Kementerian Perhubungan (Kemenhub) terus menggalakkan upaya penguatan keselamatan dan konektivitas maritim di seluruh wilayah Indonesia. Langkah strategis ini bertujuan untuk mengoptimalkan pengelolaan rute pelayaran serta meningkatkan efisiensi distribusi logistik nasional secara signifikan. Dengan demikian, diharapkan dapat tercipta pertumbuhan ekonomi berkelanjutan yang merata dan inklusif di seluruh penjuru negeri.
Pentingnya pembangunan sumber daya manusia (SDM) unggul di sektor transportasi laut menjadi fokus utama Kemenhub. Kepala Badan Pengembangan SDM Perhubungan (BPSDMP) Kemenhub, Djarot Tri Wardhono, menegaskan bahwa infrastruktur saja tidak cukup untuk mewujudkan cita-cita besar Indonesia sebagai poros maritim dunia. Oleh karena itu, investasi pada kualitas SDM maritim menjadi fondasi krusial yang harus terus diperkuat.
Pernyataan tersebut disampaikan Djarot saat menghadiri pelantikan 193 perwira transportasi laut lulusan Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Banten pada hari Selasa lalu. Para perwira muda ini dipersiapkan secara matang untuk menjadi garda terdepan dalam memperkuat sektor maritim nasional. Mereka diharapkan mampu meningkatkan keselamatan pelayaran, konektivitas antarwilayah, serta daya saing Indonesia di kancah global.
Advertisement
Advertisement
Membangun Poros Maritim Dunia Melalui SDM Berintegritas dan Profesional
Djarot Tri Wardhono secara tegas menekankan bahwa visi Indonesia sebagai poros maritim dunia memerlukan insan maritim yang profesional dan berintegritas tinggi. Insan maritim ini harus memiliki karakter yang kuat, menjunjung tinggi nilai-nilai kejujuran, dan siap menghadapi berbagai tantangan global yang semakin kompleks. Pembentukan SDM berkualitas dan berintegritas menjadi pilar utama dalam mencapai tujuan strategis ini.
Para perwira yang baru dilantik diharapkan dapat berperan sebagai agen perubahan yang membawa dampak positif. Mereka memiliki tanggung jawab besar untuk menjadikan transportasi laut Indonesia lebih aman, efisien, dan bermartabat di mata dunia. Kualitas SDM yang mumpuni akan menjadi penentu utama dalam mewujudkan standar pelayaran yang tinggi dan diakui secara internasional.
Wisuda Poltekpel Banten tahun ini mengusung tema yang sangat relevan, yaitu "Professional Maritime Leaders With Integrity And Harassment Free". Tema ini secara gamblang menyoroti urgensi melahirkan perwira laut yang tidak hanya unggul secara teknis, tetapi juga memiliki integritas tinggi. Selain itu, tema ini menekankan pentingnya menjunjung etika profesi serta menciptakan lingkungan kerja yang bebas dari pelecehan dan tekanan, mencerminkan komitmen terhadap kesejahteraan mental pelaut.
Advertisement
Advertisement
Menghadapi Tantangan Global dengan Integritas dan Kesadaran Kesehatan Mental
Tema wisuda tersebut sangat sejalan dengan tantangan nyata yang kini dihadapi para pelaut di era globalisasi yang serba cepat. Djarot menjelaskan bahwa pelaut tidak hanya dituntut cakap dalam mengoperasikan kapal, tetapi juga harus memiliki kekuatan karakter, mental, dan moral yang tangguh. Mereka seringkali dihadapkan pada situasi isolasi, kelelahan fisik, dan tekanan psikologis yang berat selama bertugas di laut.
Oleh karena itu, integritas dan kesadaran akan kesehatan mental menjadi kunci vital yang tidak bisa ditawar lagi. Aspek-aspek ini sangat penting untuk menjaga keselamatan pelayaran secara keseluruhan dan sekaligus memastikan kualitas pelayanan publik tetap optimal. Kesejahteraan mental pelaut secara langsung berkorelasi dengan kinerja operasional kapal dan keamanan seluruh kru.
Dengan dilantiknya 193 perwira transportasi laut ini, Kemenhub berharap dapat memberikan manfaat langsung kepada masyarakat luas. Salah satu manfaat utamanya adalah peningkatan signifikan dalam keselamatan pelayaran melalui pengurangan risiko kecelakaan laut. Hal ini dapat dicapai dengan kehadiran tenaga ahli bersertifikasi internasional yang kompeten, profesional, dan berintegritas tinggi.
Advertisement
Advertisement
Memperkuat Konektivitas Wilayah dan Daya Saing Maritim Global
Selain fokus pada aspek keselamatan, para lulusan baru ini juga diharapkan mampu memperkuat konektivitas wilayah di seluruh nusantara. Mereka akan berperan sentral dalam memperlancar arus logistik dan pergerakan penumpang di berbagai pelabuhan. Ini akan memberikan dampak positif yang besar pada efisiensi distribusi barang dan mobilitas masyarakat, sekaligus mendukung pemerataan ekonomi nasional.
Direktur Poltekpel Banten, Dedtri Anwar, menjelaskan rincian dari 193 lulusan tersebut. Sebanyak 131 lulusan berasal dari Program Diploma III Program Studi Nautika, Permesinan Kapal, serta Manajemen Transportasi Laut. Sementara itu, 62 lulusan lainnya adalah dari Diklat Pelaut Tingkat III. "193 lulusan ini siap mengabdi sebagai garda depan transportasi laut," ujar Dedtri, menegaskan kesiapan mereka untuk berkontribusi.
Dedtri Anwar menambahkan bahwa kurikulum yang telah ditempuh para lulusan berbasis internasional, yakni IMO Model Course 7.03 dan 7.04. Kurikulum ini secara komprehensif menekankan empat aspek utama: kompetensi akademik, profesional, sikap, serta kesiapan menghadapi perubahan. "Para lulusan kami telah ditempa dengan kurikulum internasional, sehingga memiliki kompetensi yang diakui dunia. Mereka siap menjawab kebutuhan industri pelayaran dan memperkuat konektivitas maritim nasional," kata Dedtri.
Advertisement
Dengan adanya tambahan tenaga profesional yang berkualitas ini, Kemenhub optimistis bahwa layanan transportasi laut akan semakin berkualitas, aman, dan memiliki daya saing yang tinggi. Peningkatan ini diharapkan dapat dirasakan dampaknya secara langsung oleh publik, sekaligus memperkuat posisi strategis Indonesia di sektor maritim global.
Sumber: AntaraNews