Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) secara tegas menyatakan komitmennya untuk menjadikan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai motor penggerak utama ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Inisiatif ini berfokus pada wilayah IKN serta kawasan sekitarnya, meliputi sebagian Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kartanegara di Provinsi Kalimantan Timur.
Direktur Investasi dan Kemudahan Berusaha Otorita IKN, Ferdinand Kana Lo, menjelaskan bahwa UMKM dipandang sebagai tulang punggung untuk membangun ekosistem ekonomi yang kuat di IKN. Pernyataan ini disampaikan saat membahas ekosistem investasi IKN di Sepaku, Penajam Paser Utara, pada Sabtu (20/12).
Langkah strategis ini bertujuan agar UMKM di kawasan IKN dapat terus berkembang dan bertransformasi menjadi usaha berskala lebih besar. Otorita IKN berupaya menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pertumbuhan UMKM melalui berbagai program pendampingan dan dukungan infrastruktur.
Advertisement
Advertisement
Strategi Komprehensif Pengembangan UMKM IKN
Otorita IKN telah merancang strategi komprehensif untuk pengembangan UMKM secara lebih masif di Ibu Kota Nusantara. Salah satu langkah penting adalah pembangunan Sentra Industri Terpadu Nusantara (SITNa), yang akan menjadi pusat pengembangan industri bagi UMKM.
Selain itu, Otorita IKN juga akan membangun galeri dan sentra layanan UMKM yang berfungsi sebagai pusat pendampingan dan pelatihan singkat atau coaching clinic. Fasilitas ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas dan kapabilitas pelaku UMKM IKN.
Penguatan ekosistem UMKM juga mencakup pembentukan wadah organisasi seperti perhimpunan UMKM IKN (KUBE/Koperasi) serta pembangunan basis data terintegrasi. Inisiatif ini bertujuan untuk mewujudkan "Smart UMKM" dan memperkuat pengawasan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko (PBBR).
Advertisement
Komitmen Otorita IKN tidak hanya berhenti pada program pengembangan, tetapi juga mencakup dukungan infrastruktur. Perancangan dan rencana pembangunan infrastruktur di IKN akan terus memperhitungkan kebutuhan serta pertumbuhan UMKM di kawasan tersebut.
Advertisement
Kolaborasi dan Akses Pembiayaan untuk UMKM IKN
Otorita IKN tidak bekerja sendiri dalam upaya memperkuat ekonomi UMKM, melainkan berkolaborasi erat dengan Bank Indonesia. Kemitraan ini menghasilkan berbagai langkah strategis untuk mendukung UMKM IKN agar naik kelas.
Di antara langkah-langkah tersebut adalah penataan kawasan tematik, yang diharapkan dapat menciptakan daya tarik ekonomi baru. Selain itu, kemudahan akses pembiayaan menjadi prioritas untuk memastikan UMKM memiliki modal yang cukup untuk berkembang.
Program kurasi UMKM juga digalakkan untuk mempersiapkan pelaku usaha agar siap menuju investasi, serta digitalisasi UMKM untuk memperluas jangkauan pasar. Integrasi UMKM ke dalam rantai pasok (supply chain) juga menjadi fokus penting untuk meningkatkan daya saing.
Advertisement
Hingga saat ini, tercatat sebanyak 888 UMKM telah menjadi binaan Otorita IKN. Ratusan UMKM ini tersebar di tujuh kecamatan yang berada dalam wilayah delineasi IKN, menunjukkan jangkauan program yang luas.
Advertisement
Visi Ekonomi Tri-City dan Peran UMKM IKN
Pengembangan ekonomi IKN dirancang dalam kerangka visi "Tri-City Economy", yang memposisikan IKN sebagai pusat pemerintahan serta investasi hijau dan berkelanjutan. Konsep ini mengintegrasikan IKN dengan dua kota penting lainnya di Kalimantan Timur.
Kota Samarinda dikembangkan sebagai pusat sejarah dengan sektor energi yang diremajakan, sementara Kota Balikpapan difokuskan sebagai pusat industri hilir migas dan logistik Kalimantan. Sinergi ketiga kota ini diharapkan menciptakan ekosistem ekonomi yang kuat.
Dalam kerangka ini, Otorita IKN terus memperkuat fondasi ekonomi kawasan dengan mendorong UMKM sebagai penggerak utama. Upaya ini dilakukan melalui penguatan ekosistem investasi dan kemudahan berusaha di IKN.
Advertisement
Ferdinand Kana Lo menekankan pentingnya kualitas dan tanggung jawab dalam membangun usaha bagi seluruh peserta UMKM. Hal ini krusial agar pelaku UMKM IKN menjadi sukses dan memiliki komitmen penuh terhadap kepercayaan serta pembelian yang diberikan pelanggan.
Sumber: AntaraNews