Pemerintah pusat menunjukkan komitmennya dalam memperkuat ketahanan pangan nasional dengan menyalurkan dana bantuan sebesar Rp20 miliar. Dana ini dialokasikan untuk mendukung pembangunan kawasan pertanian terintegrasi Jirak Food Cluster (JIFOC) yang berlokasi di Desa Jirak, Kecamatan Pugaan, Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan.
Bantuan anggaran tersebut merupakan kelanjutan dari upaya pembangunan tahap awal yang sebelumnya telah didanai melalui Dana Desa pada Tahun Anggaran 2025. Inisiatif ini bertujuan untuk menciptakan sebuah klaster pangan yang komprehensif, mencakup berbagai sektor pertanian guna meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat.
Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Tabalong, Syam’ani, menjelaskan bahwa dana yang bersumber dari APBN 2026 ini akan difokuskan untuk pembangunan infrastruktur penunjang di kawasan JIFOC. Langkah strategis ini diharapkan mampu menjadikan wilayah selatan Tabalong sebagai lumbung pangan daerah yang mandiri dan berkelanjutan.
Advertisement
Advertisement
Dana Dukungan dan Zonasi Kawasan JIFOC
Dukungan finansial dari pemerintah pusat sebesar Rp20 miliar ini menjadi tonggak penting bagi percepatan realisasi JIFOC Tabalong. Syam’ani menegaskan bahwa rencana teknis pengembangan JIFOC telah disiapkan secara matang, memastikan kawasan pertanian terintegrasi ini benar-benar memberikan dampak nyata bagi program ketahanan pangan dan peningkatan ekonomi masyarakat.
Sesuai dengan Basic Design Engineering kawasan JIFOC, lahan seluas sekitar 800 hektare akan dibagi menjadi tiga zona utama. Pembagian zona ini meliputi zona basah, zona semi basah, dan zona kering, masing-masing dengan peruntukan yang spesifik untuk optimasi hasil pertanian.
Secara rinci, zona basah seluas sekitar 200 hektare akan dimanfaatkan untuk sektor perikanan, mendukung produksi protein hewani. Sementara itu, zona semi basah seluas sekitar 300 hektare akan difokuskan untuk tanaman pangan strategis seperti padi, guna memenuhi kebutuhan karbohidrat masyarakat. Terakhir, zona kering seluas 300 hektare akan dialokasikan untuk perkebunan dan hortikultura, melengkapi keragaman produk pertanian di JIFOC Tabalong.
Advertisement
Advertisement
Pengembangan Infrastruktur dan Sistem Irigasi Terpadu
Kepala UPT Pemeliharaan Jalan, Jembatan, dan Pengairan Wilayah 1 Dinas PUPR Tabalong, Edy Gunawan, menjelaskan bahwa rencana teknis pembangunan infrastruktur ini dilaksanakan oleh perangkat daerah dan unsur Forkopimca setempat. Salah satu inovasi utama dalam pengembangan JIFOC Tabalong adalah sistem irigasi yang diterapkan.
Sistem irigasi di kawasan ini akan menggunakan metode subsungai, memanfaatkan pasang surut air alami, pengaturan muka air tanah, serta pengendalian air lebak. Pendekatan ini memungkinkan drainase rawa di kawasan JIFOC dilakukan dengan mengalihkan air dari lahan rawa, mengubahnya menjadi lahan pertanian produktif secara efisien dan berkelanjutan.
Selain sistem irigasi, infrastruktur transportasi di kawasan JIFOC Tabalong juga dirancang secara terintegrasi, menggunakan transportasi air dan darat. Saat ini, telah terbangun kanal air selebar 4 hingga 5 meter serta jalan usaha tani (JUT) yang sekaligus berfungsi sebagai tanggul dengan lebar 10 meter. Edy menambahkan, "Rencananya akan dibangun jalan utama sepanjang 14 kilometer, serta jaringan jalan pembagi dan kanal sekunder maupun tersier sepanjang 10 kilometer, mencakup area seluas sekitar 400 hektare."
Advertisement
Advertisement
Komitmen Ketahanan Pangan dan Apresiasi Lokal
Camat Pugaan, Farith Yusriannur Riza, menegaskan bahwa pembangunan kawasan pertanian terintegrasi JIFOC merupakan langkah strategis untuk mendukung program ketahanan pangan. Inisiatif ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan produksi, tetapi juga menjadikan wilayah selatan Tabalong sebagai lumbung pangan daerah yang mandiri.
Farith menekankan bahwa "Program ketahanan pangan menjadi prioritas utama guna mewujudkan petani yang mandiri dan masyarakat yang sejahtera." Pernyataan ini menggarisbawahi pentingnya JIFOC Tabalong dalam mencapai kemandirian pangan dan peningkatan kualitas hidup petani di wilayah tersebut.
Apresiasi tinggi juga disampaikan Farith kepada Kepala Desa Jirak, Pansyah, beserta jajarannya. Inisiatif Desa Jirak yang mengalokasikan dana desa sekitar Rp500 juta untuk mendukung realisasi kawasan pertanian terintegrasi ini menunjukkan sinergi kuat antara pemerintah pusat, daerah, dan desa dalam mewujudkan visi ketahanan pangan.
Advertisement
Sumber: AntaraNews