PT Perkebunan Milano, bagian dari Wilmar Group, telah menandatangani nota kesepahaman penting. Kemitraan ini terjalin dengan Koperasi Produsen Seira Mandiri Jaya di Desa Sei Rakyat.
Penandatanganan dilakukan di Kecamatan Panai Tengah, Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara. Acara ini menegaskan komitmen perusahaan terhadap kesejahteraan masyarakat sekitar wilayah operasionalnya.
Program Kebun Kemitraan ini bertujuan mendukung peningkatan produktivitas dan kesejahteraan petani sawit. Wilmar akan menyediakan pembinaan teknis, akses permodalan, dan jaminan pemasaran hasil panen.
Advertisement
Advertisement
Komitmen Wilmar untuk Kesejahteraan Petani
Yudha Adri, Head Social Security and License Wilmar, menegaskan bahwa program ini adalah wujud komitmen perusahaan. Masyarakat merupakan bagian integral dari operasional perusahaan.
Wilmar berkomitmen untuk melanjutkan program-program bersama masyarakat di wilayah operasionalnya. Hal ini menunjukkan fokus perusahaan pada keberlanjutan dan dampak sosial positif.
Melalui kemitraan ini, anggota koperasi akan mendapatkan dukungan komprehensif. Dukungan tersebut mencakup pembinaan teknis, akses permodalan, serta jaminan pemasaran hasil panen.
Advertisement
Kemitraan ini memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk mengelola kebun plasma secara lebih baik dan berkelanjutan. Yudha menegaskan, "pihaknya terus memastikan manfaat usaha perkebunan dapat dirasakan secara nyata oleh masyarakat sekitar.”
Advertisement
Meningkatkan Produktivitas dan Kualitas Sawit
Ketua Koperasi Produsen Seira Mandiri Jaya, Edi Saputra, mengungkapkan harapannya terhadap MoU ini. Kemitraan ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas tandan buah segar (TBS) sawit petani.
Saat ini, produktivitas rata-rata petani masih sekitar 700 kg per hektare per tahun, jauh di bawah standar. Rendahnya produktivitas ini disebabkan oleh penggunaan bibit yang belum bersertifikat.
Selain itu, praktik pemupukan yang belum sesuai standar juga menjadi faktor penyebab utama. Edi Saputra menyatakan, “Petani memang sudah menanam sawit, tetapi masih seadanya karena kami hanya tahu cara menanam.”
Advertisement
Dengan pendampingan dari Wilmar, petani optimistis produktivitas dapat mendekati standar perusahaan. “Dengan MoU ini, kami berharap produktivitas bisa mendekati standar perusahaan,” tambahnya. Program kemitraan plasma ini akan mencakup sekitar 71 hektare pada tahap awal, dan diperluas menjadi 115 hektare.
Advertisement
Dukungan Pemerintah Daerah dan Harapan Masa Depan
Program ini akan diikuti oleh 38 petani anggota koperasi, memberikan dampak langsung pada kehidupan mereka. Petani yakin pendampingan ini akan membawa kesejahteraan yang lebih baik.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Labuhanbatu, Agussalim Ritonga, memberikan apresiasi tinggi. Beliau mengapresiasi komitmen perusahaan yang telah mematuhi regulasi terkait pembentukan plasma.
Program Kemitraan Wilmar Petani Sawit ini dinilai akan memberikan kontribusi nyata. Kontribusi tersebut tidak hanya bagi petani, tetapi juga bagi perekonomian daerah secara keseluruhan.
Advertisement
Kemitraan strategis antara Wilmar dan petani sawit di Labuhanbatu ini menjadi contoh positif. Ini menunjukkan bagaimana kolaborasi dapat mendorong pembangunan ekonomi lokal dan kesejahteraan masyarakat.
Sumber: AntaraNews