Bank Pembangunan Daerah (BPD) Bali secara resmi memulai pembangunan kantor pusat baru mereka dengan anggaran mencapai Rp175,7 miliar. Proyek ambisius ini bertujuan untuk memperluas kapasitas operasional bank dalam mendukung pengembangan potensi bisnis, termasuk sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang menjadi fokus utama.
Direktur Utama Bank BPD Bali, I Nyoman Sudharma, menyatakan bahwa proyek ini direncanakan selesai dalam waktu 450 hari kerja. Pembangunan ditargetkan rampung pada Desember 2026, menandai langkah strategis bank dalam menghadapi tantangan dan peluang di masa depan.
Lokasi kantor pusat baru ini berada di Jalan Puputan Renon, Denpasar, menempati lahan seluas 50 are atau 5.000 meter persegi. Jaraknya sekitar 250 meter dari gedung kantor saat ini yang telah beroperasi sejak tahun 1982, menunjukkan komitmen bank terhadap pengembangan infrastruktur modern.
Advertisement
Advertisement
Pembangunan Megah Mendukung Ekspansi Bisnis
Pembangunan kantor pusat baru Bank BPD Bali ini merupakan investasi signifikan untuk menopang pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan. Gedung baru ini dirancang untuk mengakomodasi peningkatan kapasitas layanan dan operasional bank di masa mendatang.
Gedung lama Bank BPD Bali yang berdiri sejak 1982 nantinya akan difungsikan sepenuhnya sebagai kantor cabang Renon Denpasar. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi proyeksi peningkatan kapasitas bisnis serta kinerja usaha yang terus bertumbuh di wilayah tersebut.
Proyek ini mencerminkan visi jangka panjang Bank BPD Bali untuk menjadi lembaga keuangan yang lebih kuat dan adaptif. Infrastruktur yang modern diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan kualitas layanan kepada nasabah.
Advertisement
Advertisement
Target Kinerja dan Peningkatan Status KBMI Dua
I Nyoman Sudharma menargetkan bahwa gedung baru ini akan mendukung peningkatan kinerja bank sesuai peta jalan pertumbuhan aset. Bank BPD Bali menargetkan pencapaian aset sebesar Rp60 triliun pada tahun 2030, sebuah target yang ambisius namun terukur.
Per September 2025, aset bank milik pemerintah daerah di Bali ini sudah menembus angka Rp42 triliun, menunjukkan pertumbuhan sebesar 9,01 persen secara tahunan. Sementara itu, kredit yang disalurkan mencapai Rp24,7 triliun atau tumbuh 9,82 persen, dan dana pihak ketiga (DPK) mencapai Rp35,5 triliun dengan pertumbuhan 6,68 persen.
Kinerja keuangan Bank BPD Bali juga menunjukkan hasil positif dengan laba yang menembus Rp945 miliar, tumbuh 22,14 persen secara tahunan. Dengan modal inti saat ini mencapai Rp5,2 triliun, Bank BPD Bali menargetkan untuk naik menjadi bank KBMI Dua pada tahun 2026.
Advertisement
Klasifikasi bank berdasarkan modal inti (KBMI) Dua mengacu pada kelompok bank yang memiliki modal inti di atas Rp6 triliun namun tidak melebihi Rp14 triliun. Peningkatan status ini akan memungkinkan Bank BPD Bali menawarkan produk keuangan yang lebih beragam serta memiliki kemampuan menyerap risiko yang lebih besar.
Advertisement
Fokus pada UMKM dan Dukungan Pemangku Kepentingan
Sektor UMKM tetap menjadi salah satu fokus utama Bank BPD Bali, dengan rasio realisasi kredit di sektor ini mencapai 54 persen. Komitmen ini mendapatkan apresiasi dari Bank Indonesia (BI) yang memberikan insentif giro wajib minimum (GWM) sebesar 4,5 persen untuk periode September-November 2025.
Proses pembangunan gedung baru ini ditandai dengan acara peletakan batu pertama yang dihadiri oleh Gubernur Bali Wayan Koster. Acara penting ini juga disaksikan oleh Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Bali Kristrianti Puji Rahayu, jajaran direksi dan komisaris BPD Bali, perwakilan BI Bali, serta para pemegang saham dari sembilan kabupaten/kota di Bali.
Kehadiran para pemangku kepentingan menunjukkan dukungan penuh terhadap inisiatif Bank BPD Bali. Pembangunan kantor pusat ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kapasitas bank tetapi juga memberikan kontribusi positif bagi perekonomian Bali secara keseluruhan.
Advertisement
Sumber: AntaraNews