Pembangunan fisik pelindung pilar atau fender Jembatan Mahakam I di Samarinda, Kalimantan Timur, telah resmi dimulai pada akhir Januari 2026. Proyek vital ini merupakan tindak lanjut dari insiden tabrakan kapal yang terjadi setahun silam, tepatnya pada Februari 2025. Pengerjaan ini diharapkan dapat rampung dalam waktu tiga bulan ke depan, yakni pada April 2026.
PT Pelayaran Mitra Tujuh Samudra bertanggung jawab penuh atas insiden tersebut dan mengucurkan dana sebesar Rp27 miliar untuk membiayai proyek ini. Kepala Bidang Status Hukum dan Sertifikasi Kapal KSOP Kelas I Samarinda, Muhammad Ridha Rengreng, menyatakan bahwa pengerjaan diawali dengan pemancangan tiang pertama.
Pembangunan fender ini bertujuan untuk menjamin keselamatan masyarakat pengguna jembatan dengan material spesifikasi tinggi. Otoritas menjamin kekuatan material pelindung kali ini mampu meredam benturan keras, mencegah kerusakan struktur utama jembatan di masa depan.
Advertisement
Advertisement
Proyek pembangunan pelindung pilar Jembatan Mahakam I ini menandai titik terang setelah pilar jembatan dibiarkan tanpa proteksi sejak insiden tabrakan. Kapal bermuatan kayu sengon menabrak jembatan pada Februari 2025, menyebabkan kerusakan signifikan pada struktur pelindung. Kini, dengan kucuran dana Rp27 miliar, perbaikan mendesak dapat segera direalisasikan.
Muhammad Ridha Rengreng dari KSOP Kelas I Samarinda menjelaskan bahwa pengerjaan fisik telah dimulai dengan pemancangan tiang pertama. Estimasi waktu penyelesaian proyek ini adalah tiga bulan, sehingga ditargetkan rampung pada April 2026. Pemerintah menargetkan pembangunan dolphin dan fender ini dapat selesai tepat waktu.
Seluruh biaya perbaikan Jembatan Mahakam ini sepenuhnya ditanggung oleh perusahaan penabrak melalui klaim asuransi. Hal ini ditegaskan oleh Sekretaris Pelaksana Teknik Satuan Kerja Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kalimantan Timur, Sri Widodo. Realisasi proyek membutuhkan waktu lama karena tahapan perencanaan yang matang.
Advertisement
Advertisement
Pemasangan konstruksi pelindung pilar memiliki peran krusial untuk menjamin keselamatan masyarakat yang melintas di atas jembatan. Material fender yang digunakan memiliki spesifikasi tinggi, dirancang untuk meredam benturan keras. Ini penting guna mencegah kerusakan struktur utama jembatan akibat tabrakan di masa mendatang.
Selama masa tunggu pembangunan, KSOP Kelas I Samarinda bersama Polairud telah mengambil langkah preventif. Mereka mengerahkan kapal tunda untuk melakukan pengawalan ketat terhadap setiap kapal yang melintas di bawah Jembatan Mahakam. Tindakan ini memastikan tidak ada insiden susulan saat pilar jembatan dalam kondisi rentan tanpa perisai.
Ridha mengungkapkan rasa syukurnya bahwa arus lalu lintas perairan sejauh ini berjalan lancar. Baik kapal bermuatan maupun kapal kosong dapat melakukan olah gerak dengan aman di bawah pengawasan. Langkah preventif ini dilakukan secara masif demi keamanan navigasi dan struktur jembatan.
Advertisement
Advertisement
Sri Widodo dari BBPJN Kaltim menjelaskan bahwa proses realisasi proyek ini memakan waktu yang cukup lama. Hal ini disebabkan oleh tahapan perencanaan yang sangat matang dan kompleks. Koordinasi lintas instansi menjadi kunci dalam memastikan kelancaran proyek ini.
Proses koordinasi melibatkan berbagai pihak, mulai dari desain teknis hingga skema kontrak asuransi. Faktor-faktor inilah yang menjadi alasan mengapa pengerjaan baru bisa dimulai pada akhir Januari 2026. Setiap detail dipertimbangkan secara cermat untuk hasil terbaik.
Dengan dimulainya pembangunan ini, diharapkan struktur Jembatan Mahakam I dapat kembali aman sepenuhnya. Penyelesaian tepat waktu pada April 2026 akan mengembalikan kepercayaan publik terhadap keamanan infrastruktur vital ini. Keselamatan dan kelancaran lalu lintas menjadi prioritas utama pemerintah daerah.
Advertisement
Sumber: AntaraNews