Perum Bulog telah mencatat pencapaian yang signifikan dengan menerima penghargaan dari Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) berkat pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) secara serentak di 4.337 lokasi di seluruh Indonesia. Pada 25 Agustus 2025, MURI mengumumkan bahwa mereka telah menerima informasi terkait rencana pelaksanaan Gerakan Pangan Murah yang akan berlangsung di berbagai titik di Indonesia.
Setelah melakukan verifikasi terhadap data yang dikumpulkan dari laporan 26 Kantor Wilayah Bulog, MURI akhirnya menetapkan bahwa kegiatan tersebut berhasil dilaksanakan di 4.337 lokasi. "Penghargaan MURI ini bukan hanya sekadar prestasi, tetapi juga merupakan bukti nyata komitmen Bulog dan pemerintah dalam memastikan masyarakat dapat mengakses pangan dengan harga yang terjangkau," ungkap Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, dalam keterangan tertulis yang dirilis pada Rabu (3/9/2025).
Ia menambahkan, "Gerakan pasar murah yang berlangsung di lebih dari empat ribu titik telah memberikan dampak positif, di mana inflasi mulai menunjukkan penurunan. Kami akan terus memfokuskan perhatian pada 214 kabupaten/kota yang mengalami tekanan harga dengan mempercepat penyaluran beras SPHP serta beras komersial Bulog." Selain itu, Perum Bulog juga mengadakan Rapat Koordinasi Penyaluran Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta evaluasi terhadap Gerakan Pangan Murah (GPM) untuk membahas strategi distribusi beras SPHP agar lebih tepat sasaran, sekaligus memperkuat langkah pemerintah dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga beras di tingkat nasional.
Advertisement
Pasar Besar di 214 kabupaten akan dioperasikan
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa program Gerakan Pangan Murah (GPM) secara serentak merupakan bukti nyata kehadiran pemerintah dalam upaya menjaga stabilitas pangan. Operasi pasar yang dilakukan secara besar-besaran di 214 kabupaten yang mengalami tekanan inflasi telah dilaksanakan.
"Bersama dengan Kemendagri, Bulog, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya, kami memfokuskan langkah ini agar harga pangan, khususnya beras, dapat segera stabil. Alhamdulillah, hasil dari langkah ini sudah terlihat, inflasi turun dari 2,37 menjadi 2,31 persen dan harga beras mulai menunjukkan stabilitas," ungkapnya.
"Namun, kita tidak boleh berpuas diri sampai di sini. Operasi pasar akan terus dilanjutkan hingga akhir tahun dengan dukungan target penyaluran beras dari Bulog sebanyak 1,3 juta ton," tegas Mentan Amran. Dengan langkah-langkah tersebut, diharapkan masyarakat dapat merasakan dampak positif dari upaya pemerintah dalam menjaga kestabilan harga pangan di tengah tantangan ekonomi yang ada.
Advertisement
Kerjasama antara pusat dan daerah
Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri, Tomsi Tohir, menekankan perlunya kolaborasi yang erat antara pemerintah pusat dan daerah. Dalam hal ini, Forkopimda memiliki peran penting dalam mendorong masyarakat agar dapat memanfaatkan Gerakan Pangan Murah (GPM), sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh lebih banyak orang. "Sinergi inilah yang memastikan distribusi pangan murah berjalan lancar hingga pelosok," imbuh Tomsi Tohir.