Kementerian Pertanian (Kementan) dan Pemerintah Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, baru-baru ini menjalin sinergi penting. Kolaborasi ini bertujuan untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan pertanian guna mendukung program swasembada pangan nasional.
Tenaga Ahli Menteri Pertanian, Mohammad Aly Shobat, mengungkapkan bahwa sinergi ini akan berfokus pada pengembangan komoditas pertanian unggulan daerah. Pertemuan awal telah dilaksanakan di kediaman Bupati Probolinggo pada Jumat lalu.
Bupati Probolinggo, Mohammad Haris, menyambut baik inisiatif ini dengan harapan dapat mengembalikan kejayaan pertanian. Rapat koordinasi lanjutan direncanakan akan digelar dalam waktu dekat di Kantor Bupati Probolinggo.
Advertisement
Advertisement
Mengoptimalkan Potensi Pertanian Probolinggo
Sinergi antara Kementan dan Pemkab Probolinggo ini difokuskan pada pengoptimalan lahan pertanian yang belum tergarap maksimal. Upaya ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap ketahanan pangan nasional.
Mohammad Aly Shobat menekankan pentingnya kerja sama pusat dan daerah dalam pengembangan sektor pertanian. Kementan siap mendukung dengan penyediaan bibit unggul dan teknologi pertanian modern.
Tujuan utama dari sinergi Kementan Probolinggo adalah untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi pertanian. Ini juga diharapkan dapat menambah penerimaan negara bukan pajak (PNBP) bagi Indonesia.
Advertisement
Advertisement
Fokus pada Komoditas Unggulan dan Swasembada Gula
Kolaborasi ini akan memperbanyak bibit berbagai komoditas pertanian di Probolinggo. Komoditas yang menjadi fokus meliputi padi, tebu, kopi, cabai, serta tanaman hortikultura lainnya.
Bupati Probolinggo, Mohammad Haris, secara khusus menyoroti tekadnya untuk menghidupkan kembali swasembada gula. Probolinggo memiliki catatan sejarah sebagai salah satu wilayah penghasil gula terbaik di Indonesia.
Untuk mencapai tujuan tersebut, langkah awal yang akan ditempuh adalah fokus pada pembibitan unggul. Selain itu, edukasi bagi petani dan alih teknologi juga menjadi prioritas utama pemerintah daerah.
Advertisement
Haris menegaskan bahwa sektor pertanian dan perkebunan di Probolinggo memiliki potensi besar. Dukungan langsung dari pemerintah pusat sangat dibutuhkan untuk percepatan program strategis.
Advertisement
Modernisasi dan Pemberdayaan Petani Lokal
Koordinasi aktif dengan Kementerian Pertanian diharapkan mempercepat program modernisasi pertanian. Ini termasuk penerapan inovasi dan teknologi pertanian terkini untuk meningkatkan hasil panen secara signifikan.
Petani lokal akan diberdayakan melalui berbagai pelatihan dan pendampingan yang komprehensif. Tujuannya agar mereka siap menghadapi perubahan dan mampu mengadopsi metode pertanian yang lebih produktif dan efisien.
Mohammad Haris menekankan bahwa teknologi harus didorong masuk ke lini pertanian agar hasilnya maksimal. Adaptasi terhadap inovasi adalah kunci untuk sektor pertanian yang lebih efisien di Probolinggo.
Advertisement
Sumber: AntaraNews