Nama pengusaha Halim Kalla (HK) menjadi sorotan setelah ditetapkan penyidik Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Polri sebagai satu dari empat tersangka kasus dugaan korupsi dalam proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) 1 Kalimantan Barat.
Selain HK, kepolisian juga menetapkan FM selaku mantan direktur perusahaan listrik milik negara, RR selaku Direktur Utama PT BRN, dan HYL selaku Direktur Utama PT Praba Indopersada sebagai tersangka dalam perkara rasuah merugikan negara sebesar Rp1,35 triliun.
Nama Halim Kalla sendiri dikenal sebagai pengusaha sukses dan pemimpin Haka Group. Bisnis perusahaan dikelola Halim Kalla beragam.
Selain menjadi pengusaha, Halim Kalla juga pernah menduduki kursi Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) pada tahun 2009. Dia memiliki nomor anggota A-267.
Dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHPN) pada 28 Februari 2010, Halim memiliki total kekayaan Rp31.959.820.000. Periode itu, Halim menjabat sebagai anggota Komisi VII DPR RI. Artinya, sejak 2010, Halim belum pernah lagi melaporkan LHKPN. Berikut LHKPN Halim sebagaimana dilansir dari situs e-LHKPN KPK, Selasa (7/10).
Advertisement
Jumlah Harta
Harta Tidak Bergerak
Dalam laporannya, Halim menyatakan memiliki harta tidak bergerak berupa dan tanah bangunan dengan total senilai Rp19.006.820.000.
Rinciannya berupa tanah dan bangunan seluas 824 meter persegi dan 346 meter persegi di Makassar, dari hasil sendiri pada tahun 2005. NJOP Rp.1.285.791.0001.
Kemudian tanah dan bangunan seluas 987 meter persegi dan 592 meter persegi di Makassar, dari hasil sendiri pada tahun 2007. NJOP Rp.4.823.360.0002.
Lalu tanah dan bangunan seluas 1.064 meter persegi dan 616 meter persegi di Makassar, dari hasil sendiri pada tahun 2007. NJOP Rp.5.256.910.0003.
Tanah dan bangunan seluas 2.036 meter persegi dan 1.577 meter persegi di Palu, dari hasil sendiri pada tahun 1996 sampai dengan 2002. NJOP Rp.2.583.100.000
Tanah dan bangunan seluas 160 meter persegi dan 358 meter persegi di Jakarta Selatan, dari hasil sendiri pada tahun 2004. NJOP Rp.3.245.700.000
Tanah dan bangunan seluas 38 meter persegi dan 72 meter persegi di Makassar, dari hasil sendiri. NJOP Rp.151.836.000
Tanah dan bangunan seluas 105 meter persegi dan 152 meter persegi di Makassar, dari hasil sendiri pada tahun 2008. NJOP Rp.272.270.0007.
Tanah dan bangunan seluas 81 meter persegi dan 220 meter persegi di Jakarta Selatan, dari hasil sendiri pada tahun 2008. NJOP Rp.816.269.000
Tanah dan bangunan seluas 1.139 meter persegi dan 621 meter persegi di Pare-Pare, dari hasil sendiri pada tahun 1990 sampai dengan 1995. NJOP Rp.571.584.000
Harta Bergerak
Alat transportasi dan mesin lainnya senilai Rp925.000.000
Mobil merek Toyota Estima tahun pembuatan 2008, dari hasil sendiri pada tahun 2008. Nilai jual Rp.400.000.000
Mobil merek FORD RANGER tahun pembuatan 2007, dari hasil sendiri pada tahun 2007. Nilai jual Rp.175.000.000
Mobil merek VW GOLF tahun pembuatan 2006, dari hasil sendiri pada tahun 2006. Nilai jual Rp.350.000.000
Surat Berharga Senilai Rp.11.980.000.000
Tahun investasi 2004, yang berasal dari HASIL SENDIRI dengan nilai jual Rp.6.000.000.000
Tahun investasi 2006, yang berasal dari HASIL SENDIRI dengan nilai jual Rp.770.000.000
Tahun investasi 2006, yang berasal dari HASIL SENDIRI dengan nilai jual Rp.330.000.000
Tahun investasi --- yang berasal dari HASIL SENDIRI dengan nilai jual Rp.1.610.000.000
Tahun investasi --- yang berasal dari HASIL SENDIRI dengan nilai jual Rp.345.000.000
Tahun investasi --- yang berasal dari HASIL SENDIRI dengan nilai jual Rp.1.600.000.000
Tahun investasi --- yang berasal dari HASIL SENDIRI dengan nilai jual Rp.400.000.000
Tahun investasi --- yang berasal dari HASIL SENDIRI dengan nilai jual Rp.925.000.000
Giro dan Setara Kas Lainnnya Senilai Rp48.000.000
USD 250.000 dari hasil sendiri senilai Rp48.000.000
USD 250.000
Piutang Rp.0
Total Harta Rp.31.959.820.000