Advertisement
Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta bersama kepolisian menutup Jalan Malioboro untuk kendaraan bermotor menjelang malam pergantian tahun 2025 ke 2026. Penutupan mulai diterapkan sekitar pukul 18.00 WIB dari arah utara menggunakan pagar besi.
Sepanjang jalur ikon wisata Kota Yogyakarta itu, juga dibagi dua menggunakan "water barrier". Sisi kiri diperuntukkan bagi jalur "emergency" dan petugas, sementara sisi kanan disediakan khusus untuk jalur wisatawan yang berjalan kaki.
Kasatlantas Polresta Yogyakarta AKP Alvian Hidayat menjelaskan bahwa penutupan akses kendaraan bermotor ini rencananya akan diberlakukan lebih lanjut untuk kawasan Titik Nol Kilometer dan Tugu Pal Putih mulai pukul 21.00 WIB. Seluruh sirip-sirip Malioboro pada dasarnya juga tidak boleh dimasuki kendaraan, sesuai dengan rambu yang ada.
Advertisement
Advertisement
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Yogyakarta Agus Arif Nugroho menyampaikan penutupan tersebut sebagai langkah antisipasi kepadatan dan kebutuhan jalur darurat. Kebijakan ini diambil mengingat Malioboro biasanya dipadati masyarakat yang "tumplek blek" atau berkumpul dalam jumlah sangat besar.
Fungsi jalur yang ditutup akan dioptimalkan untuk jalur "emergency" dan inspeksi bagi para petugas layanan selama pergantian tahun. Hal ini penting untuk memastikan kelancaran penanganan situasi darurat dan pengawasan keamanan.
Kawasan Malioboro sendiri terpantau mulai dipadati pengunjung sejak siang hari dan keramaian semakin meningkat hingga petang. Penutupan Malioboro Malam Tahun Baru ini diharapkan dapat memberikan pengalaman yang lebih aman dan nyaman bagi seluruh wisatawan.
Advertisement
Advertisement
Malioboro tetap menjadi daya tarik utama bagi wisatawan yang ingin merayakan libur akhir tahun. Natalia (28), seorang wisatawan asal Kalimantan Barat, mengaku telah lama merencanakan untuk memilih Yogyakarta sebagai tujuan liburannya.
Natalia datang ke Yogyakarta bersama teman-temannya untuk merayakan malam pergantian tahun di Malioboro. Baginya, Malioboro merupakan kawasan khas Yogyakarta yang sangat tepat untuk merayakan momen spesial tersebut.
Ungkapan populer "belum ke Yogya kalau belum ke Malioboro" menjadi salah satu alasan kuat bagi wisatawan seperti Natalia untuk mengunjungi ikon kota ini. Antusiasme pengunjung menunjukkan betapa pentingnya Malioboro sebagai pusat perayaan dan pengalaman budaya di Yogyakarta.
Advertisement
Sumber: AntaraNews