Pemerintah Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, mengumumkan adanya investasi signifikan dari sebuah perusahaan garmen. Investasi senilai Rp500 miliar ini berlokasi di Pringsurat dan diproyeksikan membawa dampak positif yang besar bagi wilayah tersebut. Proyek ini diharapkan menjadi pendorong utama dalam upaya pengentasan kemiskinan dan pengurangan angka pengangguran di Temanggung.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Temanggung, Dwi Sukarmei, menyatakan bahwa perusahaan garmen ini merupakan entitas dalam negeri dengan skala operasional internasional. Investasi ini dijadwalkan akan mulai beroperasi pada akhir tahun 2026 atau paling lambat Januari 2027.
Kehadiran investasi garmen ini menjadi angin segar bagi perekonomian Temanggung, menawarkan harapan baru bagi masyarakat setempat. Dengan potensi penyerapan tenaga kerja hingga 9.000 orang, sebagian besar diharapkan berasal dari warga Kabupaten Temanggung.
Advertisement
Advertisement
Progres Administrasi dan Jadwal Pembangunan Pabrik Garmen
Dwi Sukarmei menjelaskan bahwa progres administrasi pertanahan untuk lokasi pembangunan pabrik garmen di Pringsurat telah mencapai hampir 50 persen. Pihak Pemkab Temanggung menargetkan seluruh administrasi pertanahan dapat diselesaikan pada akhir bulan ini.
Setelah proses administrasi pertanahan rampung, tahapan selanjutnya adalah pengurusan perizinan yang akan dikoordinasikan oleh DPMPTSP. Proses perizinan ini diperkirakan memakan waktu satu hingga dua bulan.
Pembangunan fisik pabrik garmen tersebut direncanakan akan dimulai sekitar bulan Mei atau Juni 2026. Investor berharap fasilitas produksi sudah dapat beroperasi penuh pada akhir Desember 2026 atau awal Januari 2027.
Advertisement
Advertisement
Dampak Ekonomi dan Penyerapan Tenaga Kerja Investasi Garmen
Investasi garmen senilai Rp500 miliar ini dipandang sebagai katalisator penting bagi pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Temanggung. Dengan kapasitas produksi garmen berupa jersey atau kaus olahraga, produk-produk ini nantinya akan diekspor ke luar negeri.
Penyerapan tenaga kerja yang masif, mencapai sekitar 9.000 orang, akan memberikan peluang kerja signifikan bagi masyarakat lokal. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah daerah untuk mengurangi angka pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan warga.
Dwi Sukarmei juga menyebutkan bahwa kontribusi UMKM di Temanggung cukup signifikan dalam menopang investasi daerah, meskipun Temanggung belum menjadi kawasan industri besar seperti daerah lain. Investasi garmen ini akan melengkapi ekosistem ekonomi yang sudah ada.
Advertisement
Sumber: AntaraNews