Menteri Koperasi Ferry Juliantono baru-baru ini mengumumkan strategi komprehensif untuk mengembalikan kejayaan gerakan koperasi di Indonesia. Ia menegaskan bahwa kebangkitan koperasi tidak dapat hanya mengandalkan regulasi semata. Langkah ini bertujuan menjadikan koperasi kembali sebagai sokoguru perekonomian nasional.
Dalam acara Pengukuhan Struktur Badan Pengelola Pusat Informasi Perkoperasian (BP-PIP) Dekopin di Jakarta pada Rabu (8/10) malam, Ferry menjelaskan detailnya. Ia memaparkan tiga "senjata" utama yang akan digunakan untuk memajukan sektor koperasi. Senjata-senjata ini diharapkan dapat menggerakkan ekosistem koperasi secara berkelanjutan.
Ketiga pilar tersebut meliputi lembaga pendidikan, pembiayaan, serta wadah organisasi yang solid. Kombinasi ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem koperasi yang kuat dan berdaya saing. Strategi ini juga sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto.
Advertisement
Advertisement
Dekopin, Wadah Organisasi Koperasi yang Solid
Salah satu dari **tiga senjata koperasi** yang diandalkan adalah Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin). Ferry Juliantono menyoroti peran Dekopin yang semakin solid dan efektif dalam menjalankan fungsinya. Dekopin merupakan organisasi tunggal yang mewadahi seluruh gerakan koperasi di tanah air.
Organisasi ini memiliki mandat untuk memperjuangkan serta menyalurkan aspirasi para anggota koperasi. Selain itu, Dekopin juga bertugas membina dan mengembangkan kemampuan koperasi sebagai pelaku ekonomi. Peran strategis ini penting untuk memastikan koperasi dapat bersaing di kancah nasional.
Keberadaan Dekopin yang kuat menjadi fondasi penting dalam membangun ekosistem koperasi yang berkelanjutan. Menteri Ferry optimistis bahwa dengan Dekopin yang "makin keren," tujuan untuk memajukan koperasi dapat tercapai. "Jadi kita punya tiga senjata (untuk memajukan koperasi). Satu Dekopin (Dewan Koperasi Indonesia) yang sudah makin keren," kata Ferry. Ini merupakan langkah awal yang krusial dalam upaya revitalisasi koperasi.
Advertisement
Advertisement
Ikopin University, Pusat Pendidikan dan Kaderisasi Koperasi
Senjata kedua dalam upaya kebangkitan adalah Institut Koperasi Indonesia (Ikopin), yang kini telah bertransformasi menjadi Universitas Koperasi Indonesia (Ikopin University). Kampus ini berlokasi di Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat, berdampingan dengan universitas ternama lainnya. Posisi strategis ini memberikan potensi besar untuk pengembangan pendidikan koperasi.
Kementerian Koperasi kini mengelola Yayasan Ikopin University setelah pengurus sebelumnya menyerahkan tanggung jawab karena faktor usia. Langkah ini menegaskan niat pemerintah menjadikan Ikopin sebagai aset milik gerakan koperasi. Tujuannya adalah sebagai pusat pendidikan dan pencetak kader serta tokoh koperasi masa depan yang unggul.
Untuk memperkuat transformasi ini, Kementerian Koperasi menggandeng Universitas Bina Nusantara (Binus). Kerja sama ini bertujuan membenahi manajemen serta memperbarui kurikulum dan program studi. Harapannya, Ikopin dapat menjadi co-op university modern yang adaptif terhadap perkembangan zaman.
Advertisement
Ferry berharap Ikopin University mampu melahirkan sumber daya manusia yang memahami nilai, prinsip, dan praktik koperasi secara mendalam. "Kita jadikan Ikopin University menjadi tempat bagi pencetakan kader-kader, tokoh-tokoh koperasi yang akan melanjutkan perjuangan gerakan koperasi ke depan," jelas Ferry. Pendidikan yang kuat adalah kunci keberlanjutan gerakan koperasi.
Advertisement
LPDB, Penguatan Pembiayaan Koperasi
Senjata ketiga yang tidak kalah penting adalah penguatan pembiayaan koperasi melalui Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB). Lembaga ini selama ini telah menjadi sumber pendanaan khusus yang vital bagi koperasi di seluruh Indonesia. Peran LPDB sangat krusial dalam mendukung operasional dan pengembangan usaha koperasi.
Ferry menjelaskan bahwa LPDB diarahkan untuk bertransformasi menjadi bank koperasi atau co-op bank. Peran ini akan menggantikan fungsi historis Bank Bukopin yang kini telah dikuasai oleh pihak asing. Transformasi ini bertujuan agar lembaga keuangan tersebut sepenuhnya melayani kepentingan gerakan koperasi.
Dengan LPDB yang berperan layaknya lembaga keuangan milik gerakan koperasi, akses pembiayaan akan lebih terjamin. Hal ini akan memperkuat kemandirian finansial koperasi di berbagai sektor. Penguatan pembiayaan adalah elemen kunci dalam strategi **tiga senjata koperasi** ini.
Advertisement
Dengan sinergi antara Dekopin, Ikopin University, LPDB, dan Kementerian Koperasi, Ferry optimistis gerakan koperasi akan kembali berperan besar. Sinergi ini akan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional secara signifikan. Ini adalah langkah nyata menuju cita-cita besar.
Ia menegaskan, dengan kekuatan utama ini, cita-cita Presiden Prabowo Subianto untuk menjadikan koperasi sebagai sokoguru perekonomian nasional bukan lagi sekadar wacana. Melainkan akan segera terwujud nyata dalam waktu dekat. Ini menunjukkan komitmen kuat pemerintah terhadap koperasi.
Sumber: AntaraNews
Advertisement