Kementerian Transmigrasi (Kementrans) secara resmi memberangkatkan 15 Kepala Keluarga (KK) dari Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menuju Pulau Sulawesi. Keberangkatan ini merupakan bagian dari program Transmigran Karya Nusa yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Acara pelepasan calon transmigran ini berlangsung pada Minggu, 14 Desember, dengan dihadiri oleh Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi. Program ini tidak hanya sekadar memindahkan penduduk, tetapi juga fokus pada pengembangan sumber daya manusia yang unggul.
Para transmigran ini akan menempati lokasi baru di Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, dan Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat. Mereka telah melalui serangkaian seleksi ketat dan pembekalan untuk memastikan kesiapan hidup mandiri di lokasi tujuan.
Advertisement
Advertisement
Meningkatkan Kesejahteraan Melalui Transmigrasi Karya Nusa
Program Transmigran Karya Nusa ini mengalokasikan 12 KK atau total 42 jiwa ke lokasi transmigrasi Torire, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah. Sementara itu, 3 KK atau 9 jiwa lainnya diberangkatkan menuju lokasi transmigrasi Taramanu Jaya, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat.
Wakil Menteri Transmigrasi, Viva Yoga Mauladi, menjelaskan bahwa para calon transmigran ini telah melewati proses seleksi ketat dari Kementrans. Mereka juga telah memperoleh pelatihan dan pembekalan yang memadai, sehingga dipastikan siap untuk diberangkatkan dan memulai kehidupan baru di lokasi tujuan.
Tujuan utama dari program ini adalah untuk mengubah dan meningkatkan taraf hidup para transmigran agar lebih sejahtera. "Mereka punya kemampuan teknis untuk mengolah tanah menjadi sumber ekonomi, menjadi sumber penghidupan mereka," ujar Viva Yoga Mauladi.
Advertisement
Viva Yoga juga menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari transformasi transmigrasi modern. Program ini tidak lagi hanya berfokus pada perpindahan penduduk, melainkan lebih mengarahkan pada peningkatan kesejahteraan masyarakat secara holistik, termasuk para Transmigran DIY Sulawesi ini.
Advertisement
Jaminan Hidup dan Pendampingan untuk Kemandirian
Pemerintah memberikan dukungan penuh kepada para transmigran melalui jaminan hidup berupa bantuan tunjangan setiap bulan selama satu tahun. Selain itu, pendampingan intensif akan diberikan selama lima tahun pertama untuk membantu mereka mencapai kemandirian penuh di lokasi baru.
Dukungan ini diharapkan dapat membantu para transmigran beradaptasi dengan lingkungan baru dan mengembangkan potensi ekonomi mereka. Dengan bantuan ini, para Transmigran DIY Sulawesi dapat fokus pada pengelolaan lahan dan pengembangan usaha tanpa terlalu khawatir akan kebutuhan dasar di awal masa transmigrasi.
Viva Yoga Mauladi menambahkan bahwa peningkatan kesejahteraan masyarakat akan berdampak pada kecukupan gizi dan protein. Hal ini pada gilirannya akan melahirkan sumber daya manusia yang unggul dan cerdas, yang mampu memberikan kontribusi positif bagi bangsa dan negara.
Advertisement
Kementrans juga akan terus memonitor dan bekerja sama dengan pemerintah daerah setempat di Kabupaten Poso dan Polewali Mandar. "Kita harapkan mereka dengan tanah harapan yang baru, dapat menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru di Kabupaten Poso dan Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat," pungkas Wamentrans, menekankan harapan akan dampak positif jangka panjang program ini.
Sumber: AntaraNews