BPS Bali Catat Angka Pengangguran Terendah Nasional, Hanya 40 Ribu Orang pada Agustus 2025

BPS Bali merilis data terbaru, menunjukkan angka pengangguran Bali pada Agustus 2025 mencapai 40,99 ribu orang, menjadi yang terendah secara nasional. Capaian ini menandakan pemulihan ekonomi yang signifikan.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
BPS Bali Catat Angka Pengangguran Terendah Nasional, Hanya 40 Ribu Orang pada Agustus 2025
Badan Pusat Statistik (BPS) Bali mengumumkan Angka Pengangguran Bali pada Agustus 2025 hanya tersisa 40,99 ribu orang, mencetak rekor terendah secara nasional. Simak detail penurunannya! (AntaraNews)

Badan Pusat Statistik (BPS) Bali mengumumkan kabar baik terkait kondisi ketenagakerjaan di Pulau Dewata. Pada Agustus 2025, angka pengangguran Bali tercatat sebanyak 40,99 ribu orang, menunjukkan penurunan signifikan. Data ini dirilis berdasarkan survei angkatan kerja terbaru yang dilakukan oleh BPS Bali.

Kepala BPS Bali, Agus Gede Hendrayana Hermawan, menjelaskan bahwa jumlah tersebut merupakan yang terendah secara nasional. Penurunan ini sejalan dengan pertumbuhan ekonomi daerah yang positif. Ini mengindikasikan keberhasilan upaya penyerapan tenaga kerja di berbagai sektor.

Kondisi ini mencerminkan pemulihan sektor ekonomi pasca pandemi, dengan semakin banyaknya lapangan pekerjaan yang tersedia. Meskipun demikian, BPS Bali tetap memantau dinamika pasar kerja. Tujuannya adalah memastikan stabilitas dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Bali.

Tingkat Pengangguran Terbuka Bali Terendah Nasional

BPS Bali mengungkapkan bahwa tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Bali pada Agustus 2025 hanya mencapai 1,49 persen. Angka ini menempatkan Bali sebagai provinsi dengan TPT terendah di seluruh Indonesia. Pencapaian ini menjadi indikator kuat terhadap resiliensi ekonomi lokal.

"Tingkat pengangguran terbuka itu terendah secara nasional dan dari jumlah mencapai 40,99 ribu orang, jadi tidak hanya persentasenya turun, tapi jumlahnya juga mengalami penurunan,” ujar Agus Gede. Pernyataan ini menegaskan bahwa penurunan tidak hanya pada persentase, tetapi juga pada jumlah absolut pengangguran.

Total penduduk usia kerja di Bali mencapai 3,55 juta orang pada Agustus 2025, meningkat 27,63 ribu orang dari Agustus 2024. Dari jumlah tersebut, 2,74 juta orang merupakan angkatan kerja, baik yang sudah bekerja maupun sedang mencari pekerjaan. Sementara itu, 0,80 juta orang lainnya bukan angkatan kerja, seperti ibu rumah tangga atau pelajar.

Dari angkatan kerja tersebut, sebanyak 2,70 juta orang telah berhasil mendapatkan pekerjaan, bertambah 36,31 ribu dibandingkan tahun sebelumnya. Data ini menunjukkan peningkatan kapasitas penyerapan tenaga kerja yang signifikan. Penurunan angka pengangguran Bali menjadi bukti nyata pemulihan ekonomi.

Distribusi Pengangguran Berdasarkan Jenis Kelamin dan Wilayah

Analisis data BPS Bali juga menunjukkan variasi tingkat pengangguran berdasarkan jenis kelamin. Tingkat pengangguran terbuka untuk laki-laki tercatat 1,51 persen, sedikit lebih tinggi dibandingkan perempuan yang sebesar 1,48 persen. Perbedaan tipis ini menunjukkan kondisi pasar kerja yang relatif seimbang antara gender.

Secara geografis, tingkat pengangguran terbuka tertinggi di Bali terjadi di Kabupaten Karangasem, dengan angka 1,80 persen. Sementara itu, Kabupaten Bangli mencatat tingkat pengangguran terendah, yakni 0,73 persen, yang mengindikasikan sebagian besar penduduknya sudah bekerja. Variasi regional ini penting untuk perencanaan kebijakan ketenagakerjaan.

Penurunan angka pengangguran Bali ini selaras dengan pertumbuhan ekonomi Bali pada triwulan III. Hal ini menyiratkan adanya korelasi positif antara pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja. Semakin kuat pertumbuhan ekonomi, semakin banyak penduduk yang terserap ke dalam pasar kerja.

Sektor Penyerapan Tenaga Kerja Utama di Bali

BPS Bali turut membedah sektor-sektor lapangan usaha yang paling banyak menyerap tenaga kerja. Sektor perdagangan menjadi penyerap tenaga kerja terbesar, mencapai 20,79 persen dari total 2,74 juta orang yang bekerja. Ini menunjukkan vitalnya peran sektor perdagangan dalam ekonomi Bali.

Sektor pertanian menyusul dengan penyerapan 17,18 persen tenaga kerja, diikuti oleh industri pengolahan sebesar 14,95 persen. Sektor akomodasi dan makan minum, yang merupakan tulang punggung pariwisata Bali, menyerap 14,51 persen tenaga kerja. Diversifikasi ini penting untuk stabilitas pasar kerja.

Mayoritas penduduk yang bekerja di Bali memiliki status sebagai buruh atau pegawai, mencapai 46,03 persen. Selain itu, 21,13 persen bekerja dengan berusaha sendiri, 11,12 persen berusaha dibantu buruh tidak tetap, dan 10,38 persen adalah pekerja keluarga atau tidak dibayar. Struktur ini mencerminkan karakteristik pasar kerja di Bali.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi