Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) tengah gencar melaksanakan rehabilitasi terhadap tiga jaringan irigasi vital sepanjang tahun ini. Langkah strategis ini diambil sebagai bagian integral dari upaya besar untuk memperkuat kedaulatan pangan nasional. Proyek ini diharapkan mampu memberikan dampak positif signifikan bagi sektor pertanian di wilayah tersebut.
Rehabilitasi jaringan irigasi ini secara langsung mendukung visi dan misi Presiden serta Wakil Presiden dalam mewujudkan kemandirian pangan. Implementasinya di tingkat provinsi sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) NTB periode 2025-2029. Fokus utama adalah peningkatan produktivitas lahan pertanian melalui infrastruktur yang memadai.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) NTB, Sadimin, menjelaskan bahwa program ini merupakan prioritas utama. Proyek strategis daerah di bidang irigasi di NTB ini bertujuan untuk penguatan ekosistem industri pertanian dan subsektornya, yang akan berdampak langsung pada kesejahteraan petani.
Advertisement
Advertisement
Peningkatan Produktivitas di Irigasi Maronggek Kompleks
Salah satu proyek rehabilitasi jaringan irigasi yang sedang berjalan adalah di Maronggek kompleks, berlokasi di Kecamatan Sikur, Kabupaten Lombok Timur. Jaringan irigasi ini mencakup empat ruas penting, yaitu Sikur kanan, Sikur kiri, Reban Talat kanan, dan Reban Talat kiri, yang berperan vital dalam pola tata tanam padi dan palawija.
Panjang penanganan rehabilitasi di Maronggek mencapai 3.869,94 meter, dengan dampak aliran air yang signifikan terhadap 378 hektare lahan pertanian. Proyek ini dikerjakan dengan anggaran sebesar Rp6 miliar, menunjukkan komitmen serius pemerintah daerah.
Per awal November, progres fisik pekerjaan telah mencapai 73,44 persen, mendekati tahap penyelesaian. Sadimin mengungkapkan, "Diharapkan melalui pekerjaan ini mampu meningkatkan indeks pertanaman menjadi 230 persen atau 2 kali padi tambah 1 kali palawija." Peningkatan ini akan secara langsung mengoptimalkan hasil panen petani di wilayah tersebut.
Advertisement
Advertisement
Optimasi Irigasi Santong di Lombok Utara
Proyek rehabilitasi jaringan irigasi kedua berlokasi di Irigasi Santong, Kecamatan Kayangan, Lombok Utara, yang juga memiliki pola tanam padi dan palawija. Jaringan ini sangat krusial bagi pertanian di wilayah tersebut, khususnya pada ruas sekunder Lokok Are, Lokok Napen, dan Sambi Belat.
Anggaran yang dialokasikan untuk pekerjaan ini mencapai lebih dari Rp3,2 miliar, dengan panjang pekerjaan 2.140,17 meter. Rehabilitasi ini diperkirakan mampu mengairi area seluas 468,670 hektare, memberikan manfaat luas bagi para petani.
Progres fisik pekerjaan per awal November telah mencapai 60,62 persen, menunjukkan kemajuan yang baik. Melalui perbaikan ini, diharapkan indeks pertanaman di area tersebut dapat meningkat hingga 215 persen, mendukung ketahanan pangan lokal.
Advertisement
Advertisement
Revitalisasi Irigasi Kadindi di Kaki Gunung Tambora
Jaringan irigasi ketiga yang direhabilitasi di NTB adalah Kadindi, terletak di Kecamatan Pekat, Kabupaten Dompu, tepatnya di wilayah Pengamat Pekat. Daerah ini dikenal memiliki kondisi lahan yang sangat subur karena berada di lereng Gunung Tambora, menjadikannya lokasi strategis untuk pertanian.
Irigasi Kadindi merupakan jaringan lama yang sering mengalami kebocoran dan dimensi saluran kurang besar, menyebabkan air tidak sampai ke hilir. Dengan rehabilitasi ini, para petani kini memiliki harapan baru untuk meningkatkan hasil pertanian mereka.
Anggaran sebesar lebih dari Rp4,3 miliar dialokasikan untuk proyek ini, yang mencakup penanganan pada tiga ruas: Kadindi Atas, Kadindi Tengah, dan Kadindi Bawah, sepanjang 3.271 meter. Dampak aliran air diperkirakan seluas 472 hektare. Progres fisik pekerjaan per November mencapai 55,36 persen.
Advertisement
"Diharapkan dari pekerjaan ini mampu meningkatkan indeks pertanaman menjadi 190 persen di wilayah Kecamatan Pekat," kata Sadimin, menandakan potensi perubahan pola tanam dari sekali panen menjadi padi/palawija.
Sumber: AntaraNews