Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah mengonfirmasi ketersediaan dan distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) serta Elpiji di wilayah Kabupaten Jepara, Kudus, dan Pati, Jawa Tengah, tetap aman dan terkendali. Pernyataan ini disampaikan di Semarang pada Sabtu (17/1) oleh Area Manager Communication, Relations, and CSR Pertamina Patra Niaga Regional JBT, Taufiq Kurniawan. Hal ini menjadi kabar baik di tengah kondisi banjir yang melanda sejumlah daerah akibat curah hujan tinggi beberapa hari terakhir.
Meskipun beberapa jalur suplai utama terdampak genangan air, Pertamina telah mengambil langkah-langkah proaktif untuk memastikan kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi. Genangan banjir dilaporkan terjadi di Trengguli (Kabupaten Demak), kawasan Kaligawe dan Pengapon (Kota Semarang), serta jalur lintas Kudus–Jepara–Juwono. Kondisi ini menuntut penyesuaian operasional yang cepat dan tepat dari pihak Pertamina.
Untuk mengatasi tantangan distribusi ini, Pertamina menerapkan pengaturan jalur alternatif dan penyesuaian pola pasokan energi. Monitoring dan mitigasi pasokan terus dilakukan secara intensif di lapangan. Strategi ini bertujuan untuk menjaga kelancaran pasokan energi di kawasan Pantura Jawa Tengah yang terdampak bencana alam.
Advertisement
Advertisement
Strategi Distribusi Adaptif Hadapi Banjir
Pertamina Patra Niaga Regional JBT secara sigap melakukan pengaturan distribusi pada dini hari untuk menghindari kemacetan dan genangan banjir. Perubahan jalur suplai juga diterapkan demi memastikan kebutuhan energi masyarakat terpenuhi tanpa hambatan berarti. Langkah ini menunjukkan komitmen Pertamina dalam menjaga stabilitas pasokan energi di tengah kondisi darurat.
Prioritas operasional diberlakukan khusus pada distribusi dini hari, dengan mendahulukan mobil tangki yang menuju wilayah terdampak banjir. Pengoptimalan penggunaan jalur alternatif, seperti melalui Grobogan–Mranggen, menjadi kunci untuk menghindari area genangan. Ini adalah bagian dari upaya mitigasi yang terencana untuk menjaga kelancaran pasokan BBM dan Elpiji banjir.
Taufiq Kurniawan menjelaskan bahwa pengaturan ini krusial untuk memastikan energi sampai ke tangan konsumen. Meskipun terdapat kendala akibat banjir, Pertamina berupaya maksimal agar masyarakat tidak kesulitan mendapatkan BBM dan Elpiji. Koordinasi terus dilakukan untuk memantau situasi di lapangan dan menyesuaikan strategi distribusi jika diperlukan.
Advertisement
Advertisement
Penambahan Pasokan Elpiji 3 Kg untuk Stabilitas Harga
Selain menjaga distribusi BBM, Pertamina juga menyiapkan penambahan pasokan Elpiji 3 kg secara signifikan untuk wilayah yang terdampak banjir. Penambahan ini bertujuan untuk mengamankan ketersediaan Elpiji bagi masyarakat di Jepara, Kudus, dan Pati. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi peningkatan permintaan dan potensi kendala distribusi.
Secara rinci, Kabupaten Jepara mendapatkan tambahan 33.600 tabung, Kabupaten Kudus 29.080 tabung, dan Kabupaten Pati 37.520 tabung. Penambahan pasokan fakultatif Elpiji 3 kg ini dilakukan untuk menjaga stabilitas harga di tingkat konsumen. Ini juga merupakan upaya preventif untuk mencegah kelangkaan yang berpotensi dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab.
Dengan pasokan yang mencukupi, Pertamina berharap distribusi Elpiji tetap lancar dan masyarakat dapat memperolehnya sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET). Ketersediaan Elpiji yang stabil sangat penting untuk kebutuhan rumah tangga, terutama di tengah kondisi bencana. Pertamina terus memantau agar tidak terjadi praktik penimbunan atau penjualan di atas HET.
Advertisement
Advertisement
Penanganan SPBU Terdampak dan Jaminan Kualitas Produk
Beberapa Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kudus dilaporkan terdampak banjir dan harus menghentikan operasional sementara demi alasan keselamatan. SPBU tersebut meliputi 43.593.18 di Jalan Lingkar Utara Bacin, 44.593.15 di Jalur Pantura Demak–Kudus, dan 48.595.05 di Jalan Raya Demak (perbatasan Kudus–Demak). Penghentian operasional ini sesuai dengan prosedur standar keselamatan Pertamina.
Pertamina telah mengarahkan konsumen ke SPBU terdekat yang masih beroperasi sebagai lokasi alih suplai. SPBU alternatif yang direkomendasikan antara lain 44.593.04 Matahari (Jalan Jenderal Ahmad Yani, Kudus), 44.593.01 Prambatan (Jalan Raya Kudus–Jepara), 44.593.09 Hadipolo (Jalan Raya Kudus–Pati), dan 44.593.25 Rendeng (Jalan Jenderal Sudirman, Kudus). Hal ini memastikan masyarakat tetap memiliki akses terhadap BBM.
Terkait kualitas produk, Taufiq Kurniawan menegaskan bahwa seluruh fasilitas yang terdampak banjir tidak akan dioperasikan sebelum dilakukan pemeriksaan menyeluruh. Pertamina memastikan kualitas BBM dan Elpiji tetap sesuai standar yang berlaku. Setiap SPBU yang terdampak banjir akan melalui proses pengecekan ketat sebelum kembali melayani masyarakat, menjamin keamanan dan kualitas produk.
Advertisement
Sumber: AntaraNews