Ratusan Hektare Tanaman Padi Puso di Tangerang Akibat Banjir, Pemkab Siapkan Bantuan

Banjir melanda Kabupaten Tangerang, mengakibatkan ratusan hektare Tanaman Padi Puso. Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan mencatat 194,5 ha gagal panen, mendorong Pemkab siapkan bantuan bibit.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Ratusan Hektare Tanaman Padi Puso di Tangerang Akibat Banjir, Pemkab Siapkan Bantuan
Banjir melanda Kabupaten Tangerang, mengakibatkan ratusan hektare Tanaman Padi Puso. Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan mencatat 194,5 ha gagal panen, mendorong Pemkab siapkan bantuan bibit. (AntaraNews)

Bencana banjir yang melanda wilayah Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, menyebabkan kerugian signifikan pada sektor pertanian. Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Tangerang mencatat adanya ratusan hektare tanaman padi yang mengalami puso. Kejadian ini berdampak serius bagi para petani di berbagai kecamatan.

Data terbaru per 27 Januari 2026 menunjukkan bahwa 194,5 hektare lahan pertanian padi mengalami puso atau gagal panen akibat terendam banjir. Total 1.387 hektare lahan sawah di Kabupaten Tangerang terdampak banjir. Kerugian ini disebabkan oleh curah hujan ekstrem dan luapan sungai yang terjadi beberapa pekan terakhir.

Kepala DPKP Kabupaten Tangerang, Ujang Sudiartono, menjelaskan bahwa pihaknya terus melakukan pendataan. Pemerintah daerah kini tengah menyiapkan berbagai upaya penanganan untuk membantu para petani yang terdampak. Bantuan bibit padi menjadi salah satu fokus utama dalam upaya pemulihan ini.

Dampak Banjir pada Sektor Pertanian Tangerang

Banjir yang merendam Kabupaten Tangerang telah menyebabkan 194,5 hektare tanaman padi puso tersebar di empat kecamatan. Kecamatan Cisoka, khususnya Desa Bojongloa dan Carenang, menjadi wilayah paling parah dengan 185 hektare lahan puso. Selain itu, Kecamatan Panongan, Jayanti, dan Balaraja juga mengalami gagal panen padi.

Secara keseluruhan, 1.387 hektare lahan pertanian di 16 kecamatan terdampak bencana banjir ini. Wilayah-wilayah tersebut meliputi Tigaraksa, Cisoka, Panongan, Jayanti, Balaraja, Sindangjaya, Rajeg, Jambe, Sukadiri, Pakuhaji, dan Kronjo dengan total 49 desa.

Bencana alam ini, yang terjadi antara 11 hingga 27 Januari 2026, disebabkan oleh hujan deras dan luapan sungai-sungai utama. Sungai Cidurian, Sungai Cirarab, dan Situ Gelam dilaporkan meluap, memperparah kondisi banjir. Ketinggian air di beberapa wilayah masih mencapai 30 hingga 80 sentimeter.

Upaya Penanganan dan Pemulihan Lahan Puso

Pemerintah Kabupaten Tangerang tidak tinggal diam menghadapi dampak tanaman padi puso ini. Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) bersama tim penyuluh dari Kementerian Pertanian terus mengidentifikasi dan mendata wilayah terdampak. Pendataan lanjutan akan terus dilakukan mengingat perkembangan iklim hingga pertengahan Februari 2026, sesuai data BMKG.

Sebagai langkah konkret, Pemkab Tangerang melalui DPKP telah menyiapkan benih padi bagi kelompok tani yang lahannya mengalami puso. Upaya rehabilitasi lahan juga menjadi prioritas untuk memastikan produktivitas pertanian dapat kembali pulih. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban para petani.

Bupati Tangerang, Moch Maesyal Rasyid, menegaskan bahwa seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait telah dikerahkan. Penanganan pascabencana difokuskan pada pemulihan kondisi, baik bagi korban banjir maupun penanganan penyebab banjir. Koordinasi antar-OPD terus dilakukan untuk penanganan yang komprehensif.

Kondisi Terkini dan Data Korban Banjir

Banjir di Kabupaten Tangerang tidak hanya berdampak pada sektor pertanian, tetapi juga pada ribuan warga. Total 27 dari 29 wilayah kecamatan di daerah itu terdampak bencana banjir. Akibatnya, 33 ribu kepala keluarga (KK) atau sekitar 133 ribu jiwa menjadi korban langsung dari musibah ini.

Meskipun beberapa wilayah telah berangsur surut, banjir masih terjadi di sejumlah titik dengan ketinggian bervariasi. Luapan dari Sungai Cidurian, Sungai Cirarab, dan Situ Gelam masih menjadi penyebab utama. Kondisi ini memerlukan perhatian serius dari pemerintah daerah.

Pemkab Tangerang terus berupaya melakukan pemulihan pascabencana secara menyeluruh. Penanganan tidak hanya terbatas pada bantuan bibit untuk tanaman padi puso, tetapi juga mencakup bantuan bagi warga terdampak. Fokusnya adalah memastikan masyarakat dapat kembali beraktivitas normal secepat mungkin.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi