Anggota Komisi VII DPR RI Siap Jalin Kolaborasi Ekonomi BMIWI Riau, Dorong Pemberdayaan UMKM

Anggota Komisi VII DPR RI Hendry Munief menyatakan kesiapan menjalin Kolaborasi Ekonomi BMIWI Riau dengan 17 ormas wanita Islam untuk maksimalkan potensi pemberdayaan UMKM dan pariwisata.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Anggota Komisi VII DPR RI Siap Jalin Kolaborasi Ekonomi BMIWI Riau, Dorong Pemberdayaan UMKM
Anggota Komisi VII DPR RI Hendry Munief menyatakan kesiapan menjalin Kolaborasi Ekonomi BMIWI Riau dengan 17 ormas wanita Islam untuk maksimalkan potensi pemberdayaan UMKM dan pariwisata. (AntaraNews)

Anggota Komisi VII DPR RI Daerah Pemilihan Riau 1, Hendry Munief, menegaskan komitmennya. Ia siap menjalin kolaborasi pemberdayaan ekonomi dengan Badan Musyawarah Islam Wanita Indonesia (BMIWI) Provinsi Riau. Organisasi ini baru saja diluncurkan dan dikukuhkan di Pekanbaru.

Kesiapan ini bertujuan untuk memaksimalkan seluruh potensi yang ada di Riau. Terutama dalam sektor ekonomi dan pemberdayaan masyarakat. Kolaborasi diharapkan dapat menyatukan kekuatan 17 organisasi masyarakat wanita Islam.

Hendry Munief menyatakan Komisi VII DPR RI bermitra dengan beberapa kementerian. Ini termasuk Kementerian Perindustrian, Pariwisata, Ekonomi Kreatif, dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Kemitraan ini menjadi landasan kuat untuk program pemberdayaan.

Sinergi Komisi VII DPR dengan Kementerian Mitra untuk Pemberdayaan

Hendry Munief menjelaskan bahwa Komisi VII DPR RI memiliki kemitraan strategis. Mereka bermitra dengan empat kementerian dan empat badan setara kementerian. Kemitraan ini fokus pada program pemberdayaan ekonomi yang luas.

Kementerian Perindustrian menjadi salah satu mitra utama. Melalui kementerian ini, pemberdayaan mencakup usaha rumah tangga, mikro, kecil, menengah, hingga skala besar. Ini menunjukkan cakupan program yang komprehensif.

Selain kementerian, Komisi VII juga bermitra dengan Badan Standarisasi Nasional. Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia (RRI) dan Televisi Republik Indonesia (TVRI) turut menjadi mitra. Perusahaan Umum Lembaga Kantor Berita Nasional Antara juga termasuk dalam jajaran mitra penting.

Kolaborasi ini diharapkan dapat mengoptimalkan sumber daya. Tujuannya adalah untuk mendukung inisiatif Kolaborasi Ekonomi BMIWI Riau. Ini akan mempercepat pertumbuhan ekonomi lokal.

Dorongan Pengembangan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif di Riau

Anggota DPR RI Hendry Munief juga aktif mengusulkan pengembangan pariwisata. Ia telah mengusulkan tiga Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) baru di Riau. Usulan ini telah disampaikan kepada Menteri Pariwisata.

Tiga KSPN yang diusulkan meliputi Siak Sri Indrapura dengan Istana Siak yang bersejarah. Kemudian, Kampar dengan Candi Muara Takus yang memiliki nilai budaya tinggi. Terakhir, Kuantan Singingi dengan tradisi pacu jalur yang unik.

BMIWI Riau, sebagai gabungan 17 ormas, memiliki potensi besar. Mereka dapat berkolaborasi dalam pengembangan sektor pariwisata ini. Sinergi dengan Kementerian UMKM juga sangat dimungkinkan untuk mendukung ekonomi kreatif.

Sektor ekonomi kreatif memiliki 17 subsektor yang beragam. Hendry Munief menyarankan agar 17 ormas dalam BMIWI membentuk komunitas. Setiap komunitas bisa fokus pada satu subsektor, mendorong pergerakan ekonomi yang signifikan.

Dukungan APBN dan Pembentukan BMIWI Riau

Hendry Munief menegaskan kesiapannya untuk mengupayakan alokasi dana. Dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) akan dikolaborasikan bersama BMIWI Riau. Ini menunjukkan dukungan konkret dari DPR.

Jika ada usulan dari BMIWI Riau, akan diteruskan ke pemerintah daerah. Selanjutnya, usulan tersebut akan diperjuangkan untuk mendapatkan alokasi APBN. Tujuannya agar dana tersebut dapat sampai dan dimanfaatkan di Riau.

BMIWI merupakan organisasi wanita Islam berskala nasional. Organisasi ini telah dibentuk sejak tahun 1967 di tingkat pusat. Kini, BMIWI telah berdiri di 24 provinsi, termasuk Provinsi Riau yang baru terbentuk tahun ini.

Hendry Munief mengaku turut mendukung upaya pembentukan BMIWI Riau selama enam bulan terakhir. Awalnya terdiri dari lima organisasi presidium, kini 17 ormas wanita Islam tergabung. Pengukuhan dilakukan oleh Ketua Presidium BMIWI Pusat, Oneng Nurul Bariah, di Pekanbaru.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi