PLN Tingkatkan Kapasitas Fasilitator Rumah BUMN untuk Dorong UMKM Naik Kelas

PLN UID Sulselrabar gencar **tingkatkan kapasitas fasilitator Rumah BUMN** melalui program Up Skilling, bertujuan mengoptimalkan pendampingan agar UMKM binaan semakin berdaya saing dan naik kelas.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
PLN Tingkatkan Kapasitas Fasilitator Rumah BUMN untuk Dorong UMKM Naik Kelas
PLN UID Sulselrabar gencar **tingkatkan kapasitas fasilitator Rumah BUMN** melalui program Up Skilling, bertujuan mengoptimalkan pendampingan agar UMKM binaan semakin berdaya saing dan naik kelas. (AntaraNews)

PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (UID Sulselrabar) kembali menunjukkan komitmennya dalam pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di wilayahnya. Melalui program “Up Skilling Fasilitator Rumah BUMN”, PLN berupaya meningkatkan kapasitas para fasilitator yang menjadi motor penggerak utama dalam mendampingi UMKM.

Kegiatan peningkatan kapasitas ini berfokus pada beberapa aspek krusial, yaitu penguatan peran fasilitator, digitalisasi UMKM, pendampingan yang lebih efektif, serta manajemen program berbasis Key Performance Indicator (KPI). Tujuannya adalah memastikan fasilitator memiliki kompetensi yang mumpuni untuk membawa UMKM binaan naik kelas dan berkelanjutan.

General Manager PLN UID Sulselrabar, Edyansyah, menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas, kompetensi, dan profesionalisme fasilitator Rumah BUMN. Hal ini penting agar mereka mampu memberikan pendampingan yang efektif, adaptif terhadap perubahan, serta memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kelas UMKM di seluruh wilayah Sulselrabar.

Penguatan Kompetensi Fasilitator untuk UMKM Berdaya Saing

Program Up Skilling ini secara khusus diarahkan untuk menyelaraskan pemahaman peran dan fungsi fasilitator dalam ekosistem Rumah BUMN. Selain itu, program ini juga bertujuan memperkuat kemampuan coaching dan mentoring UMKM, meningkatkan pemanfaatan teknologi dan digitalisasi dalam operasional UMKM, serta meningkatkan kualitas pelaporan dan dokumentasi kegiatan pendampingan.

Sebanyak 13 fasilitator Rumah BUMN dari berbagai kabupaten dan provinsi terlibat aktif dalam program ini, termasuk dari Rumah BUMN (RB) Majene, RB Muna, RB Muna Barat, dan RB Selayar. Para fasilitator ini memiliki tanggung jawab besar dalam mendampingi total 2.625 UMKM yang tersebar di berbagai wilayah tersebut.

Dalam pembekalan yang intensif, para peserta memperoleh materi penting terkait facilitating skill, komunikasi efektif, dan problem solving. Mereka juga diberikan pemahaman mendalam mengenai pengelolaan Rumah BUMN serta penerapan Key Performance Indicator (KPI) guna memastikan program pendampingan UMKM berjalan terukur dan memberikan dampak positif yang signifikan.

Materi tambahan berupa pengantar audio visual, manajemen, dan riset konten berbasis praktik juga diberikan kepada fasilitator. Pembekalan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas dokumentasi dan publikasi kegiatan Rumah BUMN, sehingga informasi dan keberhasilan UMKM binaan dapat tersampaikan lebih luas.

Dampak dan Kontribusi Terhadap Ekonomi Nasional

Edyansyah optimistis bahwa melalui penguatan kompetensi fasilitator dan penerapan manajemen program berbasis KPI, Rumah BUMN dapat semakin optimal dalam mendorong UMKM binaan. Tujuannya adalah agar UMKM mampu naik kelas, memiliki daya saing yang kuat, dan dapat beroperasi secara berkelanjutan di pasar.

Inisiatif ini tidak hanya berfokus pada pengembangan individu UMKM, tetapi juga berkontribusi secara signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional. Dengan UMKM yang lebih kuat dan berdaya saing, diharapkan tercipta lapangan kerja baru dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di wilayah Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat.

Komitmen PLN UID Sulselrabar dalam mendukung UMKM telah terbukti dengan partisipasi UMKM binaan di berbagai ajang nasional dan internasional. Beberapa UMKM binaan bahkan telah berhasil mencuri perhatian publik dan meraih peningkatan omzet yang signifikan setelah mendapatkan pendampingan dari PLN.

  • Rumah BUMN Majene mendampingi 879 UMKM.
  • Rumah BUMN Muna mendampingi 615 UMKM.
  • Rumah BUMN Muna Barat mendampingi 555 UMKM.
  • Rumah BUMN Selayar mendampingi 576 UMKM.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi