PT PLN Indonesia Power (PLN IP) menegaskan peran krusial Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Tambak Lorok di Semarang, Jawa Tengah. Pembangkit ini menjadi pilar utama dalam menjaga stabilitas pasokan listrik di wilayah tersebut. Pernyataan ini disampaikan oleh Direktur Operasi Pembangkit Gas PLN IP, Purnomo, dalam keterangan resminya di Jakarta.
Kehadiran PLTGU Tambak Lorok sangat vital di tengah peningkatan kebutuhan energi listrik di Jawa Tengah dan DIY. Pembangkit ini memastikan jutaan rumah tangga, fasilitas publik, dan sektor industri dapat beroperasi tanpa hambatan. Selain itu, operasionalnya juga selaras dengan upaya pemerintah menuju transisi energi bersih yang berkelanjutan.
Dengan kapasitas terpasang sebesar 1.697 MW, PLTGU Tambak Lorok memasok 42 persen kebutuhan listrik untuk Sub Sistem Tanjung Jati dan Ungaran. Peran strategis ini menjadikannya aset penting dalam ekosistem kelistrikan nasional. Kunjungan Komisi VII DPR RI baru-baru ini turut menyoroti pentingnya pembangkit ini bagi keandalan energi.
Advertisement
Advertisement
Peran Strategis PLTGU Tambak Lorok dalam Kelistrikan Jawa Tengah
PLTGU Tambak Lorok, yang dikelola oleh PLN IP, telah lama diakui sebagai salah satu infrastruktur energi paling vital di Indonesia. Pembangkit yang berlokasi di Semarang ini memiliki total kapasitas 1.697 MW, menjadikannya penopang utama sistem kelistrikan Jawa Tengah. Kontribusinya yang signifikan memastikan bahwa pasokan energi tetap stabil dan dapat diandalkan bagi masyarakat dan industri.
Direktur Operasi Pembangkit Gas PLN IP, Purnomo, menjelaskan bahwa PLTGU Tambak Lorok memasok 42 persen kebutuhan listrik untuk Sub Sistem Tanjung Jati dan Ungaran. Angka ini menunjukkan betapa sentralnya peran pembangkit ini dalam menjaga keseimbangan dan keandalan pasokan listrik di salah satu wilayah industri dan populasi padat di Indonesia. Keberadaannya sangat esensial untuk mendukung aktivitas ekonomi dan sosial.
"Di tengah meningkatnya kebutuhan listrik di Jawa Tengah dan DIY, PLTGU Tambak Lorok milik PLN IP hadir sebagai tulang punggung pasokan energi yang andal dan ramah lingkungan," kata Purnomo. Ia menambahkan bahwa pembangkit ini memastikan jutaan rumah tangga, fasilitas publik, dan sektor industri tetap beroperasi tanpa gangguan, sekaligus mendukung upaya pemerintah menuju transisi energi bersih. Komitmen terhadap keandalan listrik ini menjadi prioritas utama.
Advertisement
Advertisement
Inovasi Teknologi dan Dampak Lingkungan Positif PLTGU Tambak Lorok
Keunggulan PLTGU Tambak Lorok tidak hanya terletak pada kapasitasnya yang besar, tetapi juga pada inovasi teknologi yang diusungnya. Blok 3 pembangkit ini dilengkapi dengan teknologi modern yang mampu mencapai efisiensi hingga 61 persen. Efisiensi tinggi ini memiliki dampak ganda, yaitu penghematan bahan bakar yang signifikan dan pengurangan biaya operasional.
Selain efisiensi, teknologi modern di Blok 3 juga berkontribusi besar terhadap pelestarian lingkungan. Purnomo mengungkapkan bahwa inovasi ini berhasil menekan emisi karbon hingga 671 ribu ton per tahun. Angka ini setara dengan penyerapan karbon oleh 1,25 juta pohon, menunjukkan komitmen PLN IP terhadap energi ramah lingkungan dan keberlanjutan.
Di luar aspek teknis, PLN IP juga aktif menjalankan berbagai program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) di sekitar area operasional PLTGU Tambak Lorok. Program-program ini mencakup konservasi mangrove, pelestarian flora-fauna langka, serta pemberdayaan UMKM lokal. "Semua upaya ini menegaskan bahwa keberadaan PLTGU Tambak Lorok bukan sekadar soal listrik, melainkan tentang kualitas hidup dan keberlanjutan lingkungan," tegas Purnomo.
Advertisement
Advertisement
Dukungan Pemerintah dan Legislatif untuk Keandalan Energi Nasional
Peran strategis PLTGU Tambak Lorok mendapat perhatian serius dari berbagai pihak, termasuk Komisi VII DPR RI. Wakil Ketua Komisi VII DPR, Sugeng Suparwoto, dalam kunjungan spesifik ke PLTGU Tambak Lorok, menekankan pentingnya pembangkit ini dalam mendukung keandalan sistem kelistrikan Jawa Tengah. Ia juga memuji PLTGU Tambak Lorok sebagai best practice pembangkit tipe serupa di Indonesia.
Sugeng Suparwoto menyatakan bahwa PLTGU Tambak Lorok memiliki teknologi modern dengan total kapasitas 1,6 GW, menjadikannya pemain kunci dalam kelistrikan Jamali (Jawa-Madura-Bali). "Kita sebagai pelayanan publik harus selalu menjalankan keandalan pasokan listrik dan tetap menjunjung tinggi zero accident," ujarnya. Ia juga menyoroti tantangan swasembada energi dan konsumsi listrik per kapita yang masih rendah di ASEAN, menegaskan perlunya pengawalan sektor energi.
Dukungan serupa juga datang dari pemerintah melalui Kementerian ESDM. Plt Direktur Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan Ditjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Bayu Nugroho, menegaskan komitmen pemerintah terhadap pengembangan pembangkit ramah lingkungan. Ia menambahkan bahwa PLTGU Tambak Lorok telah meraih predikat Proper Emas dan Best Practice Report SMK2 dari Kementerian ESDM, menunjukkan standar operasional dan lingkungan yang tinggi. Purnomo berharap DPR dapat terus menjadi mitra strategis dalam menjaga arah kebijakan energi nasional.
Advertisement
Sumber: AntaraNews