Anggota Komisi X DPR RI, Dewi Coryati, secara langsung mengajak seluruh pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, untuk berpartisipasi aktif dalam Sensus Ekonomi 2026. Ajakan ini disampaikan dalam sebuah kegiatan sosialisasi yang berlangsung di Rejang Lebong pada hari Selasa, 21 Oktober. Inisiatif ini merupakan kolaborasi penting antara Badan Pusat Statistik (BPS) dan Komisi X DPR RI.
Kegiatan sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mendalam tentang urgensi Sensus Ekonomi 2026 bagi pengembangan ekosistem usaha di Indonesia. Dewi Coryati menegaskan bahwa sensus ini bukan sekadar pendataan rutin, melainkan pemetaan besar dunia usaha nasional yang krusial. Data yang terkumpul akan menjadi fondasi utama bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan yang tepat sasaran.
Kebijakan yang dimaksud meliputi permodalan, program pelatihan, hingga upaya pemberdayaan UMKM agar lebih berdaya saing di tengah perubahan pasar. Oleh karena itu, partisipasi aktif dan akurasi data dari setiap pelaku usaha sangat menentukan keberhasilan program ekonomi ke depan. Semakin valid data yang diberikan, semakin besar peluang daerah untuk memperoleh dukungan kebijakan.
Advertisement
Advertisement
Pentingnya Sensus Ekonomi 2026 bagi UMKM Nasional
Dewi Coryati menyoroti peran vital UMKM sebagai tulang punggung perekonomian nasional, mengingat sektor ini menyumbang lebih dari 97 persen lapangan kerja di Indonesia. Perkembangan teknologi dan perubahan pasar yang cepat menuntut pelaku usaha untuk adaptif. Oleh karena itu, pemanfaatan data menjadi sangat penting dalam pengambilan keputusan bisnis yang strategis.
"Sensus Ekonomi 2026 bukan sekadar pendataan rutin, tetapi pemetaan besar dunia usaha di Indonesia," ujar Dewi Coryati. Ia melanjutkan, "Data yang dihasilkan akan menjadi dasar bagi pemerintah dan DPR RI dalam merancang kebijakan permodalan, pelatihan, serta pemberdayaan UMKM." Pernyataan ini menggarisbawahi betapa krusialnya data yang akurat.
Peran aktif para pelaku usaha dalam memberikan data yang valid sangat menentukan akurasi hasil sensus. Data yang akurat akan mempermudah pemerintah dalam menyusun program yang berpihak kepada masyarakat. Selain itu, data ini juga dapat digunakan UMKM itu sendiri untuk mengidentifikasi peluang pasar baru, mengoptimalkan strategi pemasaran, dan meningkatkan efisiensi operasional mereka. Ini akan membuka peluang lebih besar bagi daerah untuk mendapatkan alokasi program pembangunan ekonomi yang relevan.
Advertisement
Advertisement
Literasi Data dan Digitalisasi untuk Kemajuan UMKM
Dalam dunia usaha modern, keberhasilan tidak hanya bergantung pada insting atau keberanian semata, tetapi juga pada kemampuan membaca arah dari data. Dewi Coryati menekankan, "Saya mengajak pelaku UMKM yang hadir pada acara ini untuk mulai menjadikan data sebagai fondasi pengembangan usaha." Pemahaman terhadap tren pasar dan perilaku konsumen menjadi kunci.
Melalui literasi data yang baik, pelaku usaha dapat menganalisis tren pasar, memahami perilaku konsumen, dan mengukur daya beli masyarakat secara lebih efektif. Analisis ini memungkinkan mereka membuat keputusan bisnis yang lebih cerdas dan tepat sasaran, seperti menentukan produk yang paling diminati atau channel distribusi yang paling efisien. Ini adalah langkah proaktif dalam menghadapi persaingan yang semakin ketat dan memastikan pertumbuhan usaha yang berkelanjutan.
Komisi X DPR RI berkomitmen untuk memperkuat kebijakan yang mendukung digitalisasi usaha, inovasi produk, dan literasi data bagi UMKM. Komitmen ini bertujuan agar pelaku UMKM di daerah tidak tertinggal dalam arus ekonomi digital yang terus berkembang pesat. Dukungan ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing UMKM lokal.
Advertisement
Kepala BPS Provinsi Bengkulu, Win Rizal, menambahkan bahwa sosialisasi ini juga bertujuan memperkuat koordinasi dan kemitraan antara BPS dan pihak eksternal. Kegiatan ini memberikan literasi kepada pelaku usaha mengenai pentingnya pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Upaya kolaboratif ini diharapkan menghasilkan data yang komprehensif dan representatif.
Sumber: AntaraNews