Kementan Dorong Percepatan Optimasi Lahan Jambi Demi Swasembada Pangan Nasional

Kementan mempercepat program Percepatan Optimasi Lahan Jambi dan cetak sawah untuk mewujudkan swasembada pangan, mengatasi defisit, dan meningkatkan produktivitas pertanian secara berkelanjutan.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Kementan Dorong Percepatan Optimasi Lahan Jambi Demi Swasembada Pangan Nasional
Kementan mempercepat program Percepatan Optimasi Lahan Jambi dan cetak sawah untuk mewujudkan swasembada pangan, mengatasi defisit, dan meningkatkan produktivitas pertanian secara berkelanjutan. (AntaraNews)

Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian (Ditjen LIP) Kementan tengah menggenjot program optimasi lahan (oplah) dan cetak sawah di Provinsi Jambi. Upaya ini dilakukan guna mencapai target swasembada pangan nasional yang berkelanjutan.

Rapat koordinasi percepatan program ini telah diselenggarakan di Kabupaten Bungo, Jambi, pada Rabu (18/12), melibatkan berbagai pimpinan daerah dan dinas terkait. Hermanto, Direktur Jenderal LIP Kementan, menegaskan potensi besar Jambi dalam mendukung peningkatan produksi pangan.

Program ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman untuk meningkatkan produktivitas pertanian. Jambi menjadi salah satu wilayah prioritas karena ketersediaan lahannya yang luas dan strategis.

Kementan Dorong Peningkatan Produktivitas Pertanian di Jambi

Kementan melalui Ditjen LIP secara aktif mendorong percepatan program optimasi lahan dan cetak sawah di Jambi. Langkah ini krusial untuk meningkatkan kapasitas produksi pangan di daerah tersebut.

Hermanto menjelaskan bahwa rapat koordinasi di Kabupaten Bungo adalah bagian dari strategi pemerintah mencapai swasembada pangan. Jambi dianggap memiliki potensi besar untuk berkontribusi pada target nasional tersebut.

Peningkatan produktivitas pertanian ini sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto dan arahan Mentan Andi Amran Sulaiman. Komitmen ini bertujuan untuk memastikan ketersediaan pangan yang cukup bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Target Ambisius untuk Swasembada Pangan Nasional

Pemerintah menargetkan cetak sawah seluas 3 juta hektare secara nasional selama periode 2024-2029. Target ambisius ini menunjukkan keseriusan dalam mencapai kemandirian pangan.

Gubernur Jambi, Al Haris, telah mengusulkan penambahan lahan cetak sawah seluas 40 ribu hektare di provinsinya. Usulan ini disambut baik oleh Kementan, yang siap memberikan dukungan penuh selama persyaratan teknis terpenuhi.

Rapat koordinasi tersebut dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk Bupati Bungo Dedy Putra, Bupati Kerinci Monadi, Bupati Tanjung Jabung Timur Dillah Hikmah Sari, dan Wakil Bupati Sarolangun Gerry Trisatwika. Kehadiran mereka menunjukkan komitmen kolektif pemerintah daerah dalam mendukung program ini.

Dinas Pertanian Provinsi/Kota/Kabupaten, Dinas Pekerjaan Umum, serta perwakilan Korem Jambi juga turut serta. Sinergi antara berbagai lembaga ini diharapkan mempercepat realisasi target Percepatan Optimasi Lahan Jambi.

Mengatasi Defisit Pangan dan Komitmen Daerah

Jambi sebelumnya menghadapi defisit ketersediaan pangan yang signifikan, mencapai sekitar 50 persen pada tahun 2024. Situasi ini menyoroti urgensi program Percepatan Optimasi Lahan Jambi.

Namun, berkat program optimasi lahan dan cetak sawah, produksi pertanian di Jambi diproyeksikan meningkat pada tahun 2025. Defisit pangan diperkirakan menurun menjadi 37 persen, menunjukkan dampak positif dari inisiatif ini.

Gubernur Jambi Al Haris menegaskan komitmennya untuk mempercepat pelaksanaan program tersebut. Ia menyatakan kesiapan pemerintah provinsi untuk menyediakan lahan pertanian tambahan guna memperkuat kemandirian pangan daerah.

Penyediaan lahan hingga 40 ribu hektare ini tidak hanya akan mendukung swasembada pangan Jambi, tetapi juga berkontribusi pada target swasembada pangan nasional secara berkelanjutan.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi