Wakapolda Sulut Soroti Penurunan Produksi Jagung Sulawesi Utara di Tahun 2025

Wakapolda Sulut Brigjen Pol Awi Setiyono mengungkapkan adanya penurunan produksi jagung Sulawesi Utara sebesar 3,84 persen pada tahun 2025, memicu kekhawatiran terhadap ketahanan pangan daerah.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Wakapolda Sulut Soroti Penurunan Produksi Jagung Sulawesi Utara di Tahun 2025
Wakapolda Sulut Brigjen Pol Awi Setiyono mengungkapkan penurunan signifikan pada produksi jagung Sulut sebesar 3,84 persen di tahun 2025, memicu perhatian terhadap sektor pertanian dan ketahanan pangan. (AntaraNews)

Manado – Produksi jagung di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) diperkirakan mengalami penurunan signifikan pada tahun 2025. Wakapolda Sulut, Brigjen Pol Awi Setiyono, mengumumkan bahwa terjadi penurunan sebesar 3,84 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Data ini disampaikan dalam kegiatan panen raya jagung serentak yang dipusatkan di Kota Bitung, Jumat.

Penurunan produksi jagung ini menjadi perhatian serius bagi pemerintah daerah dan aparat keamanan. Pasalnya, jagung merupakan salah satu komoditas pertanian strategis yang menopang perekonomian dan ketahanan pangan di Sulawesi Utara. Pergeseran komoditas tanam di beberapa lahan menjadi salah satu faktor penyebab utama penurunan ini.

Brigjen Pol Awi Setiyono menjelaskan bahwa pada tahun 2024, total produksi jagung di Sulut mencapai 112,77 ton. Angka ini kemudian turun menjadi 108,93 ton pada tahun 2025, menunjukkan perlambatan dalam sektor pertanian jagung. Kondisi ini menuntut adanya evaluasi dan strategi komprehensif untuk meningkatkan kembali produktivitas.

Penyebab Penurunan dan Upaya Panen Raya

Salah satu faktor utama yang diidentifikasi sebagai penyebab penurunan produksi jagung di Sulawesi Utara adalah pengalihan fungsi lahan. Brigjen Pol Awi Setiyono menyampaikan bahwa sejumlah lahan yang sebelumnya ditanami jagung kini beralih ke penanaman nilam. Pergeseran ini berdampak langsung pada volume panen jagung secara keseluruhan di provinsi tersebut.

Meskipun terjadi penurunan, panen raya jagung tetap dilaksanakan sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas pasokan. Panen raya kuartal IV tahun 2025 ini dipusatkan di Kelurahan Manembo-nembo Tengah, Kecamatan Matuari, Kota Bitung. Di lokasi ini, luas lahan sekitar empat hektare diperkirakan menghasilkan produksi jagung sebanyak 12 ton.

Secara keseluruhan, total luas lahan yang terlibat dalam panen jagung raya kuartal IV tahun 2025 mencapai 22,6 hektare. Lahan-lahan ini tersebar di seluruh jajaran wilayah Sulawesi Utara, dengan perkiraan hasil panen mencapai 57,5 ton. Kegiatan panen raya ini merupakan bagian dari siklus pertanian yang terus berjalan meskipun ada tantangan penurunan produksi.

Target Penanaman dan Dukungan Nasional

Untuk mengantisipasi penurunan produksi dan meningkatkan kembali sektor pertanian jagung, rencana penanaman jagung di kuartal I tahun 2026 telah dicanangkan. Brigjen Pol Awi Setiyono menyebutkan bahwa akan ada penanaman di lahan seluas 35 hektare. Lahan ini akan tersebar di 17 titik tanam yang berbeda di seluruh wilayah Sulawesi Utara.

Upaya ini menunjukkan komitmen untuk mengembalikan produktivitas jagung di Sulut. Selain inisiatif lokal, panen raya jagung ini juga dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia. Acara nasional ini dipimpin langsung oleh Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo melalui konferensi video (zoom meeting).

Kegiatan panen raya nasional ini turut dihadiri oleh Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi dan Menteri Pertanian. Kehadiran para pejabat tinggi negara ini menegaskan dukungan pemerintah pusat terhadap sektor pertanian, khususnya jagung, sebagai komoditas strategis. Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah diharapkan dapat mengatasi tantangan produksi dan memastikan ketahanan pangan nasional.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi