Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura (Distan TPH) Sumatera Selatan mengambil langkah strategis untuk mengamankan ketahanan pangan daerah. Instansi ini secara aktif memberdayakan 326 Brigade Pangan yang tersebar di beberapa wilayah potensial. Upaya ini bertujuan untuk mencapai target ambisius produksi padi sebesar 3,5 juta ton pada tahun 2025 mendatang.
Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumsel, Bambang Pramono, menyatakan pentingnya peran Brigade Pangan. Menurutnya, pemberdayaan Brigade Pangan sangat krusial agar target produksi padi dapat tercapai secara optimal. Hal ini akan berkontribusi signifikan terhadap penguatan ketahanan pangan di tingkat nasional.
Pemberdayaan Brigade Pangan Sumsel ini difokuskan pada wilayah-wilayah yang menjadi sentra optimalisasi lahan dan cetak sawah baru. Kabupaten Banyuasin, Ogan Ilir, dan Ogan Komering Ulu (OKU) Timur menjadi prioritas utama. Melalui sinergi ini, diharapkan kegiatan produksi padi bersama petani di daerah tersebut dapat berjalan lebih efektif dan efisien.
Advertisement
Advertisement
Peran Strategis Brigade Pangan dalam Ketahanan Nasional
Brigade Pangan yang dibentuk oleh Distan TPH Sumatera Selatan memiliki peran vital dalam mendukung program peningkatan produksi padi. Sebanyak 326 Brigade Pangan ini didistribusikan ke berbagai daerah, khususnya yang memiliki potensi besar untuk pengembangan pertanian. Kehadiran mereka diharapkan mampu menjadi motor penggerak bagi petani lokal.
Bambang Pramono menegaskan bahwa Brigade Pangan perlu diberdayakan secara maksimal. Tujuannya adalah agar target produksi padi yang telah ditetapkan dapat tercapai sesuai harapan. Ini merupakan bagian dari strategi besar untuk memastikan ketersediaan pangan yang cukup bagi masyarakat.
Distan TPH Sumsel tidak bekerja sendiri dalam upaya ini; mereka menggandeng berbagai pihak. Kolaborasi dengan TNI/Polri menjadi salah satu bentuk dukungan dalam program cetak sawah baru dan optimalisasi lahan pertanian. Keterlibatan berbagai elemen ini menunjukkan komitmen serius pemerintah daerah terhadap sektor pertanian.
Advertisement
Dengan adanya pemberdayaan Brigade Pangan, optimalisasi lahan yang sudah ada, serta penambahan lahan melalui cetak sawah baru, target produksi padi diyakini dapat dicapai. Sinergi antara pemerintah, Brigade Pangan, petani, dan aparat keamanan menjadi kunci keberhasilan program ini. Ini akan memperkuat fondasi ketahanan pangan di Sumatera Selatan.
Advertisement
Target Ambisius dan Tren Peningkatan Produksi Padi Sumsel
Sumatera Selatan menetapkan target produksi padi yang ambisius, yaitu 3,5 juta ton pada tahun 2025. Angka ini merupakan peningkatan signifikan dari capaian tahun-tahun sebelumnya. Target ini didasarkan pada potensi lahan dan upaya intensifikasi yang sedang digalakkan oleh Distan TPH Sumsel.
Data menunjukkan bahwa produksi padi di Sumatera Selatan terus mengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir. Pada tahun 2021, produksi mencapai 2,55 juta ton gabah kering giling (GKG). Angka ini kemudian naik menjadi 2,77 juta ton pada tahun 2022, dan terus meningkat menjadi 2,83 juta ton pada tahun 2023.
Tren positif ini berlanjut pada tahun 2024, di mana produksi padi diproyeksikan mencapai 2,84 juta ton GKG. Peningkatan ini dicapai dari lahan sawah seluas 519.484 hektare yang dikelola di seluruh provinsi. Kenaikan produksi ini memberikan optimisme bahwa target 3,5 juta ton pada 2025 dapat terealisasi.
Advertisement
Peningkatan produksi ini tidak lepas dari berbagai program yang dijalankan, termasuk pemberdayaan Brigade Pangan Sumsel dan optimalisasi lahan. Dengan dukungan penuh dari berbagai pihak, Sumatera Selatan berupaya keras untuk menjadi salah satu lumbung padi nasional. Ini sekaligus menjamin ketersediaan pangan bagi masyarakat luas.
Sumber: AntaraNews