Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur telah mengambil langkah strategis dengan memfasilitasi kemitraan antara pelaku industri kecil menengah (IKM) di Kabupaten Bangkalan dan perusahaan-perusahaan besar. Kemitraan ini bertujuan untuk memperkuat rantai pasok serta memperluas akses pasar bagi IKM Bangkalan.
Inisiatif penting ini diwujudkan melalui serangkaian temu bisnis yang mempertemukan IKM Bangkalan dengan raksasa industri di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) JIIPE (Java Integrated Industrial and Port Estate) Gresik. Acara ini diselenggarakan oleh Dinas Perdagangan (Disperindag) Pemprov Jatim pada Senin, 06 Oktober, di Bangkalan.
Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Kabupaten Bangkalan, Jemmy Tria Sukmana, menyatakan bahwa fasilitasi ini merupakan bentuk komitmen Pemprov Jatim. Upaya ini diharapkan dapat menciptakan peluang besar bagi IKM Bangkalan untuk tumbuh dan berkembang secara berkelanjutan.
Advertisement
Advertisement
Memperluas Jangkauan Pasar IKM Bangkalan
Pemprov Jatim secara aktif mempertemukan IKM Bangkalan dengan berbagai pelaku industri besar dalam sebuah forum temu bisnis. Perusahaan-perusahaan terkemuka yang terlibat meliputi Freeport Indonesia, Pertamina, Semen Gresik, Petrokimia Gresik, Maspion, Waskita, serta institusi keuangan seperti Bank Indonesia dan Bank Jatim.
Dalam pertemuan tersebut, perwakilan IKM Bangkalan diberikan kesempatan untuk mempresentasikan hasil industri mereka secara langsung. "Perwakilan pelaku IKM Bangkalan juga telah diberi kesempatan untuk mempresentasikan hasil industri mereka, sehingga terbuka peluang kerja sama baik antara pelaku industri besar dan kecil yang ada di Bangkalan," kata Jemmy Tria Sukmana.
Dari hasil presentasi dan diskusi, teridentifikasi beberapa produk IKM Bangkalan yang sangat berpotensi untuk dipasok ke industri besar. Produk-produk tersebut antara lain konveksi seragam kerja, seragam batik akhir pekan, sepatu, dan alat pelindung diri (APD). Peluang ini dinilai sangat besar untuk membuka akses pasar baru bagi IKM yang ada di Bangkalan.
Advertisement
Advertisement
Dampak Positif Kemitraan bagi IKM Lokal
Kemitraan yang difasilitasi oleh Pemprov Jatim ini diharapkan membawa dampak positif yang signifikan bagi IKM Bangkalan. Selain memperoleh akses pasar yang lebih luas, IKM juga akan mendapatkan kesempatan untuk meningkatkan kapasitas produksi dan kualitas produk mereka.
Peningkatan kapasitas ini akan terwujud melalui pendampingan, transfer teknologi, serta penguatan kualitas produk agar sesuai standar industri besar. Hal ini krusial untuk memastikan produk IKM Bangkalan dapat bersaing dan memenuhi kebutuhan pasar yang lebih demanding.
Jemmy Tria Sukmana menambahkan bahwa fasilitasi kemitraan ini menjadi momentum penting untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi inklusif. "Dengan demikian, fasilitasi kemitraan yang dilakukan Pemprov Jatim kepada para pelaku IKM di Kabupaten Bangkalan telah menjadi momentum penting untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi inklusif, memperkuat daya saing IKM, serta mendukung pembangunan ekonomi lokal yang lebih berkelanjutan," ujarnya.
Advertisement
Menurut data dari Pemerintah Kabupaten Bangkalan, jumlah IKM yang terdaftar di wilayah tersebut mencapai 1.513. Angka ini terbagi menjadi 894 IKM dari sektor agro dan 619 IKM dari sektor non-agro. Kemitraan ini diharapkan dapat mengoptimalkan potensi seluruh IKM Bangkalan.
Sumber: AntaraNews