PT PP (Persero) Tbk (PTPP) meraih memecahkan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) untuk kategori 'Gedung Pertama di Indonesia yang Menggunakan Kaca Fotovoltaik BIPV' pada pembangunan Gedung Bank Indonesia di Ibu Kota Nusantara (IKN).
PTPP diilai berhasil melakukan inovasi pertama di Indonesia pada Penerapan teknologi BIPV (Building Integrated Photovoltaic) di Proyek Gedung Kompleks Perkantoran Bank Indonesia IKN, menjadi contoh konkret dari komitmen terhadap pembangunan keberlanjutan.
Teknologi BIPV pada atap gedung ini tidak hanya memanfaatkan atap kaca sebagai elemen arsitektural yang memasukkan cahaya matahari alami ke dalam bangunan tetapi juga terintegrasi sebagai pembangkit listrik tenaga surya.
Selain menghasilkan energi, atap BIPV pada gedung BI juga berfungsi sebagai isolasi thermal sehingga mengurangi beban pendingin ruangan dan mengurangi emisi karbon untuk bumi yang lebih hijau. Dengan teknologi BIPV yang terintegrasi secara langsung ke dalam struktur bangunan, menciptakan harmoni sempurna antara estetika, fungsi dan keberlanjutan.
Corporate Secretary PTPP, Joko Raharjo mengatakan bahwa pencapaian ini sebagai wujud komitmen perusahaan dalam mendukung pembangunan hijau di Indonesia.
"BIPV adalah inovasi yang menjawab tantangan energi masa depan dan memperkuat posisi PTPP sebagai pionir konstruksi berkelanjutan," ujar Joko.
Advertisement
Ada 537 Karya Dikumpulkan
Sebagai informasi, penghargaan rekor MURI ini diberikan dalam acara PP Awards 2025, bagian dari rangkaian peringatan HUT PTPP ke-72 yang mengusung tema 'Creating Value to Enhance the Core'.
Acara yang diselenggarakan setiap tahun sejak tahun 2012 ini merupakan bentuk penghargaan kepada karyawan PTPP atas kontribusi karya terbaiknya melalui beberapa kategori lomba yaitu Inovasi Konstruksi, Inovasi Manajemen, Marketing Breakthrough, ToPP Inovator, Best Performance Construction Project, Bisnis Ekselen, BPP Proyek Terbaik, Value Creation in
Business, Construction Technology, Best QHSE & ESG Project, Buku Karya, dan Video Karya. Di tahun ini, terdapat 537 karya yang berhasil dikumpulkan dan seluruhnya adalah karya organik dari karyawan PTPP.
Direktur Utama PTPP, Novel Arsyad enyampaikan bahwa karya-karya yang lahir dalam PP Awards 2025 bukan sekadar ide di atas kertas, tetapi dapat benar-benar memberikan dampak nyata bagi perusahaan, baik melalui inovasi metode pekerjaan, tata kelola proyek yang baik, maupun penerapan teknologi, sehingga berkontribusi langsung terhadap peningkatan kinerja dan reputasi PTPP.
"Kepada para pemenang PP Awards 2025, saya ucapkan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya. Teruslah berkreasi, jangan berhenti berinovasi, dan jadikan prestasi ini sebagai pemicu untuk menghadirkan karya-karya baru yang mampu membawa dampak positif, tidak hanya bagi PTPP, tetapi juga bagi pembangunan bangsa," ucap Novel.