Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, meresmikan Pasar Kombongan yang terletak di Jalan Bungur Besar, Gunung Sahari Selatan, Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Selasa (6/1/2026). Pasar ini telah selesai direvitalisasi setelah mengalami penundaan selama hampir lima tahun akibat pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia.
"Ada 153 pasar yang dikelola oleh Pasar Jaya, bukan jumlah yang sedikit. Karena saya diminta membuka Pasar Kombongan yang dulu mangkrak lama sekali hampir 5 tahun," ujar Pramono.
Pramono juga memberikan pesan kepada para pedagang di Pasar Kombongan untuk menjaga kebersihan lingkungan pasar. Ia berharap para pedagang dapat melakukan transaksi nontunai dengan menggunakan QRIS, sehingga transaksi menjadi lebih nyaman.
"Saya berpesan mudah-mudahan kebersihan dijaga betul. Dan apalagi sekarang sudah pakai digitalisasi, pakai QRIS. Saya berharap betul pasar ini menjadi pasar yang bersih," tambahnya.
Di sisi lain, Direktur Utama (Dirut) Perumda Pasar Jaya, Agus Himawan, menjelaskan bahwa bangunan pasar ini berdiri di atas lahan seluas sekitar 2.664 meter persegi dan terdiri dari dua lantai.
Advertisement
Dapatkan Sertifikat Laik Fungsi
Pasar Kombongan yang terletak di Jakarta Pusat telah resmi menerima Sertifikat Laik Fungsi (SLF) dengan Nomor SK-SLF 317104 yang dikeluarkan pada tanggal 18 November 2025.
"Dan luas lantai bangunan seluas 1.888 meter persegi," ujar Agus. Ia menjelaskan bahwa di lantai dasar pasar terdapat 71 kios dan 50 los, sementara di lantai 1 terdapat 50 kios. Dengan demikian, pasar ini memiliki kapasitas yang cukup untuk menampung berbagai pedagang dan pembeli.
Fasilitas yang tersedia di Pasar Kombongan juga cukup lengkap, meliputi mushola, toilet umum, toilet untuk disabilitas, jaringan air PAM, ruang laktasi, serta area parkir untuk mobil dan motor. Selain itu, pasar ini dilengkapi dengan kamera pengawas (CCTV) untuk meningkatkan keamanan.
"Selain itu, Pasar Kombongan telah dilengkapi panel surya sebagai sumber energi terbarukan yang ramah lingkungan sekaligus membantu efisiensi penggunaan listrik. Mohon izin Pak Gubernur, ini menghemat listrik kita hampir 40 persen," ungkapnya. Hal ini menunjukkan komitmen pasar dalam mendukung keberlanjutan lingkungan dan efisiensi energi.