tutup kepala, masyarakat yang tinggal di kota bisa menghabiskan Rp40.384 per bulan. Sementara penduduk desa menghabiskan uang dengan nominal lebih kecil Rp28.434 per bulan.

Meskipun begitu, angka tersebut tidak memberikan angin segar kepada industri tekstil dan produk tekstil (TPT). Lantaran ancaman baju bekas impor yang masih besar di pasar nasional.

BPS mencatat, rata-rata presentase impor pakaian bekas dibandingkan impor pakaian jadi sepanjang periode 2020-2025 mencapai 48 persen. Artinya, hampir separuh dari seluruh produk baju impor di pasaran merupakan pakaian bekas.

Itu terjadi lantaran harga baju bekas impor jauh lebih mudah dibandingkan produk original. "Pakaian bekas impor yang masuk ke pasar domestik secara ilegal dengan harga sangat rendah, 10,4-19,9 kali dibandingkan harga pakaian jadi impor," kata Faisol.

Rekomendasi