PT Pertamina Patra Niaga dan Princeton Digital Group (PDG) telah mengukuhkan kemitraan strategis dalam pemanfaatan Hydrotreated Vegetable Oil (HVO). Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) ini dilakukan di Jakarta pada Selasa, 9 September. Kolaborasi ini bertujuan untuk mendorong percepatan transisi energi serta dekarbonisasi di Indonesia.
Direktur Pemasaran Pusat dan Niaga Pertamina Patra Niaga, Alimuddin Baso, menyatakan bahwa penyediaan HVO ini merupakan dukungan terhadap program pemerintah. Program tersebut fokus pada pengurangan emisi gas rumah kaca (GRK). HVO akan digunakan sebagai bahan bakar diesel untuk operasional data center PDG di Indonesia.
Kemitraan ini menempatkan Pertamina Patra Niaga sebagai penyedia solusi energi dan mitra utama dalam transisi energi sektor industri. Melalui layanan "Pertamina One Solution", perusahaan tidak hanya menyediakan bahan bakar bersih. Mereka juga memastikan dukungan logistik dan infrastruktur yang efisien bagi mitra bisnis seperti PDG.
Advertisement
Advertisement
HVO: Inovasi Bahan Bakar Nabati Rendah Emisi
Hydrotreated Vegetable Oil (HVO), atau dikenal juga sebagai Pertamina Renewable Diesel, adalah bahan bakar nabati terbarukan yang inovatif. Produk ini dapat diolah sepenuhnya dari 100 persen minyak nabati, lemak hewan, atau minyak jelantah (used cooking oil). Penggunaan bahan baku terbarukan ini menjadikannya alternatif yang ramah lingkungan.
Saat ini, HVO Pertamina Patra Niaga diproduksi secara lokal di green refinery Kilang RU IV Cilacap. Proses produksi di fasilitas ini sepenuhnya menggunakan sumber daya terbarukan. Hal ini memastikan jejak karbon yang minimal dari hulu hingga hilir.
Keunggulan utama HVO terletak pada kemampuannya mereduksi emisi gas rumah kaca (GRK) sepanjang siklus hidup. Potensi reduksi emisi ini bisa mencapai hingga 70 persen. Angka ini menunjukkan kontribusi signifikan HVO Pertamina Patra Niaga dalam upaya mitigasi perubahan iklim.
Advertisement
Alimuddin Baso menekankan bahwa kemitraan ini menegaskan peran Pertamina Patra Niaga sebagai penyedia solusi energi. Mereka menjadi mitra utama dalam transisi energi bagi berbagai sektor industri.
Advertisement
Sinergi Strategis untuk Dekarbonisasi Nasional
Kerja sama strategis antara Pertamina Patra Niaga dan Princeton Digital Group memiliki dampak yang lebih luas. Selain mendorong dekarbonisasi, kemitraan ini diharapkan menjadi standar baru dalam pemanfaatan energi bersih di sektor data center. Ini merupakan langkah progresif untuk industri digital.
Langkah ini juga selaras dengan komitmen Pertamina Group dalam memperkuat implementasi ESG (Environmental, Social, and Governance). Inisiatif ini mendukung kepatuhan terhadap regulasi lingkungan nasional. Dengan demikian, Pertamina menunjukkan tanggung jawab korporasi yang tinggi.
Varoon Raghavan, Chief Operating Officer dan Co-founder PDG, menggarisbawahi komitmen perusahaannya. "Kemitraan kami dengan Pertamina Patra Niaga mencerminkan komitmen PDG terhadap pertumbuhan yang bertanggung jawab dan ramah lingkungan di kawasan Asia Pasifik," ujarnya. Ia menambahkan bahwa implementasi HVO di Indonesia adalah langkah penting dalam strategi PDG untuk menurunkan emisi Scope 1.
Advertisement
Selain sektor data center, Pertamina Patra Niaga juga telah menjalin kerja sama serupa. Penggunaan HVO juga diperluas ke beberapa konsumen di sektor pertambangan. Hal ini menunjukkan fleksibilitas dan potensi aplikasi HVO di berbagai industri.
Advertisement
Komitmen Berkelanjutan dan Daya Saing Bisnis
Pertamina Patra Niaga terus berinovasi dalam menghadirkan produk energi rendah emisi. HVO adalah salah satu contoh nyata dari komitmen ini. Inovasi ini dirancang untuk mendukung berbagai sektor industri dalam perjalanan transisi energi mereka.
Melalui kolaborasi ini, Pertamina Patra Niaga dan PDG menunjukkan sinergi kuat antara penyedia energi dan industri pengguna. Sinergi semacam ini dapat mempercepat pencapaian target dekarbonisasi nasional. Hal ini sekaligus memperkuat daya saing bisnis secara berkelanjutan.
Varoon Raghavan juga menyatakan bahwa seiring pesatnya pertumbuhan ekonomi digital Indonesia, PDG mendukung transformasi ini. Mereka melakukannya melalui pusat data yang dibangun untuk skala besar dan keberlanjutan. Ini adalah visi jangka panjang untuk infrastruktur digital yang lebih hijau.
Advertisement
Kemitraan ini tidak hanya tentang penyediaan bahan bakar. Ini juga tentang menciptakan ekosistem yang mendukung operasional mitra bisnis berjalan optimal dan berkelanjutan. Ini adalah bagian dari strategi Pertamina Patra Niaga untuk menjadi penyedia solusi energi terintegrasi.
Sumber: AntaraNews