Menkeu Purbaya Sebut Juda Agung Masuk Bursa Calon Wamenkeu Pengganti Thomas Djiwandono

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut nama mantan Deputi Gubernur BI Juda Agung masuk bursa calon Wamenkeu. Pelantikan diperkirakan Februari 2026.

Fauzan Jamaludin
Oleh Fauzan Jamaludin - Reporter
Menkeu Purbaya Sebut Juda Agung Masuk Bursa Calon Wamenkeu Pengganti Thomas Djiwandono
Menkeu Purbaya Sebut Juda Agung Masuk Bursa Calon Wamenkeu Pengganti Thomas Djiwandono (Merdeka.com)

Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia, Juda Agung, termasuk salah satu nama yang dipertimbangkan untuk mengisi posisi Wakil Menteri Keuangan yang kini masih belum terisi usai Thomas Djiwandono mengundurkan diri.

Purbaya mengakui telah bertemu langsung dengan Juda Agung. Dari pertemuan tersebut, nama Juda disebut sebagai kandidat yang memiliki peluang besar untuk mengisi jabatan tersebut.

"Kelihatannya (Juda Agung). Kan saya sudah ketemu dengan beliau, dan kelihatannya sih salah satu calon yang kuat ya," kata Purbaya usai menghadiri Indonesia Fiscal Forum (IFF) 2026 di Jakarta, Selasa dikutip Antara, Selasa (27/1).

Meski demikian, Purbaya menegaskan belum ada kepastian terkait siapa yang akan ditunjuk secara resmi sebagai Wakil Menteri Keuangan.

Pelantikan Wamenkeu Diperkirakan Februari

FOTO: Thomas Djiwandono Paparkan Strategi GERAK di Uji Kelayakan Deputi Gubernur BI
Calon Deputi Gubernur Bank Indonesia Thomas Djiwandono mengikuti uji kelayakan dan kepatutan calon Deputi Gubernur Bank Indonesia di ruang Komisi XI DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (26/1/2026). merdeka.com/ arie basuki

Terkait waktu pengangkatan, Purbaya menyampaikan bahwa pelantikan Wamenkeu diperkirakan akan berlangsung pada Februari 2026.

"Pelantikan saya dengar sih Februari ya, ada yang bilang seharusnya Februari. Mungkin minggu depan," ujarnya.

Mengenai pembagian tugas Wakil Menteri Keuangan ke depan, Purbaya menyebut belum ada keputusan final. Namun, ia memastikan bahwa sektor penerimaan negara dari bea cukai dan perpajakan akan menjadi fokus utama yang ditangani langsung olehnya.

"Saya juga enggak tahu pembagiannya seperti apa, pokoknya kita kerja aja udah. Yang macet-macet saya beresin. Tapi bea cukai dan pajak saya tangani langsung karena itu penting buat penerimaan tahun ini dan untuk menekan defisit anggaran kita," kata Purbaya.

Sosok Juda Agung

Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Juda Agung
Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Juda Agung mencatat sumbangan devisa dari Pekerja Migran Indonesia (PMI) mencapai USD 14,2 bilion di sepanjang 2023. Nilai ini setara Rp230,6 triliun dengan asumsi kurs Rp16.243. (Merdeka) @ 2024 merdeka.com

Sebagaimana diketahui, Juda Agung resmi mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia sejak 13 Januari 2026. Ia sebelumnya menjabat berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 147/P Tahun 2021 dan dilantik pada 6 Januari 2022.

Posisi Deputi Gubernur BI yang ditinggalkan Juda Agung kini telah diisi oleh Thomas Djiwandono, mantan Wakil Menteri Keuangan, melalui hasil rapat musyawarah Komisi XI DPR RI pada Senin malam, 27 Januari 2026.

Rekomendasi