Direktur Utama Lembaga Dana Kerja Sama Pembangunan Internasional (LDKPI/ Indonesian AID) Dalyono mengatakan pemerintah Indonesia selain memberikan bantuan kepada Palestina dalam bentuk pangan, obat-obatan dan alat kesehatan , juga memberikan pelatihan bagi para petani alpukat di Tepi Barat, Palestina.
Menurut Dalyono, wilayah Tepi Barat, Palestina mempunyai potensi pengembangan produk hasil bumi buah alpukat yang cukup besar.
"Mereka (Palestina) melihat bisa ada kerja sama dengan Kementerian Pertanian bersama Japan International Cooperation Agency (JICA) Indonesia untuk mengembangkan produk alpukat," kata Dalyono di Bogor, Kamis (9/10).
Pelatihan bagi para petani Palestina itu, kata Dalyono, dilakukan di Malang, Jawa Timur.
"Manfaatnya diharapkan cukup bisa membantu mereka mengembangkan produk alpukat," kata dia.
Sebelumya Presiden Prabowo mengumumkan dalam pidato di Sidang Umum PBB pada 23 September lalu, pemerintah Indonesia siap menyalurkan bantuan pangan signifikan bagi masyarakat Gaza. Bantuan senilai US$12 juta atau setara sekitar Rp195 miliar ini disalurkan melalui World Food Programme (WFP), organisasi pangan dunia yang memiliki rekam jejak dalam distribusi bantuan di wilayah konflik. Langkah ini merupakan respons cepat terhadap krisis pangan yang terus memburuk di Jalur Gaza.
Presiden sebelumnya juga telah mengumumkan rencana pengiriman 10.000 ton beras untuk Palestina.
"Keputusan bersama oleh pemerintah Palestina dan Indonesia untuk menyalurkan bantuan melalui WFP dibuat untuk memastikan distribusi yang cepat dan tepat sasaran," ujar Menteri Luar Negeri Sugiono.