Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kemenkeu Sulawesi Bagian Selatan (Sulbagsel) mencatat capaian impresif penerimaan kepabeanan dan cukai. Hingga periode November 2025, realisasi penerimaan telah melampaui target yang ditetapkan. Kinerja ini menunjukkan efektivitas pengawasan dan pelayanan di wilayah tersebut.
Total penerimaan yang berhasil dibukukan mencapai Rp342,5 miliar, melampaui target awal sebesar Rp320,5 miliar. Angka ini merepresentasikan 106,85 persen dari target yang diharapkan. Capaian ini menjadi indikator positif bagi perekonomian regional serta kontribusi sektor kepabeanan dan cukai terhadap penerimaan negara.
Kepala Bidang Kepabeanan dan Cukai Kanwil DJBC Kemenkeu Sulbagsel, Alimuddin Lisaw, menyampaikan bahwa kinerja penerimaan negara ini sangat memuaskan. Peningkatan ini dipengaruhi oleh beberapa faktor kunci, termasuk penyesuaian kebijakan Pajak Penghasilan Tembakau atau CHT.
Advertisement
Advertisement
Pencapaian Target dan Faktor Pendorong Penerimaan Bea Cukai
Penerimaan negara dari sektor kepabeanan dan cukai di wilayah Sulawesi Bagian Selatan menunjukkan performa yang sangat baik sepanjang Januari hingga November 2025. Realisasi sebesar Rp342,5 miliar telah melampaui target yang ditetapkan sebesar Rp320,5 miliar, mencapai 106,85 persen. Capaian ini menegaskan komitmen DJBC Kemenkeu Sulbagsel dalam mengoptimalkan penerimaan negara.
Alimuddin Lisaw dari DJBC Kemenkeu Sulbagsel menegaskan bahwa capaian ini mencerminkan efektivitas pengawasan dan pelayanan yang terus diperkuat. Aktivitas perdagangan dan arus barang yang meningkat di wilayah Sulbagsel turut berkontribusi pada peningkatan Penerimaan Bea Cukai Sulbagsel ini. Ini menunjukkan sinergi antara kebijakan pemerintah dan dinamika ekonomi lokal.
Salah satu faktor utama yang memengaruhi peningkatan penerimaan adalah kebijakan penyesuaian Cukai Hasil Tembakau (CHT). Selain itu, kenaikan harga dan volume komoditas ekspor seperti Palm Kernel juga memberikan dampak positif. Realisasi impor gula juga menjadi salah satu pendorong signifikan terhadap pertumbuhan penerimaan.
Advertisement
Alimuddin juga memprediksi bahwa realisasi penerimaan bea cukai dan pajak secara umum akan terus meningkat. Peningkatan ini biasanya terjadi setelah memasuki pertengahan tahun dan mencapai puncaknya pada akhir tahun. Hal ini sejalan dengan pola aktivitas ekonomi dan perdagangan yang cenderung meningkat menjelang akhir tahun.
Advertisement
Rincian Kontribusi dari Berbagai Jenis Penerimaan
Penerimaan cukai menunjukkan performa yang sangat kuat dengan realisasi mencapai Rp90,8 miliar. Angka ini melampaui target sebesar Rp76,6 miliar lebih, atau sekitar 118,5 persen. Terdapat peningkatan sekitar 3,5 persen dibandingkan periode sebelumnya, menunjukkan pertumbuhan yang stabil dan kontribusi signifikan dari sektor ini.
Untuk Bea Masuk, realisasi tercatat sebesar Rp201,2 miliar. Angka ini mencapai 85 persen dari target Rp236,6 miliar. Namun, penerimaan Bea Masuk mengalami kontraksi sebesar 30,7 persen dari tahun sebelumnya. Kontraksi ini disebabkan oleh adanya kebijakan larangan impor beras yang diterapkan pemerintah.
Sementara itu, Bea Keluar mencatat capaian yang luar biasa dengan realisasi sebesar Rp50,5 miliar. Angka ini jauh melampaui target yang hanya Rp7,3 miliar, mencapai 688 persen. Capaian fantastis Bea Keluar ini menunjukkan potensi besar dari sektor ekspor di wilayah Sulbagsel dan keberhasilan dalam pengelolaannya.
Advertisement
Secara keseluruhan, kinerja Penerimaan Bea Cukai Sulbagsel yang melampaui target ini merupakan hasil dari sinergi berbagai kebijakan dan pengawasan yang ketat. DJBC Kemenkeu Sulbagsel berkomitmen untuk terus meningkatkan penerimaan negara demi pembangunan nasional. Ini juga menunjukkan adaptasi yang baik terhadap perubahan kondisi ekonomi dan kebijakan.
Sumber: AntaraNews