Distribusi Air Tirta Raja OKU Terganggu Akibat Sungai Ogan Meluap dan Kerusakan Pompa Intake

Pelayanan distribusi air bersih Perumda Tirta Raja OKU terganggu setelah Sungai Ogan meluap, menyebabkan kekeruhan tinggi dan kerusakan pompa intake yang berdampak pada sejumlah pelanggan.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Distribusi Air Tirta Raja OKU Terganggu Akibat Sungai Ogan Meluap dan Kerusakan Pompa Intake
Gangguan distribusi air Tirta Raja OKU melanda ribuan pelanggan setelah Sungai Ogan meluap, menyebabkan kekeruhan ekstrem dan kerusakan pompa intake. (AntaraNews)

Distribusi air bersih kepada pelanggan Perumda Tirta Raja Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan, mengalami gangguan signifikan. Hal ini terjadi menyusul meluapnya Sungai Ogan yang disertai tingkat kekeruhan air yang sangat tinggi.

Kondisi tersebut diperparah dengan adanya kerusakan pada peralatan pompa intake milik Perumda Tirta Raja. Akibatnya, penghentian sementara penyaluran air bersih ke sejumlah wilayah pelanggan terpaksa dilakukan sejak Senin (29/12).

Direktur Perumda Tirta Raja, Bertho Darmo Poedjo Asmanto, menjelaskan bahwa gangguan ini berdampak pada berbagai wilayah. Tim teknis terus berupaya maksimal untuk segera menormalkan kembali pasokan air kepada masyarakat.

Meluapnya Sungai Ogan telah mengakibatkan peningkatan drastis tingkat kekeruhan air baku. Kondisi ini jauh melebihi ambang batas kemampuan Instalasi Pengolahan Air (IPA) Perumda Tirta Raja untuk mengolahnya menjadi air bersih yang layak konsumsi.

Akibatnya, Perumda Tirta Raja terpaksa menghentikan sementara penyaluran air bersih ke pelanggan. Langkah ini diambil demi menjaga kualitas air yang didistribusikan dan mencegah dampak buruk bagi kesehatan masyarakat.

Beberapa wilayah yang terdampak langsung oleh penghentian ini antara lain Sukajadi, Hotel The Zuri, Terusan, Tanjung Kemala, Gotong Royong, Bakung, dan Air Paoh. Selain itu, wilayah Taman Sari serta sebagian pelanggan di Sukaraya juga merasakan dampaknya.

Gangguan serupa juga terjadi di area Booster Sriwijaya dan Booster STI, menambah daftar panjang wilayah yang suplai airnya terganggu. Distribusi air di kawasan tersebut akan kembali normal setelah tingkat kekeruhan Sungai Ogan menurun dan stabil.

Selain masalah kekeruhan air, distribusi air bersih juga terganggu oleh kondisi pompa intake yang saat ini tidak beroperasi (off). Kerusakan ini secara spesifik memengaruhi layanan di Distrik Penyandingan.

Gangguan pada pompa intake menyebabkan penurunan debit aliran air yang signifikan ke pelanggan di area tersebut. Tim teknis Perumda Tirta Raja sedang berupaya keras untuk menyelesaikan perbaikan ini secepatnya.

Beberapa wilayah yang terdampak akibat kerusakan pompa intake meliputi Desa Lubuk Leban, Desa Penyandingan, Desa Bandar, dan area sekitarnya. Warga di lokasi ini diharapkan dapat memahami situasi darurat yang terjadi.

Tirta Raja memperkirakan bahwa waktu pengerjaan perbaikan pompa intake akan memakan waktu sekitar 1x24 jam. Setelah perbaikan rampung, proses normalisasi pengaliran air juga membutuhkan waktu tambahan sekitar 1x24 jam.

Dalam pengumuman resminya, Perumda Tirta Raja telah menyampaikan permohonan maaf yang tulus kepada seluruh pelanggan atas ketidaknyamanan yang timbul. Pihak perusahaan daerah ini berkomitmen untuk memulihkan layanan secepatnya.

Manajemen Perumda Tirta Raja juga mengimbau masyarakat untuk lebih bijak dan hemat dalam menggunakan air bersih. Imbauan ini sangat penting, terutama selama proses perbaikan berlangsung dan pasokan air masih terbatas.

"Kami memastikan seluruh tim teknis terus bekerja maksimal agar layanan air bersih dapat kembali normal secepat mungkin," ujar Bertho Darmo Poedjo Asmanto. Pernyataan ini menegaskan keseriusan Perumda dalam menangani masalah ini.

Upaya percepatan perbaikan terus dilakukan siang dan malam untuk meminimalkan dampak gangguan. Pelanggan diharapkan dapat bersabar dan memantau informasi terbaru dari Perumda Tirta Raja mengenai perkembangan situasi.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi